Peluncuran Kampanye Lets Check The Beat. Foto: Siloam Hospitals TB Simatupang
Peluncuran Kampanye Lets Check The Beat. Foto: Siloam Hospitals TB Simatupang

Kampanye 'Let’s Check The Beat' Dorong Deteksi Dini Gangguan Irama Jantung

Fatha Annisa • 06 Maret 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Atrial fibrillation (AF), menjadi gangguan irama jantung paling umum di dunia dan dapat meningkatkan risiko stroke hingga kematian mendadak.
  • Di Indonesia, temuan di Siloam Hospitals TB Simatupang menunjukkan 33% pasien stroke memiliki aritmia.
  • Untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini, Siloam Hospitals TB Simatupang meluncurkan kampanye “Let’s Check The Beat”.
Jakarta: Kasus gangguan irama jantung atau aritmia masih menjadi masalah kesehatan serius di dunia. Secara global, kasus Atrial Fibrillation (AF) merupakan aritmia paling umum dengan jumlah mencapai sekitar 59–60 juta kasus pada 2019 dan terus meningkat. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu komplikasi serius.
 
AF yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dapat meningkatkan risiko stroke hingga 5 kali, risiko gagal jantung 5 kali, serta risiko serangan jantung hingga 2 kali. Selain itu, kondisi ini juga meningkatkan risiko kematian jantung mendadak hingga 2,5 kali.
 
Di Indonesia, temuan terbaru juga menunjukkan dampak aritmia yang cukup signifikan. Pada periode 2024-2025, Siloam Hospitals TB Simatupang menemukan bahwa 33% pasien stroke yang diperiksa menggunakan monitor ambulatori (holter) terbukti memiliki aritmia. Bahkan, 37% pasien stroke merupakan usia produktif.
 
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan penyakit jantung masih menjadi tantangan besar kesehatan global dan nasional.
 
“Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia," kata Dr. Siti Nadia Tarmizi dalam pernyataan resmi. 
 
 
Baca juga: Milestone Alert! Berhasil Capai 500 Transplantasi Ginjal, Perkuat Posisi sebagai RS Rujukan

 
Ia juga menekankan bahwa sekitar sepertiga pasien AF tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah terjadi komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung. Karena itu, skrining dan deteksi dini menjadi sangat penting.

Kampanye Let’s Check The Beat Dorong Deteksi Dini Gangguan Irama Jantung
CEK EKG Gratis. Kampanye Lets Check The Beat menyediakan deteksi dini risiko aritmia melalui EKG Screening setiap hari Kamis dan Jumat jam 10.00 – 12.0 WIB dan Sabtu di jam 09.00 – 11.00 WIB di Siloam Hospitals TB Simatupang. Foto: Siloam Hospitals TB Simatupang
 
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Siloam Hospitals TB Simatupang meluncurkan kampanye edukatif “Let’s Check The Beat.” Program ini bertujuan mengajak masyarakat mengenali aritmia, memahami faktor risikonya, serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan EKG.
 
 
Baca juga: Integrated CT-LINAC: Kenapa Teknologi Ini Jadi Harapan Besar Buat Pejuang Kanker?

 
Chief of Medical Officer Siloam International Hospitals, dr Grace Frelita, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan layanan jantung yang komprehensif.
 
“Kami berkomitmen memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat melalui ketersediaan layanan komprehensif kelas dunia, teknologi canggih dan terkini, serta tim multidisipliner untuk layanan jantung," ujarnya. 
 
Sementara itu, ahli aritmia Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi menjelaskan bahwa hingga 40% pasien stroke iskemik berhubungan dengan AF. Ia menambahkan bahwa terapi AF mencakup pengendalian faktor risiko, pencegahan stroke, hingga prosedur ablasi yang kini semakin efektif dan aman.
 
Melalui kampanye Let’s Check The Beat, masyarakat juga dapat mengikuti pemeriksaan EKG gratis di Siloam Hospitals TB Simatupang pada waktu tertentu setiap minggu. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aritmia
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>