FITNESS & HEALTH
Bethsaida Upgrade Teknologi! MRI Baru Bisa Bikin Gambar Organ Lebih Detail
A. Firdaus
Kamis 21 Mei 2026 / 15:13
- Bethsaida Hospital Gading Serpong resmi menghadirkan sistem pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis AI dari GE HealthCare.
- MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero mampu membantu proses pencitraan medis dengan tingkat detail lebih tinggi dibanding teknologi konvensional.
- Teknologi ini juga diperkuat fitur AI seperti AIR™ Recon DL dan Sonic DL™.
Jakarta: Transformasi digital di dunia kesehatan terus bergerak cepat. Kini, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memainkan peran penting dalam membantu dokter mendiagnosis penyakit secara lebih cepat dan presisi.
Bethsaida Hospital Gading Serpong resmi menghadirkan sistem pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis AI dari GE HealthCare. Kehadiran teknologi ini disebut menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat layanan diagnostik modern, khususnya untuk penanganan kasus kompleks seperti stroke, tumor otak, gangguan jantung, cedera ortopedi, hingga kanker.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan teknologi MRI terbaru ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan nyaman.
“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien,” ujar dr. Margareth.
Menurutnya, MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero mampu membantu proses pencitraan medis dengan tingkat detail lebih tinggi dibanding teknologi konvensional. Hal ini penting terutama dalam mendeteksi gangguan pada otak, saraf, jantung, maupun organ lain yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Tidak hanya fokus pada hasil diagnostik, Bethsaida juga mencoba menjawab persoalan klasik yang sering dialami pasien saat menjalani MRI, yaitu rasa takut dan tidak nyaman di ruang pemindaian tertutup.
MRI terbaru ini hadir dengan bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas, sehingga memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman bagi pasien, termasuk mereka yang mengalami claustrophobia atau rasa cemas di ruang sempit.
Teknologi ini juga diperkuat fitur AI seperti AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ yang memungkinkan hasil gambar lebih tajam dengan waktu pemeriksaan lebih singkat.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad, menjelaskan bahwa AI membantu mempercepat proses pencitraan tanpa mengurangi kualitas hasil pemeriksaan.

Konferensi Pers memperkenalkan sistem pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis AI dari GE HealthCare. Dok. A. Firdaus/Medcom
“Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien,” jelas dr. Steven.
Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai kondisi medis. Pada bidang neurologi misalnya, MRI dapat membantu mendeteksi stroke, tumor otak, epilepsi, hingga saraf terjepit. Sementara pada bidang jantung, teknologi ini mampu mengevaluasi struktur dan fungsi organ secara lebih detail.
Di bidang ortopedi, MRI 3 Tesla juga dinilai efektif untuk memeriksa cedera ligamen, nyeri lutut, cedera olahraga, hingga gangguan tulang belakang.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyebut sistem MRI ini mampu mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen dan menghasilkan gambar hingga 60 persen lebih tajam dibanding teknologi sebelumnya.
“Sistem ini dilengkapi teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL yang dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan, mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen, serta memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih baik bagi pasien,” ujar Kriswanto.
Melalui kehadiran MRI 3 Tesla berbasis AI ini, Bethsaida Hospital berharap masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan diagnostik kelas dunia tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Bethsaida Hospital Gading Serpong resmi menghadirkan sistem pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis AI dari GE HealthCare. Kehadiran teknologi ini disebut menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat layanan diagnostik modern, khususnya untuk penanganan kasus kompleks seperti stroke, tumor otak, gangguan jantung, cedera ortopedi, hingga kanker.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan teknologi MRI terbaru ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan nyaman.
“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien,” ujar dr. Margareth.
Menurutnya, MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero mampu membantu proses pencitraan medis dengan tingkat detail lebih tinggi dibanding teknologi konvensional. Hal ini penting terutama dalam mendeteksi gangguan pada otak, saraf, jantung, maupun organ lain yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Tidak hanya fokus pada hasil diagnostik, Bethsaida juga mencoba menjawab persoalan klasik yang sering dialami pasien saat menjalani MRI, yaitu rasa takut dan tidak nyaman di ruang pemindaian tertutup.
MRI terbaru ini hadir dengan bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas, sehingga memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman bagi pasien, termasuk mereka yang mengalami claustrophobia atau rasa cemas di ruang sempit.
Teknologi ini juga diperkuat fitur AI seperti AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ yang memungkinkan hasil gambar lebih tajam dengan waktu pemeriksaan lebih singkat.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad, menjelaskan bahwa AI membantu mempercepat proses pencitraan tanpa mengurangi kualitas hasil pemeriksaan.

Konferensi Pers memperkenalkan sistem pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis AI dari GE HealthCare. Dok. A. Firdaus/Medcom
“Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien,” jelas dr. Steven.
Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai kondisi medis. Pada bidang neurologi misalnya, MRI dapat membantu mendeteksi stroke, tumor otak, epilepsi, hingga saraf terjepit. Sementara pada bidang jantung, teknologi ini mampu mengevaluasi struktur dan fungsi organ secara lebih detail.
Di bidang ortopedi, MRI 3 Tesla juga dinilai efektif untuk memeriksa cedera ligamen, nyeri lutut, cedera olahraga, hingga gangguan tulang belakang.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyebut sistem MRI ini mampu mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen dan menghasilkan gambar hingga 60 persen lebih tajam dibanding teknologi sebelumnya.
“Sistem ini dilengkapi teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL yang dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan, mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen, serta memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih baik bagi pasien,” ujar Kriswanto.
Melalui kehadiran MRI 3 Tesla berbasis AI ini, Bethsaida Hospital berharap masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan diagnostik kelas dunia tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)