FITNESS & HEALTH

Wajib dan Gratis! Menkes Pastikan agar Masyarakat Terima Vaksin Kanker Serviks

Mia Vale
Rabu 20 April 2022 / 12:29
Jakarta: Di Indonesia, untuk jenis kanker yang banyak menyerang, kanker serviks masih menempati peringkat atas setelah kanker payudara. Kanker serviks ini juga mengakibatkan banyak kematian pada penderitanya. 

Berangkat dari kasus inilah, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, meminta agar diadakan program imunisasi rutin untuk vaksin kanker serviks di Indonesia. 

Pemberian vaksin ini dilakukan sebagai tindakan preventif dan promotif pemerintah dalam penerapan kebutuhan kesehatan dasar. 

"Vaksin ini untuk pencegahan terjadinya perburukan penyakit. Tapi bukan untuk menyembuhkan, ya!" imbuh Budi, Selasa 19 April 2022.

Sati lagi, vaksin Human Papilloma Virus (HPV) akan diberikan secara gratis dan wajib. "Semua yang dari program pemerintah, mulai tahun ini tidak usah bayar, gratis," tegas Budi. Ia juga menambahkan, kalau vaksin kanker serviks ini akan jadi salah satu vaksin wajib di Indonesia. 


vaksin kanker serviks gratis
(Menkes menyebutkan rencananya vaksinasi kanker serviks berlaku secara nasional pada 2023-2024. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Pemberian vaksin kanker serviks sudah dimulai


Budi melanjutkan, pemberian vaksin kanker serviks ini sebenarnya sudah dimulai dari tahun 2021 lalu. Namun, baru diberikan di beberapa wilayah saja. Nantinya, vaksin ini juga akan diberikan kepada masyarakat untuk segala usia, utamanya bagi mereka yang masuk usia dewasa muda. 

"Kita nanti akan lebih banyak (vaksin), bukan HPV saja. Jadi akan dan beberapa vaksin lainnya. Kenapa vaksin HPV ini wajib, karena untuk mencegah penularan kanker serviks," papar Budi. 

Perlu diketahui, selain wanita, ternyata Human Papilloma virus (HPV) penyebab kanker serviks, juga bisa punya efek buruk untuk pria. Virus HPV (virus penyebab kanker serviks) juga bisa menyebabkan penyakit kulit dan kelamin pada laki-laki. 

Dinukil dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), HPV bisa menular ke pria melalui hubungan intim dengan pasangannya yang menderita kanker serviks.

Untuk mencegah penularan dan peningkatan jumlah penderita, vaksin kanker serviks jadi vaksin wajib di Indonesia. Rencananya vaksinasi kanker serviks berlaku secara nasional pada 2023-2024.


vaksin kanker serviks gratis
(Jika sedang hamil atau sedang sakit keras atau memiliki memiliki alergi berat terhadap komponen-komponen vaksin, dalam banyak sumber disebutkan tidak diperkenankan untuk divaksinasi HPV. Ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kamu ya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Apa itu vaksin HPV?


Dilansir dari Alodokter, vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Virus HPV dapat menyebabkan infeksi pada kulit, menimbulkan kutil pada organ kelamin, serta menyebabkan kanker. 

Hingga saat ini, vaksin HPV baru berperan penting dalam menurunkan jumlah kasus dan penyebaran kanker serviks. Kanker yang dapat disebabkan oleh virus HPV antara lain kanker serviks, vulva, vagina, penis, anus, dan kanker orofaring.
 

Rentang waktu pemberian vaksin HPV


Vaksinasi HPV akan dilakukan sebanyak 2-3 kali. Vaksinasi dilakukan sebanyak 2 kali pada anak usia 9-14 tahun. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 6-12 bulan. Vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali pada remaja dan dewasa usia 15-26 tahun. 

Pada orang yang sistem imunnya terganggu juga akan diberikan vaksinasi sebanyak 3 kali. Rentang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 1-2 bulan. Sedangkan rentang waktu antara suntikan kedua dan ketiga adalah 6 bulan.

Dan bagi kamu yang sudah aktif melakukan hubungan seksual, tetap dapat menjalani vaksinasi HPV, terutama jika belum lengkap.
(TIN)

MOST SEARCH