FITNESS & HEALTH
Kejadian Heboh di HYROX Beijing: Kok Bisa Atlet 'Cepirit' Pas Lagi Lomba?
Yatin Suleha
Rabu 16 September 2026 / 16:39
- Dunia olahraga kompetitif baru-baru ini dihebohkan sama kejadian yang bikin netizen geleng-geleng kepala sekaligus kasihan.
- Seorang atlet wanita yang lagi berlaga di ajang Ulike HYROX Beijing pada 12 September 2026 mengalami faecal incontinence.
- Uniknya, bukannya langsung mundur buat bersihin diri, sang atlet malah nekat lanjut.
Jakarta: Dunia olahraga kompetitif baru-baru ini dihebohkan sama kejadian yang bikin netizen geleng-geleng kepala sekaligus kasihan.
Seorang atlet wanita yang lagi berlaga di ajang Ulike HYROX Beijing pada 12 September 2026 mengalami faecal incontinence alias buang air besar tanpa disengaja pas tengah-tengah lomba.
Uniknya, bukannya langsung mundur buat bersihin diri, sang atlet malah nekat lanjut lari dan menyelesaikan rintangan selama hampir satu jam demi mengamankan peringkatnya.
Sontak kejadian ini memicu perdebatan panas di media sosial. Ada yang mengkritik masalah higienitas, tapi gak sedikit juga yang mengapresiasi dedikasi dan sportsmanship dia yang kelewat nekat.
Namun, di balik kehebohan ini, sebenarnya apa sih yang terjadi pada tubuh kita sampai bisa bablas begitu? Apakah olahraga ekstrem beneran bisa bikin kita hilang kontrol sama pencernaan?
Dalam India Today dan New York Post dibeberkan, atlet ini mengalami insiden tersebut di tengah kompetisi HYROX Beijing. HYROX sendiri terkenal sebagai salah satu ajang fitness race paling berat yang menggabungkan lari dan gerakan functional strength.
Bukannya langsung ke toilet atau drop out, dia memilih buat terus bertahan sampai garis finish. Momen ini langsung bikin publik bertanya-tanya, apakah kejadian kayak gini wajar dialami atlet atau sebenarnya indikasi masalah kesehatan yang serius.
.jpg)
(Pendiri Hyrox meminta maaf atas keterlambatan penanganan insiden serta menerapkan prosedur baru demi langkah pencegahan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Menurut penjelasan Dr. Ashwin Porwal, seorang ahli bedah kolorektal dari Healing Hands Clinic Pune, kondisi ini dikenal secara medis sebagai faecal incontinence, yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol buang air besar sehingga feses keluar secara tidak sengaja.
Dr. Porwal menjelaskan kalau pas kamu lagi olahraga dengan intensitas yang sangat tinggi, tubuh bakal mengalami pengalihan aliran darah.
Alih-alih mengalir ke saluran pencernaan, darah bakal difokuskan menuju otot-otot yang lagi bekerja keras. Akibatnya, fungsi usus terganggu dan memicu dorongan kuat buat buang air besar secara mendadak.
Gak cuma masalah aliran darah, gerakan lari yang repetitif dan penuh benturan juga memberi tekanan ekstra pada area usus serta otot dasar panggul (pelvic floor). Makin keras guncangannya, makin sulit otot tahanan kamu buat menahan desakan dari dalam.
Faktor lain yang gak kalah krusial adalah asupan sebelum lomba. Konsumsi energy gel, minuman berenergi, hidrasi berlebih, atau jenis makanan tertentu sebelum bertanding bisa membuat tekstur feses jadi lebih cair.
Kalau teksturnya sudah cair, kontrol otot jadi jauh lebih sulit dan risiko 'kebocoran' di tengah jalan pun makin besar.
Kalau kamu pernah mengalami sekali pas lagi maraton atau latihan ekstrem, Dr. Porwal menegaskan kalau itu enggak selalu menandakan kamu punya penyakit berat.
Kejadian tunggal biasanya cuma dipicu oleh faktor temporer, seperti dehidrasi, diare sesaat, atau salah pilih menu meal plan sebelum olahraga. Jadi, kalau cuma terjadi sekali karena kondisi fisik lagi tuntas-tuntasan, kamu enggak perlu terlalu panik.
Dilansir dari Kompas, Co-founder Hyrox Moritz Furste menyampaikan penyesalannya atas penanganan panitia di lapangan yang dinilai terlambat, sebagaimana dinukil AFP.
"Saya meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, serta kepada siapa pun yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya," ujar Furste dalam pernyataan resminya pada Senin (14/9/2026).
Dia menyatakan bertanggung jawab penuh atas ketidakmampuan penyelenggara dalam mengantisipasi insiden tersebut.
Furste menekankan bahwa regulasi dan tata cara baru sudah diterapkan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. Meski begitu, ia belum membeberkan rincian aturan tersebut pascainsiden.
Kondisi ini baru wajib kamu waspadai kalau terjadi secara berulang. Kamu disarankan buat langsung konsultasi ke dokter kalau mengalami gejala-gejala berikut:
- Kejadian buang air besar tak tertahankan ini terus berulang, bahkan di luar jam olahraga
- Disertai diare berkepanjangan, sembelit parah, atau nyeri di bagian perut
- Ada pendarahan saat buang air besar
- Mengalami penurunan berat badan yang ekstrem tanpa alasan yang jelas
Memahami pemicu tubuh sendiri itu penting banget sebelum ikut kompetisi ketahanan fisik. Jangan sampai niat mau cetak personal record malah bikin kesehatan pencernaan kamu terganggu!
(TIN)
Seorang atlet wanita yang lagi berlaga di ajang Ulike HYROX Beijing pada 12 September 2026 mengalami faecal incontinence alias buang air besar tanpa disengaja pas tengah-tengah lomba.
Uniknya, bukannya langsung mundur buat bersihin diri, sang atlet malah nekat lanjut lari dan menyelesaikan rintangan selama hampir satu jam demi mengamankan peringkatnya.
Sontak kejadian ini memicu perdebatan panas di media sosial. Ada yang mengkritik masalah higienitas, tapi gak sedikit juga yang mengapresiasi dedikasi dan sportsmanship dia yang kelewat nekat.
Namun, di balik kehebohan ini, sebenarnya apa sih yang terjadi pada tubuh kita sampai bisa bablas begitu? Apakah olahraga ekstrem beneran bisa bikin kita hilang kontrol sama pencernaan?
Kronologi kejadian yang bikin geger netizen
Dalam India Today dan New York Post dibeberkan, atlet ini mengalami insiden tersebut di tengah kompetisi HYROX Beijing. HYROX sendiri terkenal sebagai salah satu ajang fitness race paling berat yang menggabungkan lari dan gerakan functional strength.
Bukannya langsung ke toilet atau drop out, dia memilih buat terus bertahan sampai garis finish. Momen ini langsung bikin publik bertanya-tanya, apakah kejadian kayak gini wajar dialami atlet atau sebenarnya indikasi masalah kesehatan yang serius.
Kenapa olahraga berat bisa bikin kebelet BAB?
.jpg)
(Pendiri Hyrox meminta maaf atas keterlambatan penanganan insiden serta menerapkan prosedur baru demi langkah pencegahan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Menurut penjelasan Dr. Ashwin Porwal, seorang ahli bedah kolorektal dari Healing Hands Clinic Pune, kondisi ini dikenal secara medis sebagai faecal incontinence, yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol buang air besar sehingga feses keluar secara tidak sengaja.
Dr. Porwal menjelaskan kalau pas kamu lagi olahraga dengan intensitas yang sangat tinggi, tubuh bakal mengalami pengalihan aliran darah.
Alih-alih mengalir ke saluran pencernaan, darah bakal difokuskan menuju otot-otot yang lagi bekerja keras. Akibatnya, fungsi usus terganggu dan memicu dorongan kuat buat buang air besar secara mendadak.
Efek gerakan lari dan bahan bakar pra-lomba
Gak cuma masalah aliran darah, gerakan lari yang repetitif dan penuh benturan juga memberi tekanan ekstra pada area usus serta otot dasar panggul (pelvic floor). Makin keras guncangannya, makin sulit otot tahanan kamu buat menahan desakan dari dalam.
Faktor lain yang gak kalah krusial adalah asupan sebelum lomba. Konsumsi energy gel, minuman berenergi, hidrasi berlebih, atau jenis makanan tertentu sebelum bertanding bisa membuat tekstur feses jadi lebih cair.
Kalau teksturnya sudah cair, kontrol otot jadi jauh lebih sulit dan risiko 'kebocoran' di tengah jalan pun makin besar.
Sekali kejadian bahaya enggak sih?
Kalau kamu pernah mengalami sekali pas lagi maraton atau latihan ekstrem, Dr. Porwal menegaskan kalau itu enggak selalu menandakan kamu punya penyakit berat.
Kejadian tunggal biasanya cuma dipicu oleh faktor temporer, seperti dehidrasi, diare sesaat, atau salah pilih menu meal plan sebelum olahraga. Jadi, kalau cuma terjadi sekali karena kondisi fisik lagi tuntas-tuntasan, kamu enggak perlu terlalu panik.
Aturan baru HYROX
Dilansir dari Kompas, Co-founder Hyrox Moritz Furste menyampaikan penyesalannya atas penanganan panitia di lapangan yang dinilai terlambat, sebagaimana dinukil AFP.
"Saya meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, serta kepada siapa pun yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya," ujar Furste dalam pernyataan resminya pada Senin (14/9/2026).
Dia menyatakan bertanggung jawab penuh atas ketidakmampuan penyelenggara dalam mengantisipasi insiden tersebut.
Furste menekankan bahwa regulasi dan tata cara baru sudah diterapkan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. Meski begitu, ia belum membeberkan rincian aturan tersebut pascainsiden.
Jadi, kapan kamu harus ke dokter?
Kondisi ini baru wajib kamu waspadai kalau terjadi secara berulang. Kamu disarankan buat langsung konsultasi ke dokter kalau mengalami gejala-gejala berikut:
- Kejadian buang air besar tak tertahankan ini terus berulang, bahkan di luar jam olahraga
- Disertai diare berkepanjangan, sembelit parah, atau nyeri di bagian perut
- Ada pendarahan saat buang air besar
- Mengalami penurunan berat badan yang ekstrem tanpa alasan yang jelas
Memahami pemicu tubuh sendiri itu penting banget sebelum ikut kompetisi ketahanan fisik. Jangan sampai niat mau cetak personal record malah bikin kesehatan pencernaan kamu terganggu!
(TIN)