FITNESS & HEALTH
Jangan Abaikan, 4 Dampak Kenakan Pakaian Ketat untuk Waktu Lama
Mia Vale
Minggu 19 Februari 2023 / 11:00
Jakarta: Fesyen adalah tentang tren dan juga tentang gaya pribadi. Banyak orang lebih suka pakaian ketat karena membuat mereka merasa atau terlihat lebih baik. Pakaian ketat juga lebih disukai selama aktivitas seperti berenang atau bersepeda.
Namun, pakaian dengan ukuran ketat memiliki kekurangan tersendiri bagi kesehatan dan penting untuk mempertimbangkannya.
Sebagai contoh, pakaian yang sangat ketat dapat memberi tekanan pada perut dan usus yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah pencernaan. Jika pakaian meninggalkan bekas merah atau bekas tekanan pada kulit atau membuat sulit bernapas, kamu harus menghindari pemakaiannya.
Pendiri dan kepala dokter kulit di DNA Skin Clinic, Dr Priyanka Reddy, menjelaskan kepada Hindustan Times tentang efek pakaian ketat pada kulit yang paling umum.
.jpg)
(Memakai pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal dan infeksi jamur. Foto: Ilustrasi/Dok. Freepik.com)
Pakaian ketat dapat bergesekan dengan kulit, menyebabkan iritasi dan lecet, terutama di area kulit bergesekan, seperti paha bagian dalam atau ketiak.
Pakaian ketat yang terbuat dari serat sintetis dan tidak memungkinkan kulit untuk bernapas dapat menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap. Hal ini tentu ideal untuk pertumbuhan jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi seperti jock itch atau kutu air.
Pakaian ketat dapat memerangkap keringat dan minyak pada kulit, yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat terutama di area punggung atas.
Mengenakan celana/rok berikat yang ketat dapat menyebabkan sensitivitas kulit, kemerahan, menghalangi aliran darah dan dalam jangka waktu tertentu, meninggalkan bekas di sekitar pinggang. Sirkulasi darah terganggu saat mengenakan pakaian ketat lainnya seperti korset atau blus.
"Penting untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan memungkinkan kulit untuk bernapas," 'imbuh Dr Reddy.
Jika mengalami iritasi kulit atau rasa tidak nyaman akibat pakaian ketat, coba pertimbangkan untuk mengenakan pakaian yang lebih longgar atau pakaian yang terbuat dari serat alami, seperti katun. Hindari kain sintetis seperti nilon, resin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Namun, pakaian dengan ukuran ketat memiliki kekurangan tersendiri bagi kesehatan dan penting untuk mempertimbangkannya.
Sebagai contoh, pakaian yang sangat ketat dapat memberi tekanan pada perut dan usus yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah pencernaan. Jika pakaian meninggalkan bekas merah atau bekas tekanan pada kulit atau membuat sulit bernapas, kamu harus menghindari pemakaiannya.
Pendiri dan kepala dokter kulit di DNA Skin Clinic, Dr Priyanka Reddy, menjelaskan kepada Hindustan Times tentang efek pakaian ketat pada kulit yang paling umum.
.jpg)
(Memakai pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal dan infeksi jamur. Foto: Ilustrasi/Dok. Freepik.com)
1. Iritasi dan lecet
Pakaian ketat dapat bergesekan dengan kulit, menyebabkan iritasi dan lecet, terutama di area kulit bergesekan, seperti paha bagian dalam atau ketiak.
2. Infeksi jamur
Pakaian ketat yang terbuat dari serat sintetis dan tidak memungkinkan kulit untuk bernapas dapat menciptakan lingkungan yang hangat dan lembap. Hal ini tentu ideal untuk pertumbuhan jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi seperti jock itch atau kutu air.
3. Jerawat
Pakaian ketat dapat memerangkap keringat dan minyak pada kulit, yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat terutama di area punggung atas.
4. Peredaran darah yang buruk
Mengenakan celana/rok berikat yang ketat dapat menyebabkan sensitivitas kulit, kemerahan, menghalangi aliran darah dan dalam jangka waktu tertentu, meninggalkan bekas di sekitar pinggang. Sirkulasi darah terganggu saat mengenakan pakaian ketat lainnya seperti korset atau blus.
"Penting untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan memungkinkan kulit untuk bernapas," 'imbuh Dr Reddy.
Jika mengalami iritasi kulit atau rasa tidak nyaman akibat pakaian ketat, coba pertimbangkan untuk mengenakan pakaian yang lebih longgar atau pakaian yang terbuat dari serat alami, seperti katun. Hindari kain sintetis seperti nilon, resin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)