FITNESS & HEALTH

Meski Jarang Terdengar, 4 Bahan Alami Ini Efektif Tingkatkan Imunitas

Mia Vale
Senin 29 Agustus 2022 / 13:29
Jakarta: Tak terasa, dunia sudah hidup berdampingan dengan virus yang cukup menghantui, bernama korona. Begitupun Indonesia. Bahkan, menurut data harian dri Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 6.438 kasus baru di mana DKI Jakarta sebagai penyumbang kasus terbanyak.

Dengan adanya baragam varian, masyarakat pun menjadi semakin terbiasa dengan hadirnya covid-19 ini. Sekalipun varian terbaru yang menjadi perhatian, Omicron BA.4 dan BA.5, tergolong tidak seberbahaya varian-varian sebelumnya, namun lebih cepat menular dan lebih kebal atau resisten terhadap vaksin covid-19.
 
Masyarakat pun semakin mengerti, selain tetap menjaga prokes yang berlaku, daya tahan tubuh yang tinggi juga diperlukan. Hal inilah yang perlu dioptimalkan oleh setiap individu. 

Tapi tahukah kamu, bahwa dari sekian banyak banyak bahan yang bisa meningkatkan imun tubuh, ada empat bahan alami yang mungkin tidak terpikirkan, namun sangat efektif dalam meningkatkan daya tahan.
 

1. Daun ruku-ruku 


Tanaman herbal yang kerap dijuluki ratu herbal ini merupakan salah satu tanaman herbal yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam Pengobatan Tradisional Ayurveda karena dianggap sebagai tanaman suci yang memiliki beragam fungsi kesehatan. 

Daun ruku-ruku yang dalam Bahasa Inggrisnya disebut Holy Basil, menurut Amway Nutrilite Clinical Investigations Scientist, Kristin Morris, Ph.D, dipercaya memiliki kemampuan yang dapat mendukung respons yang sehat terhadap stress serta menenangkan hati. 

"Tanaman ini juga dapat membantu mendukung imunitas tubuh; mengurangi kadar lemak dan gula pada darah; mengendalikan tekanan darah dan kolesterol, menjaga kesehatan lambung dan jantung, mengobati luka dan infeksi, melawan radikal bebas, mengikis peradangan; dan menjaga kesehatan mulut," imbuh Kristin.

Lebih lanjut, Kristin menjelaskan, daun Holy Basil juga berperan dalam menjaga kesehatan pernapasan karena daun ini dapat meringankan penumpukan lendir, mencegah stres oksidatif pada sel di saluran pernapasan, serta bersifat antivirus. 



(Selenium ada di dalam salah satunya yaitu ikan tuna. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

2. Selenium


Merupakan mineral senyawa antioksidan kuat yang membantu dalam melindungi sel dari radikal bebas yang berbahaya. Selenium berperan besar dalam mendukung aktivasi dan fungsi dari sel limfosit B dan sel limfosit T, juga dapat meningkatkan proses pembentukan sel limfosit T. 

Kekurangan selenium dapat berakibat pada melemahnya otot, kesulitan berkonsentrasi, rambut rontok, serta masalah kesuburan pada laki-laki maupun perempuan.

 

3. Tembaga atau copper


Bahan alami yang juga biasa disebut copper ini merupakan nutrisi esensial yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah, menjaga sel saraf dan sistem imun. Sama seperti Selenium, mineral ini merupakan antioksidan yang dikenal paling penting untuk system imun tubuh, mendukung aktvitasi dan fungsi sel limfosit B dan T, serta meningkatkan proses pembentukan sel limfosit T.

Zat tembaga ini merupakan salah satu bagian dari enzim dan berperan aktif untuk menjaga kesehatan sel darah kamu. Copper ini sendiri memiliki peran yang sangat aktif untuk memelihara jaringan di dalam tubuh.

Bila kekurangan mineral ini, bisa memicu neutropenia, di mana sebuah kondisi kekurangan sel darah putih bernama neutrophil yang berfungsi mencegah infeksi. Akibatnya, ia akan lebih mudah terkena penyakit infeksi.

 

4. Orange citrus bioflavonoids


Merupakan serangkaian senyawa fitonutrisi alami yang ditemukan pada buah-buah di dalam genus Citrus seperti jeruk siam, jeruk, jeruk bali, dan sebagainya. Fitonutrisi ini dapat membantu mendukung pertahanan tubuh melawan stres oksidatif dan memberikan dukungan untuk sistem imun yang sehat. 

Selain itu, senyawa ini juga efektif dalam memperbaiki aliran darah dan meredakan pembengkakan. Keempat bahan alami ini akan dijadikan satu dan dikombinasikan dengan mineral esensial seperti zinc untuk menciptakan produk handal yang siap menghadapi transisi menuju endemi. 
(TIN)

MOST SEARCH