FITNESS & HEALTH

5 Bahaya Memendam Emosi, Bisa Sebabkan Kematian?

Cindy
Sabtu 08 Januari 2022 / 11:36
Jakarta: Terbiasa memendam emosi dan perasaan ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Memendam emosi dan tidak membagikannya ke orang lain dapat menimbulkan sejumlah bahaya, bila dilakukan terus menerus. 

Dilansir dari Alodokter, memendam emosi merupakan suatu kondisi ketika pikiran Anda menghindari, tidak mengakui, atau tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat. Beberapa emosi yang sering dipendam seseorang, antara lain kemarahan, frustasi, kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan.  

Kebiasaan memendam emosi tidak akan membuat emosi itu hilang, justru malah membuat emosi tinggal di tubuh Anda. Memendam emosi juga akan membuat Anda merasa lebih terbebani.

Baca: Tren Spirit Doll, Psikolog: Tak Wajar jika Dimainkan Orang Dewasa

Bahaya memendam emosi

Emosi yang tidak dikeluarkan justru membuat energi negatif tertahan dalam tubuh. Energi negarif yang seharusnya dikeluarkan menjadi tersimpan dalam tubuh dan menganggu fungsi organ tubuh, termasuk otak. Berikut sejumlah bahaya memendam emosi bagi kesehatan dilansir dari berbagai sumber:

1. Rentan terhadap inflamasi

Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara ketidakmampuan mengekspresikan emosi dengan kerentanan terhadap inflamasi (peradangan). Peneliti Finlandia melaporkan bahwa orang-orang yang didiagnosis tak mampu mengekspresikan emosi, memiliki kadar zat kimia inflamasi yang tinggi dalam tubuh. Sebaliknya, penelitian menunjukkan orang yang bahagia memiliki kadar zat kimia inflamasi yang lebih rendah. 

2. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Memendam emosi memang tidak langsung menyebabkan suatu penyakit, namun kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebahan tubuh. Akibatnya, Anda lebih mudah terserang berabgai jenis penyakit, mulai penyakit ringan seperti pilek sampai penyakit kronis seperti kanker. 

3. Mengakibatkan kecemasan berlebih

Emosi yang dipendam terus menerus bisa menyebabkan gangguan kecemasan. Gangguan cemas berkepanjangan mengakibatkan otak memproduksi hormon stres secara berkala. Hal ini akhirnya bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik, seperti sakit kepala, mual, muntah, hingga kesulitan bernafas. 

Baca: Jangan Dipendam, Ini 3 Cara Positif untuk Meluapkan Emosi

4. Mengakibatkan depresi

Emosi negatif yang tidak tersalurkan dengan baik juga dapat menimbulkan depresi. Jika sudah sampai tahap ini, emosi negatif akan berubah menjadi perasaan hampa, putus asa, bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. 

Gejala yang timbul akibat depresi antara lain sering merasa lelah, sulit tidur pada malam hari, dan kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang biasanya Anda sukai. Depresi juga bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. 

5. Meningkatkan risiko kematian dini

Memendam emosi juga bisa meningkatkan risiko kematian dini. Penelitian yang diikuti selama 12 tahun menunjukkan bahwa orang yang sering memendam perasaan memiliki kemungkinan mati muda. Setidaknya tiga kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengekspresikan perasaannya. 

Cara menghilangkan kebiasaan memendam emosi

Menghilangkan kebiasaan memendam emosi mungkin akan terasa sulit dan membutuhkan waktu lama. Tidak ada salahnya mencoba untuk mulai mengekspresikan perasaan kepada seseorang, agar bahaya memendam emosi seperti di atas tidak terjadi pada Anda. Berikut beberapa cara untuk menghilangkan kebiasaan memendam emosi seperti dilansir sehatq:
  • Menanyakan pada diri sendiri
  • Berbincang dengan orang terdekat
  • Melatih diri untuk terbuka
  • Menuangkan dalam media lain, seperti cerita narasi, puisi, atau lagu
  • Menenangkan diri, seperti yoga dan meditasi.
Baca: Hindari Perasaan Tidak Bahagia, Inilah 5 Cara yang Bisa Dilakukan
(CIN)

MOST SEARCH