KONI Pusat gelar diskusi dengan induk olahraga (dok. KONI)
KONI Pusat gelar diskusi dengan induk olahraga (dok. KONI)

Olahraga

KONI Tegaskan Komitmen Hapus Pelecehan Seksual di Dunia Olahraga Indonesia

Gregorius Gelino • 13 Juli 2026 05:12
Ringkasnya gini..
  • KONI menggelar diskusi bersama induk cabang olahraga untuk menyusun pedoman dan sanksi tegas demi menghapus pelecehan seksual dan perundungan.
  • Penanganan isu ini menggunakan metode komprehensif Plan, Do, Check, dan Action (PDCA).
  • KONI memprioritaskan sosialisasi keamanan bagi atlet usia dini serta pelatihan khusus bagi pelatih untuk membangun lingkungan pembinaan yang aman.
Jakarta: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengambil langkah tegas dalam menciptakan lingkungan olahraga prestasi yang aman dan sehat. Melalui sebuah diskusi santai yang dihadiri oleh berbagai induk cabang olahraga (cabor), KONI Pusat secara khusus membahas penanggulangan isu pelecehan seksual dan perundungan di lingkungan olahraga.
 
Diskusi yang dibagi ke dalam empat sesi ini menjadi wadah penting untuk menyatukan visi antara KONI dan seluruh cabor di Indonesia. Idealnya, lingkungan olahraga prestasi harus bersih dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Susun Strategi untuk Cegah Kekerasan di Lingkungan Olahraga

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) VI KONI Pusat, Josef Adrianus Nae Soi. Dalam sambutannya, Josef menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang hakikat olahraga agar kasus pelecehan tidak lagi terjadi dan untuk mengatasi isu krusial ini, Josef memaparkan strategi penanganan berbasis metode PDCA (Plan, Do, Check, Action).
 
"Hari ini kita diskusi tentang tema yang sangat menarik, saya melihat dari aspek idealis, realitas, dan fleksibilitas. Ini tidak perlu terjadi apabila mereka mengerti apa itu olahraga," ujar Josef.

Menyusun rencana pencegahan secara komprehensif dan integral yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari lingkungan keluarga hingga ekosistem dunia olahraga. Memastikan proses latihan dan pertandingan berjalan kondusif tanpa adanya intimidasi, perundungan, atau pelecehan seksual.
 
Melakukan pengawasan secara berkala di lapangan terhadap potensi pelanggaran. Mengevaluasi efektivitas hukuman dan sanksi yang diberikan kepada pelaku agar memberikan efek jera.

Penyusunan Pedoman Resmi dan Regulasi Ketat

Sebagai tindak lanjut nyata, KONI Pusat berkomitmen untuk menyusun pedoman resmi yang akan menjadi rujukan utama pelaksanaan kegiatan olahraga di Indonesia. Langkah ini diambil setelah menampung berbagai kasus di lapangan yang perlu diantisipasi sejak dini.
 
Dalam diskusi tersebut, seluruh induk cabor menyepakati bahwa ketegasan pengawasan adalah kunci utama. Oleh karena itu, regulasi yang dilahirkan nantinya harus memuat sanksi berat demi memberikan efek jera yang maksimal bagi para pelaku.

Fokus pada Safeguarding dan Edukasi Atlet Usia Dini

Merespons masukan dari berbagai cabang olahraga terkait dinamika pembinaan di lapangan, KONI Pusat akan memprioritaskan beberapa program edukasi ke depan, di antaranya pengenalan konsep menjaga keamanan dan hak-hak atlet agar terhindar dari eksploitasi dan bahaya.
 
Memberikan pemahaman sejak dini kepada atlet muda mengenai batasan fisik dan cara melaporkan tindakan tidak menyenangkan. Mengusulkan program sertifikasi atau pelatihan bagi pelatih mengenai isu pelecehan dan cara membangun lingkungan latihan yang positif.
 
Dengan adanya langkah preventif dan regulasi yang kuat, KONI Pusat berharap industri olahraga prestasi di Indonesia tidak hanya mencetak juara, tetapi juga menjadi ruang aman yang ramah bagi tumbuh kembang talenta muda.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan