FITNESS & HEALTH

Diagnosis Epilepsi Anak Sekarang Bisa Pakai EEG Portable

Aulia Putriningtias
Senin 27 April 2026 / 16:08
Ringkasnya gini..
  • Jangan panik tapi jangan cuek juga kalau anak kejang. Langsung bawa ke dokter ya, Moms!
  • Penting banget buat deteksi dini apakah itu epilepsi atau bukan.
  • Dr. dr. Achmad Rafli, Sp.A, Subsp. Neuro(K), FICNA, menjelaskan bahwa dampak anak kejang dibiarkan akan berakibat fatal.
Jakarta: Jangan panik tapi jangan cuek juga kalau anak kejang. Langsung bawa ke dokter ya, Moms! Penting banget buat deteksi dini apakah itu epilepsi atau bukan.

Dr. dr. Achmad Rafli, Sp.A, Subsp. Neuro(K), FICNA, Konsultan Neurologi Anak RSIA Bunda Jakarta menjelaskan bahwa dampak anak kejang dibiarkan akan berakibat fatal. 

"Jika anak mengalami kejang, sebaiknya langsung saja dibawa ke dokter. Penting juga untuk direkam agar dokter tahu gerak kejangnya," papar dr. Rafli dalam peresmian Pediatric Neurology Center RSIA Bunda Jakarta, Minggu, 26 April 2026.
 
Epilepsi sendiri adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) kronis yang ditandai dengan kejang berulang tanpa demam. Hal ini terjadi akibat aktivitas listrik abnormal di otak.

Penyakit ini tidak menular dan dapat memengaruhi siapa saja. Meskipun tidak dapat disembuhkan total, kejang dapat dikontrol dengan pengobatan teratur. 


(Umumnya, epilepsi disebabkan oleh faktor genetik, cedera otak, infeksi, kelainan struktur otak, dan faktor lingkungan. Foto: Dok. Istimewa)

Salah satu cara untuk mendiagnosis epilepsi demi mengontrol dengan baik adalah menggunakan teknologi Electroencephalogram (EEG) portabel. Alat ini dirancang untuk mendukung pemeriksaan epilepsi anak secara lebih nyaman, fleksibel, dan akurat.

Dukungan ini dapat memberikan pengalaman diagnostik yang lebih ramah bagi pasien anak. Hal ini sekaligus membantu tenaga medis dalam mengambi keputusan klinis yang lebih tepat.

Langkah ini menjadi penting mengingat gangguan neurologis pada anak. Hal ini khususnya epilepsi, memerlukan pendekatan yang presisi sekaligus ramah anak. 

"EEG portabel memungkinkan perekaman aktivitas listrik otak dilakukan secara lebih natural, saat anak dalam kondisi rileks, bermain, atau bahkan tidur," jelas dr. Rafli.

"Kondisi ini membantu kami memperoleh data yang lebih akurat untuk menegakkan diagnosis, termasuk pada kasus epilepsi yang kompleks, serta menentukan terapi yang paling tepat bagi setiap pasien," tambahnya.
 
Dengan desain yang ringkas dan non-invasif, EEG portabel juga membantu mengurangi artefak atau gangguan sinyal akibat ketidaknyamanan pasien. Efeknya dapat meningkatkan kualitas hasi pemeriksaan secara keseluruhan.

Melalui Pediatric Neurology Center ini, diharapkan dapat mempercepat deteksi dini gangguan neurologis pada anak. Jad, intervensi dapat dilakukan lebih tepat waktu dan risiko dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang dapat diminimalkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH