FITNESS & HEALTH

Pecah Rekor MURI! Philips & PERKI Sat Set Cek Jantung Serentak di 27 Kota

Yatin Suleha
Minggu 22 Februari 2026 / 09:12
Ringkasnya gini..
  • Philips fasilitasi skrining jantung gratis bagi 2.400+ anak di 27 kota.
  • Philips turut mendukung dengan meminjamkan sistem ultrasound handheld dan portable yang digunakan di seluruh sesi skrining.
  • Philips telah menjadi mitra sistem kesehatan Indonesia dan telah beroperasi di Tanah Air selama beberapa dekade.
Jakarta: Philips, pemimpin global dalam teknologi kesehatan, mendukung Kelompok Kerja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan (Pokja Kardiologi Pediatrik dan PJB) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam pelaksanaan inisiatif skrining penyakit jantung bawaan (PJB) secara nasional. 

Program ini telah diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan secara Serentak kepada Anak Terbanyak”.
 
Kegiatan skrining tersebut telah dilaksanakan pada 24 Januari hingga 14 Februari 2026, dalam rangka Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (PJB) 2026 dan menjangkau lebih dari 2.400 anak. 

Program ini digelar di 27 kota, dari Aceh hingga Jayapura, dengan sesi skrining langsung di sekolah dasar di Solo, Makassar, Semarang, Malang, Manado, Bengkulu, Padang, Kupang, Jakarta, dan Banjarmasin.
   
Sebagai bagian dari upaya bersama berskala nasional ini, Philips turut mendukung dengan meminjamkan sistem ultrasound handheld dan portable yang digunakan di seluruh sesi skrining. 

Kegiatan ini juga didukung langsung oleh tiga spesialis klinis dari Philips serta tiga spesialis dari mitra distribusi yang membantu tenaga medis dan memastikan kelancaran pengoperasian sistem serta proses akuisisi gambar selama kegiatan berlangsung.
 
“Dalam rangka memperingati Pekan Kewaspadaan Penyakit Jantung Bawaan 8–14 Februari 2026, Pokja Kardiologi Pediatrik dan PJB Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia menyelenggarakan rangkaian acara edukasi awam dan skrining PJB di 27 kota Indonesia, dari Aceh sampai dengan Jayapura," ujar dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K) Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI.

"Skrining yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan jantung anak dengan menggunakan alat ekokardiografi. Keluaran acara ini diharapkan dapat memberikan data nasional kejadian PJB di Indonesia, sekaligus menjaring kasus PJB pada anak usia di bawah 18 tahun untuk selanjutnya dilakukan tindak lanjut. Dengan program Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Kita Selamatkan Masa Depan Anak Indonesia,” tambah dr. Oktavia.


(Philips juga telah memiliki kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan, mitra industri, dan pemangku kepentingan pemerintah dalam mendukung rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia melalui penyediaan teknologi kesehatan, layanan, serta pelatihan klinis. Foto: Dok. Philips) 
 
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada PERKI atas pencapaian rekor MURI tersebut. 

“Selamat kepada PERKI atas pencapaian nasional yang luar biasa dalam skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Philips bersyukur solusi ultrasound kami, bersama teknologi lainnya, dapat berkontribusi secara nyata dalam membantu para klinisi memperluas upaya deteksi dini serta meningkatkan luaran kesehatan jantung anak-anak di seluruh Indonesia," ujar Astri Ramayanti

"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut guna mendorong akses layanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia," tambah Astri Ramayanti.

 

Memperkuat deteksi dini PJB melalui solusi ultrasound yang andal


Ekokardiografi (Echocardiography) berperan penting untuk evaluasi dini penyakit jantung bawaan (PJB), karena membantu tenaga medis untuk memvisualisasikan struktur jantung serta mengidentifikasi potensi kelainan sejak awal.
 
Melalui dukungannya terhadap inisiatif skrining yang dilakukan oleh PERKI, Philips menyediakan:

- Sistem ultrasound handheld dan portable,
- Spesialis klinis di lokasi untuk mendampingi tenaga medis,
- Dukungan teknologi dan alur kerja guna membantu pelaksanaan pemeriksaan yang konsisten dan berkualitas tinggi
 
Kontribusi ini sejalan dengan pendekatan global Philips dalam inovasi ultrasound yang menitikberatkan pada kecerdasan pencitraan berteknologi canggih, penyederhanaan alur kerja, integrasi teknologi berbasis AI, serta perluasan akses terhadap diagnostik berkualitas di berbagai fasilitas layanan kesehatan.
 
Program skrining PJB ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat memperluas akses deteksi dini serta membantu tenaga medis mengidentifikasi kasus yang memerlukan evaluasi lanjutan. 

 

Keterlibatan Philips mencerminkan komitmennya untuk mendukung tenaga kesehatan di Indonesia melalui solusi diagnostik yang andal, mudah digunakan, serta adaptif terhadap berbagai lingkungan layanan, termasuk sekolah dan komunitas.
 

Komitmen jangka panjang untuk masa depan kesehatan Indonesia


Philips telah menjadi mitra sistem kesehatan Indonesia dan telah beroperasi di Tanah Air selama beberapa dekade. Philips telah mempekerjakan ribuan tenaga kerja di seluruh Indonesia serta berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional melalui kegiatan manufaktur, pelatihan, dan kemitraan teknologi jangka panjang.
 
Selain itu, Philips juga telah memiliki kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan, mitra industri, dan pemangku kepentingan pemerintah dalam mendukung rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia melalui penyediaan teknologi kesehatan, layanan, serta pelatihan klinis. 

Salah satunya adalah perjanjian multi-tahun antara Philips dan Kementerian Kesehatan telah diumumkan sebelumnya, untuk menghadirkan sistem terapi terpandu pencitraan mutakhir di seluruh 38 provinsi dalam program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH