FITNESS & HEALTH

Jangan Cuma Minum Air, Elektrolit juga Penting Biar Tubuh Nggak Nge-Blank

A. Firdaus
Rabu 20 Mei 2026 / 10:15
Ringkasnya gini..
  • Pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
  • Cairan dalam tubuh bukan hanya air biasa, tetapi juga mengandung elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.
  • Kalsium dan magnesium juga memiliki fungsi besar untuk tubuh.
Jakarta: Dehidrasi ternyata tidak selalu ditandai rasa haus. Di tengah aktivitas padat, perjalanan panjang, hingga paparan ruangan ber-AC sepanjang hari, tubuh tetap bisa kehilangan cairan dan elektrolit tanpa disadari. Kondisi ini dapat memicu tubuh lemas, sulit fokus, hingga keram otot saat beraktivitas maupun berolahraga.

Hal tersebut mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan, yang memiliki peran penting dalam berbagai fungsi organ.

“Tubuh kita itu unique. Dan mostly, memang tubuh kita ini terdiri dari air. Justru 60-65% of our body itu cairan,” ujar dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K, Spesialis Gizi Klinik dalam acara "Power Your Hydration” by Coca-Cola Indonesia di FX Sudirman, Jakarta, Selasa, (19/05/26).
 
Menurutnya, cairan dalam tubuh bukan hanya air biasa, tetapi juga mengandung elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium. Elektrolit tersebut berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel tubuh.
 

Elektrolit berperan untuk fokus hingga kualitas tidur


dr. Diana mengatakan kalsium dan magnesium juga memiliki fungsi besar untuk tubuh. Kalsium membantu kesehatan tulang, gigi, dan otot, sementara magnesium berperan dalam relaksasi otot dan kualitas tidur.

“Magnesium, dia berperan penting juga untuk membantu deep sleep kita lebih oke,” katanya.

Ia menambahkan, kurangnya elektrolit dapat membuat tubuh terasa lemas, sulit konsentrasi, hingga memicu keram otot. Kondisi ini sering terjadi setelah aktivitas berat, perjalanan panjang, atau olahraga intensitas tinggi yang memicu banyak keluarnya keringat.


dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K, Spesialis Gizi Klinik (kanan) dalam acara "Power Your Hydration” by Coca-Cola Indonesia di FX Sudirman. Dok. Secillia/Medcom

“Kalau memang kita hanya minum air aja, tapi elektrolitnya tidak terganti, akhirnya yang tadi butuh natrium, kalium, kalsium segala macam nggak ada. Apa yang dirasain? Ya kita lemes,” ujar dr. Diana.

Menurutnya, keram saat olahraga juga menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan elektrolit, karena otot membutuhkan keseimbangan mineral untuk proses kontraksi dan relaksasi.

“Kalau udah keram, berarti sudah kekurangan. Karena fungsinya dia tadi kan menjaga otot,” katanya.
 

Jangan tunggu haus baru minum


Dalam kesempatan tersebut, dr. Diana juga mengingatkan bahwa rasa haus, sebenarnya merupakan sinyal tubuh yang sudah mulai mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi sebelum tubuh benar-benar merasa haus.

“Jangan nunggu haus. Kalau udah ngerasa haus, sebenarnya itu sudah proses dari kita menuju dehidrasi. Kadang kita nggak ngerasa haus. Padahal sudah terjadi sebenarnya proses dehidrasi tadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berpikir, scrolling media sosial, hingga berada di ruangan ber-AC tetap membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih memahami kondisi tubuh masing-masing, dan memastikan kebutuhan cairan serta elektrolit tetap terpenuhi, agar tubuh tetap fokus, bertenaga, dan tidak mudah drop saat menjalani aktivitas harian.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH