FITNESS & HEALTH
Tutorial Bye-bye Popok, Rahasia Biar Si Kecil Enggak Ngompol Terus
Yatin Suleha
Kamis 23 April 2026 / 12:35
- Menghadapi si kecil yang masih belum mau lepas dari popok memang bisa jadi salah satu fase yang paling menguras energi.
- Di momen kayak gini, emosi memang gampang banget terpancing, baik buat anak maupun kita sebagai orang tua.
- Kalau anak merasa dipahami dan didukung, proses belajarnya pasti bakal lebih lancar tanpa perlu ada tekanan yang berlebihan.
Jakarta: Menghadapi si kecil yang masih belum mau lepas dari popok memang bisa jadi salah satu fase yang paling menguras energi. Rasanya sudah coba berbagai cara, tapi si kecil tetap saja enggak mau pindah ke lain hati.
Di momen kayak gini, emosi memang gampang banget terpancing, baik buat anak maupun kita sebagai orang tua. Padahal, kunci utama dari toilet training itu bukan cuma soal teknik, tapi gimana kita bisa kasih pendekatan yang penuh kesabaran, konsistensi, dan empati.
Kalau anak merasa dipahami dan didukung, proses belajarnya pasti bakal lebih lancar tanpa perlu ada tekanan yang berlebihan. Sabar dan tetap konsisten biasanya jadi kunci paling ampuh buat menghadapi situasi ini.
Melansir dari Parents, ini dia tujuh cara yang bisa kamu terapkan:
Tunjukkan empati terhadap apa yang dirasakan. Proses beralih ke toilet bisa terasa besar dan menakutkan. Wajar jika anak merasa sedih saat harus meninggalkan popok.
.jpg)
(Usia ideal anak mulai lepas popok (potty training) umumnya berkisar antara 18 bulan hingga 2,5 tahun (24-30 bulan). Proses ini lebih didasarkan pada tanda kesiapan anak. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Fokus pada hal-hal positif, seperti saat popok tetap kering, memberi tahu saat ingin buang air, atau mencoba duduk di toilet. Pujian sederhana bisa meningkatkan rasa percaya diri.
Hindari marah, mempermalukan, atau menghukum. Anggap saja ini bagian dari latihan yang memang wajar terjadi.
Saat anak mulai menunjukkan penolakan atau tantrum, tetap tenang dan tidak perlu langsung menyerah. Sikap konsisten akan membantu anak memahami batasan.
Jadwal yang konsisten, membantu anak mengenali kebiasaan baru dan tahu kapan waktunya ke toilet.
Sikap tegas namun tetap lembut akan memberikan rasa aman, sekaligus kejelasan bagi anak dalam menjalani proses ini.
Jika sudah memutuskan untuk berhenti menggunakan popok, penting untuk tidak kembali memberikannya saat anak memintanya, agar tidak membingungkan.
'Kecelakaan' saat toilet training adalah hal yang sangat wajar. Saat hal ini terjadi, tidak perlu bereaksi dengan marah atau frustrasi. Ajak anak membersihkan diri sambil tetap memberikan dukungan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Di momen kayak gini, emosi memang gampang banget terpancing, baik buat anak maupun kita sebagai orang tua. Padahal, kunci utama dari toilet training itu bukan cuma soal teknik, tapi gimana kita bisa kasih pendekatan yang penuh kesabaran, konsistensi, dan empati.
Kalau anak merasa dipahami dan didukung, proses belajarnya pasti bakal lebih lancar tanpa perlu ada tekanan yang berlebihan. Sabar dan tetap konsisten biasanya jadi kunci paling ampuh buat menghadapi situasi ini.
Melansir dari Parents, ini dia tujuh cara yang bisa kamu terapkan:
1. Dengarkan dan pahami perasaan anak
Tunjukkan empati terhadap apa yang dirasakan. Proses beralih ke toilet bisa terasa besar dan menakutkan. Wajar jika anak merasa sedih saat harus meninggalkan popok.
2. Berikan apresiasi pada setiap kemajuan kecil
.jpg)
(Usia ideal anak mulai lepas popok (potty training) umumnya berkisar antara 18 bulan hingga 2,5 tahun (24-30 bulan). Proses ini lebih didasarkan pada tanda kesiapan anak. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Fokus pada hal-hal positif, seperti saat popok tetap kering, memberi tahu saat ingin buang air, atau mencoba duduk di toilet. Pujian sederhana bisa meningkatkan rasa percaya diri.
3. Jadikan “kecelakaan” sebagai bagian dari proses belajar
Hindari marah, mempermalukan, atau menghukum. Anggap saja ini bagian dari latihan yang memang wajar terjadi.
4. Kelola konflik atau “tarik ulur” dengan tenang
Saat anak mulai menunjukkan penolakan atau tantrum, tetap tenang dan tidak perlu langsung menyerah. Sikap konsisten akan membantu anak memahami batasan.
5. Buat rutinitas toilet yang teratur
Jadwal yang konsisten, membantu anak mengenali kebiasaan baru dan tahu kapan waktunya ke toilet.
6. Tetap konsisten dengan aturan yang sudah dibuat
Sikap tegas namun tetap lembut akan memberikan rasa aman, sekaligus kejelasan bagi anak dalam menjalani proses ini.
7. Tepati apa yang sudah dikatakan
Jika sudah memutuskan untuk berhenti menggunakan popok, penting untuk tidak kembali memberikannya saat anak memintanya, agar tidak membingungkan.
'Kecelakaan' saat toilet training adalah hal yang sangat wajar. Saat hal ini terjadi, tidak perlu bereaksi dengan marah atau frustrasi. Ajak anak membersihkan diri sambil tetap memberikan dukungan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)