BEAUTY

L'Oréal Brandstorm 2026: Wangi Sultan Makin Gampang Dicari Berkat Marketplace

Yatin Suleha
Kamis 09 April 2026 / 12:47
Ringkasnya gini..
  • Perkembangan media sosial telah mengubah banyak aspek gaya hidup.
  • Termasuk cara masyarakat mengenal dan membeli parfum mewah.
  • Jika sebelumnya fragrance luxury identik dengan pengalaman eksklusif di toko fisik, kini tren tersebut bergeser ke ranah digital.
Jakarta: Perkembangan media sosial telah mengubah banyak aspek gaya hidup, termasuk cara masyarakat mengenal dan membeli parfum mewah.

Jika sebelumnya fragrance luxury identik dengan pengalaman eksklusif di toko fisik, kini tren tersebut bergeser ke ranah digital.

Platform seperti TikTok dan marketplace membuka akses yang lebih luas, sekaligus mengubah cara konsumen memahami dan memilih parfum. Kategori fragrance selama ini memang menjadi tulang punggung, dalam industri luxury beauty di Indonesia. 

“Fragrance itu memang selalu jadi kategori paling besar. Persebarannya juga paling luas dibandingkan kategori lain,” ujar Maria Adina, General Manager L'Oréal Luxe Division Indonesia dalam acara L'Oréal Brandstorm 2026 di KITA Lounge, Kuningan, Jakarta, Rabu (08/04/26).
 
Ia menambahkan bahwa kekuatan fragrance terletak pada distribusinya yang lebih merata. Berbeda dengan department store yang terbatas di kota besar, produk parfum bisa ditemukan di lebih banyak kota melalui jaringan retail khusus. Hal ini membuat parfum lebih dekat dengan masyarakat luas.

Namun, perubahan signifikan mulai terlihat sejak hadirnya platform digital, seperti TikTok dan e-commerce. Jika sebelumnya parfum luxury hanya bisa dibeli secara offline di toko atau department store, kini aksesnya menjadi jauh lebih terbuka.

“Sekarang dengan adanya TikTok dan marketplace, orang bisa mendapatkan fragrance dari mana saja. Ini yang membuat konsumsi jadi meningkat,” jelas Adina.

Tidak hanya soal ketersediaan, pilihan konsumen juga sangat dipengaruhi oleh tren di media sosial. Diana menyebutkan bahwa pasar Indonesia sangat responsif terhadap konten viral. Produk yang ramai dibicarakan oleh influencer, cenderung lebih cepat diminati.


(Menurut Maria Adina, General Manager L'Oréal Luxe Division Indonesia mengatakan, dengan adanya platform digital, kebutuhan kini bisa terpenuhi. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)

Fenomena ini melahirkan tren baru, yaitu munculnya para kreator yang fokus membahas parfum secara mendalam, atau yang dikenal sebagai fragrance tiktokers atau FragTok. Mereka tidak hanya merekomendasikan produk, tetapi juga mengedukasi tentang komposisi parfum secara detail.

“Sekarang pembahasan fragrance sudah berubah. Dulu hanya disebut fresh atau manis, sekarang sudah sampai ke top note, middle note, dan base note. Bahkan istilah seperti longevity, sillage, dan projection sudah jadi pembahasan umum,” kata Adina.

Menurutnya, perubahan ini membuat konsumen menjadi lebih paham dan selektif. Pemilihan parfum kini juga disesuaikan dengan aktivitas atau momen tertentu, mirip seperti penggunaan makeup.

“Sekarang orang pakai fragrance sesuai occasion. Pagi, siang, malam beda. Bahkan ke gym pun ada pilihannya. Jadi orang mulai investasi di fragrance seperti mereka investasi di lipstick,” tambahnya.

Langkah inovatif juga dilakukan brand luxury dalam menjangkau pasar digital. Diana mengungkapkan bahwa kehadiran brand seperti YSL di TikTok sempat menjadi perdebatan. 

Namun, strategi tersebut justru membuka akses bagi konsumen di berbagai daerah yang sebelumnya sulit menjangkau produk luxury.

Menurutnya, banyak konsumen di luar kota besar seperti Makassar, Palembang, dan Balikpapan yang memiliki daya beli tinggi, tetapi terbatas akses ke retail premium. Dengan adanya platform digital, kebutuhan tersebut kini bisa terpenuhi.

“Ini membantu menggerakkan pasar domestik. Konsumen tidak perlu lagi menunggu ke luar negeri untuk membeli produk luxury,” jelas Diana.
 
Meski parfum identik dengan pengalaman mencium aroma secara langsung, penjualan online justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Edukasi melalui konten dan live streaming dinilai mampu membantu konsumen memahami karakter produk sebelum membeli.

Selain itu, strategi menghadirkan ukuran kecil juga memudahkan konsumen untuk mencoba terlebih dahulu sebelum membeli ukuran penuh.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH