Jakarta: Jika kamu belum pernah merasakannya, mungkin pernah mendengarnya yaitu kata biduran. Biduran adalah ruam kulit yang dipicu oleh reaksi terhadap makanan, obat-obatan, atau iritasi lainnya. Biduran ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan, disertai rasa gatal.
Biduran dikenal juga dengan sebutan urtikaria (hives) mengacu pada reaksi kulit merah atau bengkak yang dapat terlokalisasi atau meluas. Biduran cenderung sangat gatal dan biasanya berlangsung kurang dari sehari.
Dalam kasus yang lebih parah, gatal-gatal bisa bertahan lebih dari enam minggu yang bisa sangat mengganggu. Dilansir dari CNN, Dr David Harvey, MD, FAAD, FACMS, seorang dermatologis dan ahli bedah di Piedmont Healthcare memberikan tips untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat biduran:
1. Jangan menunggu terlalu lama untuk pergi ke dokter
Banyak pasien yang menganggap bahwa biduran yang dialami merupakan hal sepele dan tidak perlu ke dokter. Akan tetapi, ketika biduran berlangsung lebih dari satu minggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit atau dokter alergi untuk evaluasi.
Selain itu, jika biduran tersebut menyebabkan sensasi terbakar dan sakit, itu bisa menjadi pertanda kondisi yang lebih serius yang disebabkan karena pembuluh darah yang mengalami inflamasi.
2. Cari tahu penyebabnya
Biduran akut, terkadang masih tidak jelas penyebabnya. Meskipun demikian, penting untuk mengetahui penyebab pasti untuk biduran yang dialami.
”Saya bahkan pernah melihat biduran yang disebabkan karena abses gigi atau kontaminasi makanan,” ujar Dr Harvey. Mengidentifikasi dan mengobati penyebabnya dapat meredakan gatal-gatal yang kamu alami.
3. Persiapkan diri untuk mendapatkan obat-obatan
“Untuk mengobati biduran, kami biasanya meresepkan satu atau dua obat antihistamin. Namun, jika biduran sudah dalam tahap kronis, sering kali obat tersebut tidak cukup. Untuk kasus ini, kita perlu memulai pengobatan yang lebih agresif seperti zafirlukast (Accolate) atau kortikosteroid oral untuk mengurangi peradangan kulit,” kata Dr Harvey.
4. Catat gejala yang dialami
Ketika mengalami biduran, penting untuk memahami apa yang terjadi pada tubuh kamu. Penting juga untuk mencatat gejala-gejala apa saja yang dialami. Dengan mencatat gejala yang dialami pada makanan dan obat yang dikonsumsi kemungkinan bisa membantu untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.
5. Berikan perhatian lebih pada kulit
Kita mungkin tidak selalu mengetahui apa yang menjadi penyebab biduran, tetapi dengan memberikan perhatian lebih kepada kulit adalah keharusan.
Jika kamu sangat rentan mengalami biduran, hindari losion atau krim kulit yang mengandung pengharum dan pewarna tambahan. Mandi dengan air hangat juga bisa membuat kulit menjadi lembap dan tetap terhidrasi. Jangan lupa untuk mengonsultasikannya ke dokter agar selalu membawa obatnya jika kamu terkena biduran lagi sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)