Diskusi yang dibagi ke dalam empat sesi ini menjadi wadah penting untuk menyatukan visi antara KONI dan seluruh cabor di Indonesia. Idealnya, lingkungan olahraga prestasi harus bersih dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.
Susun Strategi untuk Cegah Kekerasan di Lingkungan Olahraga
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) VI KONI Pusat, Josef Adrianus Nae Soi. Dalam sambutannya, Josef menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang hakikat olahraga agar kasus pelecehan tidak lagi terjadi dan untuk mengatasi isu krusial ini, Josef memaparkan strategi penanganan berbasis metode PDCA (Plan, Do, Check, Action)."Hari ini kita diskusi tentang tema yang sangat menarik, saya melihat dari aspek idealis, realitas, dan fleksibilitas. Ini tidak perlu terjadi apabila mereka mengerti apa itu olahraga," ujar Josef.
Menyusun rencana pencegahan secara komprehensif dan integral yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari lingkungan keluarga hingga ekosistem dunia olahraga. Memastikan proses latihan dan pertandingan berjalan kondusif tanpa adanya intimidasi, perundungan, atau pelecehan seksual.
Melakukan pengawasan secara berkala di lapangan terhadap potensi pelanggaran. Mengevaluasi efektivitas hukuman dan sanksi yang diberikan kepada pelaku agar memberikan efek jera.
Penyusunan Pedoman Resmi dan Regulasi Ketat
Sebagai tindak lanjut nyata, KONI Pusat berkomitmen untuk menyusun pedoman resmi yang akan menjadi rujukan utama pelaksanaan kegiatan olahraga di Indonesia. Langkah ini diambil setelah menampung berbagai kasus di lapangan yang perlu diantisipasi sejak dini.Dalam diskusi tersebut, seluruh induk cabor menyepakati bahwa ketegasan pengawasan adalah kunci utama. Oleh karena itu, regulasi yang dilahirkan nantinya harus memuat sanksi berat demi memberikan efek jera yang maksimal bagi para pelaku.
Fokus pada Safeguarding dan Edukasi Atlet Usia Dini
Merespons masukan dari berbagai cabang olahraga terkait dinamika pembinaan di lapangan, KONI Pusat akan memprioritaskan beberapa program edukasi ke depan, di antaranya pengenalan konsep menjaga keamanan dan hak-hak atlet agar terhindar dari eksploitasi dan bahaya.Memberikan pemahaman sejak dini kepada atlet muda mengenai batasan fisik dan cara melaporkan tindakan tidak menyenangkan. Mengusulkan program sertifikasi atau pelatihan bagi pelatih mengenai isu pelecehan dan cara membangun lingkungan latihan yang positif.
Dengan adanya langkah preventif dan regulasi yang kuat, KONI Pusat berharap industri olahraga prestasi di Indonesia tidak hanya mencetak juara, tetapi juga menjadi ruang aman yang ramah bagi tumbuh kembang talenta muda.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda