Mengenal Gejala dan Faktor Risiko Asam Urat
Jakarta: Gout atau asam urat adalah salah satu jenis radang sendi yang umum dan berpotensi dapat menyebabkan rasa sakit. Kamu bisa mengalami kondisi ini ketika terjadi penumpukan asam urat dalam darah.
Asam urat adalah produk limbah yang dihasilkan dari proses tubuh normal yang biasanya melewati ginjal dan keluar dari tubuh dalam bentuk urin. Atau bisa juga dikatakan sebagai penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah.
Gejala dan faktor terjadinya asam urat, bisa dilihat dari beberapa tanda berikut ini:
Jempol kaki bengkak
Salah satu gejala asam urat adalah pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba akibat kristalisasi asam urat, dan ini paling sering terjadi pada sendi jempol kaki. Hyon Choi, MD, dari Massachusetts General Hospital, mengatakan rasa sakitnya bisa sangat parah hingga terasa seperti tulang patah.
"Ini sering terjadi secara tiba-tiba di tengah malam dan sangat intens. Pembengkakan biasanya terjadi pada jempol kaki, yang akan menyebabkan rasa hangat, kemerahan, dan membengkak ini karena sendi pada jempol kaki merupakan sendi yang terjauh dari jantung, di mana suhu tubuh paling rendah dan kristalisasi asam urat menumpuk," ujarnya.
Persendian lain yang bengkak
Menurut Puja Khanna, MD, direktur klinik asam urat di University of Michigan, sendi yang bengkak adalah gejala asam urat lainnya. Sendi apa pun dapat dipengaruhi oleh asam urat, tergantung tempat penyimpanan kristal. Pada pria, sendi di kaki, pergelangan kaki, dan siku lebih sering terkena, sementara pada wanita, sendi yang meradang di tangan dan lutut lebih dominan terkena.

(Pasien dengan rheumatoid arthritis atau psoriasis yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh juga memiliki peningkatan risiko terkena gout. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Mengonsumsi obat-obatan diuretik
Obat diuretic yang biasanya dikonsumsi untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat. Pasien dengan rheumatoid arthritis atau psoriasis yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh juga memiliki peningkatan risiko terkena gout, menurut Arthritis Foundation.
"Jika seorang pasien didiagnosis menderita asam urat, dokter mungkin akan mengganti obatnya untuk memastikan kadar asam urat yang lebih rendah," tambah dr. Choi.
Mengonsumsi makanan yang mengandung purin
Meskipun asam urat bisa terkena pada siapapun, mengonsumsi makanan tinggi purin, senyawa yang ditemukan dalam makanan dan minuman tertentu, dapat meningkatkan risiko asam urat. Daging merah, kerang, soda manis, dan alkohol kaya akan purin.
"Dengan semakin menjamurnya makanan cepat saji dan makanan berlemak, penyakit asam urat yang mungkin dulu jarang ditemui sekarang sudah semakin banyak ditemukan," jelas dr. Choi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)