FITNESS & HEALTH
Ini Dia Ragam Olahraga Pilihan Pekerja Muda di Indonesia, Apa Aja Tuh?
Muhammad Syahrul Ramadhan
Selasa 26 Mei 2026 / 19:07
- Faktor kepraktisan menempatkan kategori Running & Outdoor (67%), seperti jogging dan jalan santai, sebagai olahraga yang paling banyak dipilih pekerja.
- Olahraga berbasis digital di rumah lewat panduan video gratis (YouTube/IG) diminati oleh 21% pekerja untuk menyiasati keterbatasan waktu kerja.
- Olahraga kini bergeser fungsi menjadi media interaksi sosial, dengan 40% pekerja menggunakannya untuk membangun networking profesional.
Jakarta: Padatnya jam kerja dan keterbatasan waktu sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja di kota-kota besar untuk tetap aktif bergerak. Namun, riset terbaru dari Populix menunjukkan bahwa hambatan tersebut tidak melunturkan semangat mereka untuk berolahraga.
Faktor kepraktisan (practicality) kini menjadi penentu utama dalam memilih jenis olahraga yang akan ditekuni.
Melalui studi bertajuk How Sport is Becoming Part of Work and Regular Activity Among Indonesian Workers, Populix memetakan preferensi 840 responden pekerja muda urban dalam memilih jenis olahraga serta alasan mendalam di baliknya.
"Kami melihat adanya perubahan nyata pada profil pegiat olahraga masa kini. Bagi para pekerja muda di kawasan urban yang kami survei, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas pengisi waktu luang atau kebugaran semata, melainkan sudah menjadi bagian integral dari rutinitas kerja, aktivitas harian, hingga sarana membangun jejaring," jelas Retno Gumelar, selaku Quantitative Research Manager Populix dalam sesi Time-out Briefing di Jakarta, Selasa 26 Mei 2026.
Berdasarkan data riset Populix, kategori olahraga luar ruangan yang simpel dan olahraga berbasis digital di rumah menempati urutan teratas karena faktor fleksibilitasnya. Berikut adalah daftar jenis olahraga pilihan mereka:
Hal ini sejalan dengan kebiasaan mereka setelah berolahraga. Meskipun 60% memilih langsung pulang ke rumah, banyak juga pekerja yang memanfaatkan momen setelah olahraga untuk bersosialisasi, seperti pergi nongkrong atau minum kopi bersama, makan bersama komunitas, hingga melanjutkan aktivitas kerja kelompok.
Tren ini membuktikan bahwa olahraga telah sukses menyatukan dua aspek penting dalam kehidupan pekerja modern, yaitu gaya hidup sehat dan interaksi sosial.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(RUL)
Faktor kepraktisan (practicality) kini menjadi penentu utama dalam memilih jenis olahraga yang akan ditekuni.
Melalui studi bertajuk How Sport is Becoming Part of Work and Regular Activity Among Indonesian Workers, Populix memetakan preferensi 840 responden pekerja muda urban dalam memilih jenis olahraga serta alasan mendalam di baliknya.
"Kami melihat adanya perubahan nyata pada profil pegiat olahraga masa kini. Bagi para pekerja muda di kawasan urban yang kami survei, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas pengisi waktu luang atau kebugaran semata, melainkan sudah menjadi bagian integral dari rutinitas kerja, aktivitas harian, hingga sarana membangun jejaring," jelas Retno Gumelar, selaku Quantitative Research Manager Populix dalam sesi Time-out Briefing di Jakarta, Selasa 26 Mei 2026.
Ragam Olahraga Pilihan Utama Pekerja
Berdasarkan data riset Populix, kategori olahraga luar ruangan yang simpel dan olahraga berbasis digital di rumah menempati urutan teratas karena faktor fleksibilitasnya. Berikut adalah daftar jenis olahraga pilihan mereka:
- Running & Outdoor (67%): Kategori ini menjadi primadona utama yang dipimpin oleh aktivitas Jogging (45%) dan Jalan Santai/Walk (33%), sementara sisanya mengikuti ajang lari atau maraton resmi (2%).
- Team Sports (32%): Olahraga beregu tetap diminati sebagai ajang kebersamaan, didominasi oleh Sepak Bola (18%) dan Futsal (12%).
- Cycling (30%): Bersepeda santai (leisure cycling) disukai oleh 26% pekerja, sementara porsi untuk sepeda balap (road bike) berada di angka 3%.
- Rocket & Court (29%): Olahraga menggunakan raket memegang porsi besar yang dipimpin oleh Bulu Tangkis/Badminton (21%). Menariknya, olahraga baru seperti Padel kini mulai naik daun dengan persentase sebesar 4%.
- At-Home Digital (26%): Sebanyak 21% pekerja memilih berolahraga memanfaatkan video gratis di platform YouTube atau Instagram, sedangkan 4% lainnya menggunakan aplikasi kebugaran berbayar.
- Strength & Gym (25%): Sebanyak 13% pekerja memilih latihan beban (weight training) mandiri di rumah, sedangkan 12% lainnya memilih pergi ke gym.
- Lifestyle & Recreational (17%): Aktivitas santai menyehatkan seperti Berenang dipilih oleh 16% pekerja, sedangkan olahraga Golf berada di angka 1%.
- Mind-Body (14%): Untuk ketenangan pikiran dan pereda stres, olahraga Yoga (9%) dan Pilates (5%) menjadi pilihan alternatif yang populer.
Dari Sehat Fisik Menuju Koneksi Sosial
Alasan pendorong pekerja dalam memilih olahraga di atas rupanya tidak hanya demi mengejar keringat. Sebanyak 60% pekerja menjadikan olahraga sebagai waktu pribadi atau me time untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Namun di sisi lain, aspek interaksi sosial juga terlihat sangat kuat. Data riset mencatat bahwa 53% pekerja berolahraga demi menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan atau keluarga, 40% memanfaatkannya untuk membangun hubungan profesional (networking), dan 39% menggunakannya sebagai waktu berkumpul bersama teman-teman.Hal ini sejalan dengan kebiasaan mereka setelah berolahraga. Meskipun 60% memilih langsung pulang ke rumah, banyak juga pekerja yang memanfaatkan momen setelah olahraga untuk bersosialisasi, seperti pergi nongkrong atau minum kopi bersama, makan bersama komunitas, hingga melanjutkan aktivitas kerja kelompok.
Tren ini membuktikan bahwa olahraga telah sukses menyatukan dua aspek penting dalam kehidupan pekerja modern, yaitu gaya hidup sehat dan interaksi sosial.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)