FITNESS & HEALTH

Deteksi Risiko dan Cara Penanganan Stroke dengan Metode FAST

Raka Lestari
Rabu 03 November 2021 / 16:11
Jakarta: Stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami kecacatan sebagian, bahkan seluruh tubuh. Tindakan cepat dan sedini mungkin harus dilakukan untuk mencegah kecacatan terjadi, salah satunya dengan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time).

Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami, Sp. S(K) mengatakan, stroke itu terjadi secara mendadak. Jadi tidak ada stroke yang datang secara pelan-pelan.

“Jadi orang lagi beraktivitas juga tiba-tiba tangannya lemah sebelah, tiba-tiba ngomongnya tidak benar, wajahnya kok turun sebelah gitu,” ujar dr. Mursyid.

Tindakan cepat harus segara dilakukan dengan membawa penderita ke rumah sakit. Untuk mengenali gejala awal masyarakat dapat menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time). 
 

1. Face


Face merupakan gejala yang dilihat dari wajah seseorang yang tampak tidak normal seperti turun sebelah dan tidak simetris.
 

2. Arm


Arm merupakan gejala stroke yang dilihat dari lengan penderita menjadi lemah. Jika lengan itu diangkat maka tingginya tidak sama dengan lengan satunya.
 

3. Speech


Gejala stroke dilihat dari cara bicara penderita yang menjadi sulit, tidak jelas, atau bahkan tidak bisa bicara.
 

4. Time


Metode terakhir setelah tiga metode sebelumnya terindikasi pada penderita. Maka sudah waktunya membawa penderita ke rumah sakit.

Lebih lanjut, dr. Mursyid mengatakan kalau sudah terkena gejala tersebut maka dapat dipastikan orang tersebut terkena stroke. Untuk itu harus segera dibawa ke rumah sakit.

“Dengan mengenal gejala-gejala tersebut sudah banyak pertolongan terhadap pasien stroke,” katanya.

Tak hanya FAST, ada pula gejala stroke lain yang bisa terjadi pada penderita, antara lain tiba-tiba pusing, atau tiba-tiba tidak bisa melihat dan sakit kepala yang sangat hebat. Penanganan yang paling tepat bagi seseorang yang terkena stroke mendadak adalah membawanya ke rumah sakit dengan segera.

“Kalau ada seseorang terkena gejala stroke, siapa pun dan kapan pun itu datanglah ke rumah sakit. Seringan apapun stroke jangan dibilang ringan atau nanti akan sembuh sendiri, tidak seperti itu,” tutur dr. Mursyid.

Sebagian masyarakat memahami stroke dapat disembuhkan dengan dipijat, mengeluarkan darah dari telinganya, dan menusukkan jarum ke bagian tubuh yang mengalami stroke. Menurut dr. Mursyid, pemahaman tersebut keliru dan penanganan yang paling tepat adalah dengan membawa penderita ke rumah sakit.

“Itu adalah satu anggapan yang tidak tepat, yang salah ya, tidak ada manfaatnya sama sekali terhadap stroke. Jadi kalau terjadi stroke segeralah pergi ke rumah sakit kapan pun, jadi jangan tunggu besok, jangan tunggu siapapun,” tutup dr. Mursyid.
(FIR)

MOST SEARCH