FITNESS & HEALTH
Habis Makan Jangan Langsung Duduk, Coba Jalan Kaki Beberapa Menit
A. Firdaus
Selasa 01 September 2026 / 09:09
- Jalan kaki atau aktivitas fisik ringan beberapa menit setelah makan dikaitkan dengan kadar gula darah lebih rendah. Simak manfaat dan waktunya.
- Selain membiasakan diri bergerak secara berkala sepanjang hari, aktivitas fisik ringan juga bisa dilakukan dalam 30 menit setelah makan.
- Meski terlihat sederhana, jalan kaki singkat bukan berarti bisa menggantikan pengobatan diabetes.
Jakarta: Setelah makan, rasanya memang paling nikmat duduk santai atau rebahan. Namun, kalau punya kebiasaan tersebut, sesekali coba sempatkan waktu untuk bergerak.
Pasalnya, berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik ringan selama beberapa menit setelah makan dapat membantu mengendalikan kenaikan kadar gula darah.
Temuan tersebut berasal dari tinjauan terhadap 31 penelitian yang melibatkan 573 orang dewasa. Peserta penelitian terdiri dari orang sehat, individu dengan pradiabetes, hingga mereka yang mengalami diabetes tipe 2.
Hasil tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine menunjukkan aktivitas fisik singkat berkaitan dengan kadar gula darah dan insulin setelah makan yang lebih rendah dibandingkan dengan duduk dalam waktu lama tanpa jeda.
Aktivitas yang diteliti dalam berbagai penelitian tersebut ternyata tidak harus berupa olahraga berat.
Para peneliti mengamati aktivitas fisik singkat dengan durasi maksimal 10 menit yang dilakukan setidaknya dua kali sehari, dengan jeda minimal 30 menit.
Jenis aktivitasnya pun cukup beragam, mulai dari:
- Jalan kaki
- Bersepeda
- Latihan tangan
- Tai chi
- Yoga
- Latihan kekuatan ringan, seperti heel raises
Dari berbagai aktivitas tersebut, manfaat paling terlihat pada peserta yang bergerak setidaknya setiap 30 menit dan mereka yang memilih berjalan kaki.
Sebaliknya, sekadar berdiri setiap satu jam tidak menunjukkan manfaat yang sama terhadap kadar gula darah.
Ahli gizi yang berfokus pada diabetes, Erin Palinski-Wade, RD, CDCE, menjelaskan aktivitas fisik membuat otot lebih mudah mengambil gula dari aliran darah.
Artinya, ketika tubuh bergerak, otot membutuhkan energi dan dapat menggunakan glukosa sebagai salah satu sumber energi.
Karena itu, aktivitas ringan yang dilakukan beberapa kali sepanjang hari berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Aktivitas tersebut juga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk sesi olahraga formal.
Buat yang waktunya terbatas, Palinski-Wade menyarankan gerakan sederhana selama satu hingga lima menit, seperti naik turun tangga, melakukan squat, atau berjalan di tempat.
Jadi, tidak punya waktu olahraga bukan berarti harus seharian mager.
Selain membiasakan diri bergerak secara berkala sepanjang hari, aktivitas fisik ringan juga bisa dilakukan dalam 30 menit setelah makan.
Penelitian sebelumnya menunjukkan berjalan segera setelah makan dapat membantu pengelolaan gula darah pada orang dengan diabetes.
Ahli endokrinologi sekaligus profesor klinis kedokteran di NYU Langone Health, Rachel Pessah-Pollack, MD, mengatakan temuan tersebut sejalan dengan rekomendasi American Diabetes Association untuk memutus periode duduk terlalu lama setidaknya setiap 30 menit.
Kebiasaan sederhana seperti berjalan sebentar setelah makan pun bisa menjadi pilihan bagi orang yang sehari-hari banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk.
Manfaatnya juga berpotensi lebih besar bagi orang dengan pradiabetes atau diabetes tipe 2.
Meski terlihat sederhana, jalan kaki singkat bukan berarti bisa menggantikan pengobatan diabetes.
Orang dengan diabetes tetap perlu mengikuti anjuran dokter, menjaga pola makan, mengonsumsi obat jika diresepkan, serta melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi masing-masing.
Jalan kaki beberapa menit setelah makan lebih tepat dilihat sebagai kebiasaan tambahan yang mudah dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan metabolik.
Jadi, lain kali setelah makan, daripada langsung duduk berlama-lama, coba sempatkan jalan kaki sebentar. Tidak perlu jauh-jauh, yang penting tubuh tidak terus-terusan diam.
(FIR)
Pasalnya, berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik ringan selama beberapa menit setelah makan dapat membantu mengendalikan kenaikan kadar gula darah.
Temuan tersebut berasal dari tinjauan terhadap 31 penelitian yang melibatkan 573 orang dewasa. Peserta penelitian terdiri dari orang sehat, individu dengan pradiabetes, hingga mereka yang mengalami diabetes tipe 2.
Hasil tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine menunjukkan aktivitas fisik singkat berkaitan dengan kadar gula darah dan insulin setelah makan yang lebih rendah dibandingkan dengan duduk dalam waktu lama tanpa jeda.
Tak Perlu Olahraga Lama
Aktivitas yang diteliti dalam berbagai penelitian tersebut ternyata tidak harus berupa olahraga berat.
Para peneliti mengamati aktivitas fisik singkat dengan durasi maksimal 10 menit yang dilakukan setidaknya dua kali sehari, dengan jeda minimal 30 menit.
Jenis aktivitasnya pun cukup beragam, mulai dari:
- Jalan kaki
- Bersepeda
- Latihan tangan
- Tai chi
- Yoga
- Latihan kekuatan ringan, seperti heel raises
Dari berbagai aktivitas tersebut, manfaat paling terlihat pada peserta yang bergerak setidaknya setiap 30 menit dan mereka yang memilih berjalan kaki.
Sebaliknya, sekadar berdiri setiap satu jam tidak menunjukkan manfaat yang sama terhadap kadar gula darah.
Kenapa Jalan Kaki Bisa Membantu?
Ahli gizi yang berfokus pada diabetes, Erin Palinski-Wade, RD, CDCE, menjelaskan aktivitas fisik membuat otot lebih mudah mengambil gula dari aliran darah.
Artinya, ketika tubuh bergerak, otot membutuhkan energi dan dapat menggunakan glukosa sebagai salah satu sumber energi.
Karena itu, aktivitas ringan yang dilakukan beberapa kali sepanjang hari berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Aktivitas tersebut juga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk sesi olahraga formal.
Buat yang waktunya terbatas, Palinski-Wade menyarankan gerakan sederhana selama satu hingga lima menit, seperti naik turun tangga, melakukan squat, atau berjalan di tempat.
Jadi, tidak punya waktu olahraga bukan berarti harus seharian mager.
Waktu Terbaiknya Kapan?
Selain membiasakan diri bergerak secara berkala sepanjang hari, aktivitas fisik ringan juga bisa dilakukan dalam 30 menit setelah makan.
Penelitian sebelumnya menunjukkan berjalan segera setelah makan dapat membantu pengelolaan gula darah pada orang dengan diabetes.
Ahli endokrinologi sekaligus profesor klinis kedokteran di NYU Langone Health, Rachel Pessah-Pollack, MD, mengatakan temuan tersebut sejalan dengan rekomendasi American Diabetes Association untuk memutus periode duduk terlalu lama setidaknya setiap 30 menit.
Kebiasaan sederhana seperti berjalan sebentar setelah makan pun bisa menjadi pilihan bagi orang yang sehari-hari banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk.
Manfaatnya juga berpotensi lebih besar bagi orang dengan pradiabetes atau diabetes tipe 2.
Bukan Pengganti Obat Diabetes
Meski terlihat sederhana, jalan kaki singkat bukan berarti bisa menggantikan pengobatan diabetes.
Orang dengan diabetes tetap perlu mengikuti anjuran dokter, menjaga pola makan, mengonsumsi obat jika diresepkan, serta melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi masing-masing.
Jalan kaki beberapa menit setelah makan lebih tepat dilihat sebagai kebiasaan tambahan yang mudah dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan metabolik.
Jadi, lain kali setelah makan, daripada langsung duduk berlama-lama, coba sempatkan jalan kaki sebentar. Tidak perlu jauh-jauh, yang penting tubuh tidak terus-terusan diam.
(FIR)