FITNESS & HEALTH
Lengan Sakit Setelah Divaksinasi? Ini Penjelasan dari Ahli
Raka Lestari
Rabu 03 Februari 2021 / 18:26
Jakarta: Salah satu efek yang mungkin dirasakan setelah disuntik vaksin, dari jenis apapun adalah lengan yang terasa nyeri atau sakit. Pada umumnya, hal ini merupakan hal yang normal dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, kamu mungkin beretanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi?
"Saat kamu menerima vaksinasi, sistem kekebalan tubuh akan diaktifkan untuk membangun respons perlindungan terhadap protein virus," kata Dr Sanjeev Jain, MD, dokter spesialis imunologi dan penyakit dalam di Columbia Asthma and Allergy Clinic.
Dengan kata lain, tubuh akan merasakan virus dalam jumlah kecil dan aman yang mulai bekerja menciptakan pertahanan. Ini merupakan hal yang bagus untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi memang akan membuat nyeri di lengan selama beberapa hari.
Alasan lain mengapa lengan terasa sakit berkaitan dengan respons penyembuhan tubuh seseorang.
"Saat sistem kekebalan tubuh diaktifkan, ada pelepasan sementara mediator inflamasi yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan atau kelenjar getah bening yang berdekatan, serta demam, nyeri otot, dan sakit kepala," jelas Dr Jain.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), nyeri lengan adalah efek samping yang sudah diprediksi dari vaksin covid-19. Dalam uji klinis vaksin covid-19 oleh Johnson & Johnson, sebagian besar peserta mengalami nyeri di tempat suntikan di lengan mereka.
Ini juga terjadi pada penelitian vaksin dari Moderna dan Pfizer, yang menunjukkan bahwa lebih dari 83 dan 84 persen para peserta mengalami nyeri lengan setelah mendapatkan vaksin.
Nyeri lengan pasca-suntikan tidak hanya terjadi pada vaksin covid-19. "Rasa sakitnya mungkin berlangsung lebih lama jika kamu juga mengalami memar," kata Dr Jain. Terkadang suntikan mengganggu pembuluh darah, sehingga memar dan sedikit lebih nyeri.
Nyeri pada lengan itu normal, tetapi reaksi yang parah tidak. Jika kamu mengalami muntah, wajah bengkak, atau mati rasa atau kesemutan di jari tangan dan kaki maka Dr Jain mengatakan segera memeriksakan diri ke dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
"Saat kamu menerima vaksinasi, sistem kekebalan tubuh akan diaktifkan untuk membangun respons perlindungan terhadap protein virus," kata Dr Sanjeev Jain, MD, dokter spesialis imunologi dan penyakit dalam di Columbia Asthma and Allergy Clinic.
Dengan kata lain, tubuh akan merasakan virus dalam jumlah kecil dan aman yang mulai bekerja menciptakan pertahanan. Ini merupakan hal yang bagus untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi memang akan membuat nyeri di lengan selama beberapa hari.
Alasan lain mengapa lengan terasa sakit berkaitan dengan respons penyembuhan tubuh seseorang.
"Saat sistem kekebalan tubuh diaktifkan, ada pelepasan sementara mediator inflamasi yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan atau kelenjar getah bening yang berdekatan, serta demam, nyeri otot, dan sakit kepala," jelas Dr Jain.
Apakah lengan yang nyeri setelah vaksin covid-19 normal?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), nyeri lengan adalah efek samping yang sudah diprediksi dari vaksin covid-19. Dalam uji klinis vaksin covid-19 oleh Johnson & Johnson, sebagian besar peserta mengalami nyeri di tempat suntikan di lengan mereka.
Ini juga terjadi pada penelitian vaksin dari Moderna dan Pfizer, yang menunjukkan bahwa lebih dari 83 dan 84 persen para peserta mengalami nyeri lengan setelah mendapatkan vaksin.
Nyeri lengan pasca-suntikan tidak hanya terjadi pada vaksin covid-19. "Rasa sakitnya mungkin berlangsung lebih lama jika kamu juga mengalami memar," kata Dr Jain. Terkadang suntikan mengganggu pembuluh darah, sehingga memar dan sedikit lebih nyeri.
Nyeri pada lengan itu normal, tetapi reaksi yang parah tidak. Jika kamu mengalami muntah, wajah bengkak, atau mati rasa atau kesemutan di jari tangan dan kaki maka Dr Jain mengatakan segera memeriksakan diri ke dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)