Yuk, Salam Namaste untuk Mencegah Covid-19
Jakarta: Salah satu penyebaran Corona Virus Disease (covid-19) adalah melalui kontak dekat atau close contact dengan pasien yang sudah terinfeksi. Misalnya, karena bersentuhan tangan sehingga virus dengan mudah menyebar.
Karena sangat mudahnya penularan melalui bersentuhan tangan, Indian Medical Association (IMA) mengajak orang-orang untuk melakukan salam Namaste. Yaitu gerakan mengatupkan kedua tangan yang terkenal dari India ketika sedang memberi salam atau bersalaman dengan kerabat, teman, dan kolega.
Penularan covid-19 dari manusia ke manusia biasanya melalui droplet di udara. Ini berarti, virus tersebut bisa tersebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin dan melepaskan percikannya ke udara.
Dr. Ramchandra Hankare, health chief dari Pune Municipal Corporation (PMC) menyarankan orang-orang di seluruh dunia agar sebisa mungkin menghindari berjabat tangan. Berjabat tangan dapat menularkan kuman yang menyebabkan penyakit, terutama infeksi pernapasan seperti flu dan batuk.
Cara berjabat tangan tradisional dapat mentransmisikan jumlah bakteri yang cukup banyak, sedangkan berjabat tangan dengan mengepalkan tangan seperti mau meninju tanpa bersentuhan tangan merupakan yang paling sedikit mentransmisikan bakteri.

(Berjabat tangan dapat menularkan kuman yang menyebabkan penyakit, terutama infeksi pernapasan seperti flu dan batuk. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
“Ketika ingin menyapa orang lain, bisa melakukan seperti pose Namaste. Dengan melakukan hal tersebut, tangan akan tetap higienis dan dapat mencegah penularan kuman dari satu orang ke orang lainnya. Mereka yang mengalami gejala flu sebaiknya menghindari bersalaman dengan cara tradisional dan menggunakan kain ketika sedang bersin, membersihkan tangan mereka serta menggunakan masker jika memungkinkan,” ujar Dr. Hankare.
Sanjay Patil, president of Indian Medical Association (IMA) cabang Pune, India mengatakan bahwa menghindari berjabat tangan dengan seseorang yang mengalami sakit seperti sakit flu dan membersihkan tangan setelah menyentuh atau bersentuhan dengan mereka merupakan tindakan pencegahan universal.
“Untuk mengatasi kondisi yang berkaitan dengan coronavirus, pemerintah Singapura sudah meluncurkan ‘no-contact policy’. Untuk penyakit-penyakit yang seperti flu dan transimsi kuman, tangan merupakan bagian yang sangat penting. Bahkan jika dokter sudah menerapkan hal ini, tetapi orang lain tidak melakukan pencegahan seperti itu masih tetap dapat menularkan infeksi ke orang lain seperti keluarga dan teman,” tutup Dr. Patil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)