End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Ternyata Wanita Lebih Rentan Terkena Henti Jantung, ini Alasannya

Medcom
Sabtu 14 Januari 2023 / 15:15
Jakarta: Setiap tahun, sekitar 6 juta orang di seluruh dunia meninggal karena kematian jantung mendadak yang disebabkan oleh henti jantung mendadak (SCA).  

Wanita menghadapi 20% peningkatan risiko gagal jantung atau kematian dalam lima tahun setelah serangan jantung parah pertama mereka dibandingkan dengan pria. Fakta itu menurut penelitian baru yang diterbitkan jurnal Circulation American Heart Association.

Terdapat studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada Mei 2019, menemukan bahwa wanita lebih mudah mengalami serangan jantung daripada pria, yang menyebabkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah dari henti jantung.

Wanita lebih tua dan menghadapi berbagai komplikasi dan lebih banyak faktor risiko yang mungkin membuat mereka berisiko lebih besar mengalami gagal jantung setelah serangan jantung.
 

Apa itu henti jantung mendadak?


Henti jantung terjadi ketika irama jantung abnormal yang disebut aritmia menyebabkan sistem kelistrikan jantung berhenti bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak.

Berbeda dengan serangan jantung, di mana arteri koroner tersumbat dan darah tidak dapat mencapai jantung. Namun, serangan jantung bisa menyebabkan henti jantung dan membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena henti jantung.
 

Mengapa wanita lebih mudah terkena henti jantung?


Untuk mempelajari kesenjangan ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 45.000 pasien (30,8% wanita) yang dirawat di rumah sakit karena serangan jantung pertama antara tahun 2002-2016 di Alberta, Kanada selama rata-rata 6,2 tahun.

Selain peningkatan risiko gagal jantung di kalangan wanita, para peneliti menemukan:

• Perkembangan gagal jantung baik di rumah sakit atau setelah keluar tetap lebih tinggi pada wanita daripada pria untuk kedua jenis serangan jantung, bahkan setelah disesuaikan dengan perancu tertentu.

• Wanita memiliki tingkat kematian yang tidak disesuaikan lebih tinggi di rumah sakit dibandingkan pria pada kelompok STEMI (9,4% vs. 4,5%) dan NSTEMI (4,7% vs, 2,9%). Namun, kesenjangan menyempit jauh untuk NSTEMI setelah penyesuaian perancu.

• Wanita lebih cenderung berusia rata-rata 10 tahun lebih tua daripada pria pada saat serangan jantung mereka, biasanya berusia rata-rata 72 tahun dibandingkan 61 tahun untuk pria.

•  Wanita lebih tua dan menghadapi berbagai komplikasi dan lebih banyak faktor risiko yang mungkin membuat mereka berisiko lebih besar mengalami gagal jantung setelah serangan jantung.

• Wanita juga memiliki riwayat medis yang lebih rumit pada saat serangan jantung mereka, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, fibrilasi atrium, dan penyakit paru obstruktif kronik, faktor risiko yang dapat menyebabkan gagal jantung.

• Wanita lebih jarang dirawat di rumah sakit oleh spesialis kardiovaskular: 72,8% berbanding 84% untuk pria.

• Wanita juga memiliki tingkat prosedur revaskularisasi yang sedikit lebih rendah untuk memulihkan aliran darah, seperti bedah angioplasti.

Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)

MOST SEARCH