FITNESS & HEALTH

Jangan Panik! Ini 4 Langkah yang Dilakukan Orang Tua jika Anak Isolasi Mandiri

Raka Lestari
Rabu 07 Juli 2021 / 19:57
Jakarta: Peningkatan kasus covid-19 di Indonesia yang terjadi selama beberapa minggu belakangan ini. Kasus positif tidak hanya terjadi pada pasien usia dewasa., tapi juga berusia anak-anak, yang saat ini kerap mengalami peningkatan jumlah. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bagi orang tua.

“Beberapa minggu terakhir ini, jumlah penderita covid-19 di Indonesia pada anak-anak makin melonjak. Angka kematian pada anak pun meningkat,” ujar Lestari Moerdijat, S.S, M.M - Wakil Ketua MPR RI Periode 2019-2024, dalam acara Forum Diskusi Denpasar 12 ke 63 pada Rabu, 7 Juli 2021.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rerie ini, kasus covid-19 pada anak itu bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi. Dengan gejala yang sama atau tanpa gejala, sama seperti pada orang dewasa.

“Kami juga mendapatkan data dari IDAI yang menyebutkan bahwa kematian covid-19 pada anak di Indonesia sempat paling tinggi sedunia,” ujar Rerie.

“Ada hal yang kadang tidak disadari oleh beberapa orang. Menganggap bahwa anak-anak tidak mungkin terkena covid-19. Padahal, beberapa memang kasus anak sudah ada dan datanya sudah cukup banyak,” ujar Prof. dr. Bambang Supriyanto, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19.

Lalu, bagaimana penanganan covid-19 jika hal tersebut dialami oleh anak-anak? Sebenarnya sama dengan orang dewasa. Dengan isolasi mandiri atau rawat inap.

"Tidak semua pasien anak itu harus isolasi mandiri. Begitupun juga, tidak semua pasien anak itu harus dilakukan rawat inap,” jelas dr. Bambang.

Berikut 4 langkah jika anak sedang melakukan isolasi mandiri:
 

1. Asupan makanan


Jika melakukan isolasi mandiri, lakukan pemantauan pada anak, suhu tubuhnya bagaimana, asupan makanan dan minuman, saturasi, aktivitasnya juga diperhatikan.
 

2. Pantau kondisi anak


"Lihat juga apakah anak mengalami dehidrasi atau tidak. Jika ada tanda bahaya seperti anak semakin diam, tidak mau melakukan aktivitas sama sekali, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan,” kata dr. Bambang.
 

3. Siapkan alat ukur suhu tubuh dan oksigen


Beberapa alat yang harus disiapkan juga adalah termometer dan oksimeter. Termometer seperti kita tahu, berguna untuk mengecek suhu anak secara berkala. Sementara mengecek saturasi atau tingkat oksigen anak ketika melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menggunakan oksimeter.
 

4. Selektif memilih pengasuh, jika ada


“Keluarga sebagai pengasuh juga perlu diperhatikan, jangan sampai yang menjadi pengasuhnya adalah kelompok lansia yang memiliki komorbid. Mengingat lansia adalah kelompok yang berisiko tinggi untuk terkena covid-19,” tutup dr. Bambang.
(FIR)

MOST SEARCH