FITNESS & HEALTH
Sering Muncul Memar Tanpa Sebab? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Fatha Annisa
Selasa 28 Juli 2026 / 19:00
- Mudah memar ternyata tidak selalu disebabkan kulit sensitif atau benturan ringan, tetapi juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu.
- Dokter spesialis dermatologi mengingatkan bahwa memar yang sering muncul tanpa penyebab yang jelas sebaiknya tidak dianggap sepele.
- Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai penyebab sehingga perlu diperiksa ke dokter.
Jakarta: Memar kerap terjadi setelah seseorang tanpa sadar membentur furnitur, terpeleset, atau mengalami benturan dengan benda tertentu. Namun, ada sebagian orang yang lebih mudah mengalami memar, meski hanya karena benturan kecil saja.
Pertanyaan utamanya, apakah kondisi tersebut masih tergolong wajar?
Memar merupakan bercak kemerahan, keunguan, atau kebiruan pada kulit akibat mengalami cedera. Saat memar muncul, tidak sedikit orang menganggap dirinya ceroboh atau memiliki kulit yang sensitif. Padahal penyebabnya bisa lebih kompleks.
Seorang dokter spesialis dermatologi, Dr. Rashmi Sharma, menjelaskan memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah sehingga darah merembes ke jaringan di sekitarnya.
Meskipun wajar terjadi, Rashmi mengingatkan untuk tidak menganggap sepele memar yang muncul tanpa penyebab jelas tidak karena dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang mendasarinya.
Hal ini terjadi karena obat-obat tersebut berisiko menghambat proses pembekuan darah.
Karena itu, kekurangan vitamin C dan K dapat melemahkan pembuluh darah dan mengganggu proses pembekuan darah sehingga memar lebih mudah terbentuk.
Hati memproduksi sebagian besar faktor pembekuan darah. Jika fungsi hati terganggu (misalnya akibat sirosis atau hepatitis kronis), produksi faktor pembekuan dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah mengalami memar atau perdarahan.
Sementara itu, penyakit seperti hemofilia atau von Willebrand disease membuat darah lebih sulit membeku, sehingga benturan ringan pun dapat menyebabkan memar yang lebih besar atau lebih lama hilang.
Oleh karenanya, jika memar sering muncul tanpa benturan yang diingat atau disertai perdarahan lain, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Pertanyaan utamanya, apakah kondisi tersebut masih tergolong wajar?
Memar merupakan bercak kemerahan, keunguan, atau kebiruan pada kulit akibat mengalami cedera. Saat memar muncul, tidak sedikit orang menganggap dirinya ceroboh atau memiliki kulit yang sensitif. Padahal penyebabnya bisa lebih kompleks.
Seorang dokter spesialis dermatologi, Dr. Rashmi Sharma, menjelaskan memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah sehingga darah merembes ke jaringan di sekitarnya.
Meskipun wajar terjadi, Rashmi mengingatkan untuk tidak menganggap sepele memar yang muncul tanpa penyebab jelas tidak karena dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang mendasarinya.
| Baca juga: Bukan Dipijat, Ini Cara Menyebuhkan Luka Memar |
Penyebab Seseorang Mudah Memar
Melansir Hindustan Times, beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami memar antara lain:1. Bertambahnya usia
Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih mudah pecah saat mengalami benturan, meskipun benturan kecil saja.2. Efek obat-obatan tertentu
Seseorang lebih mudah mengalami memar juga bisa disebabkan oleh konsumsi sejumlah obat, seperti obat pengencer darah, aspirin, kortikosteroid, serta suplemen seperti minyak ikan (fish oil) dan ginkgo biloba.Hal ini terjadi karena obat-obat tersebut berisiko menghambat proses pembekuan darah.
3. Kekurangan nutrisi
Faktor selanjutnya adalah kekurangan vitamin, khususya vitamin C dan vitamin K. Vitamin C diperlukan untuk pembentukan kolagen, yaitu protein yang menjaga kekuatan kulit, pembuluh darah, tendon, dan jaringan ikat, sedangkan Vitamin K berperan penting dalam pembentukan beberapa faktor pembekuan darah di hati.| Baca juga: Cara Obati Memar & Trauma di Rumah, Akibat Kecelakaan Kereta Bekasi |
Karena itu, kekurangan vitamin C dan K dapat melemahkan pembuluh darah dan mengganggu proses pembekuan darah sehingga memar lebih mudah terbentuk.
4. Penyakit tertentu
Pada sebagian kasus, mudah memar tanpa sebab yang jelas juga bisa berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan pembekuan darah, kelainan trombosit, atau penyakit hati.Hati memproduksi sebagian besar faktor pembekuan darah. Jika fungsi hati terganggu (misalnya akibat sirosis atau hepatitis kronis), produksi faktor pembekuan dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah mengalami memar atau perdarahan.
Sementara itu, penyakit seperti hemofilia atau von Willebrand disease membuat darah lebih sulit membeku, sehingga benturan ringan pun dapat menyebabkan memar yang lebih besar atau lebih lama hilang.
Oleh karenanya, jika memar sering muncul tanpa benturan yang diingat atau disertai perdarahan lain, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)