FITNESS & HEALTH

Masker untuk Covid-19, Flu, dan Polusi, Bagaimana Cara Memilih yang Terbaik?

Mia Vale
Senin 21 November 2022 / 19:00
Jakarta: Selama beberapa bulan terakhir, beberapa negara telah mencatat penurunan kasus covid-19. Sementara beberapa otoritas kesehatan dan pejabat pemerintah telah mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya pandemi. Namun para ahli memperingatkan potensi 'triplemik' yang mencakup infeksi simultan covid-19, flu, dan virus pernapasan syncytial (RSV). 

Selain itu, kualitas udara yang buruk juga meningkatkan risiko memburuknya kesehatan paru-paru, oleh karena itu penggunaan masker menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Seperti yang dikabarkan dari laman Times of India, tripledemic tahun 2022 menggambarkan kemungkinan tertular covid-19, flu, dan respiratory syncytial virus (RSV), semuanya pada waktu yang bersamaan. 

Menurut beberapa laporan AS, ketiga virus pernapasan itu mendatangkan malapetaka di banyak bagian negara. Mengingat kemungkinan adanya tripledemik, penting bagi kita untuk tetap mengenakan masker yang pas agar memberi perlindungan maksimal. Dan semua itu tergantung pada jenis masker yang dipilih.
 

Pilih masker terbaik!


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, masker adalah alat kesehatan masyarakat yang penting untuk mencegah penyebaran covid-19, dan penting untuk diingat bahwa masker apa pun lebih baik daripada tidak menggunakan masker. Badan kesehatan merekomendasikan untuk memakai masker yang tidak hanya pas, tetapi juga dipakai secara konsisten.


(Cara memilih masker yang tepat yaitu pastikan hidung, mulut, dan dagu tertutup seluruhnya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Berikut masker wajah berdasar tingkat perlindungan yang diberikan:

- Masker wajah paling protektif: N95 dan respirator lain yang disetujui oleh Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Perlindungan hebat: KN95 dan/atau masker bedah sekali pakai yang pas
- Beberapa tingkat perlindungan: Produk anyaman halus berlapis
- Perlindungan paling rendah: Produk kain tenun longgar
 

Masker untuk polusi


Kualitas udara yang buruk tidak hanya membuat kita sulit bernapas, tetapi juga berdampak pada kesehatan paru-paru dan membuat terkena beberapa masalah kesehatan. Konon, masker yang melindungi dari flu dan covid-19 juga dapat melindungi dari polusi. Masker respirator N95 dan masker FFP1 dianggap sebagai masker antipolusi terbaik. 

Ini mengandung katup pernapasan di dalamnya yang secara efektif membatasi penghirupan polutan udara. Namun, beberapa ahli juga percaya bahwa masker bedah sekali pakai bisa menjadi pilihan yang baik, mengingat masker ini menutupi hidung secara efisien dan berada di bawah dagu serta tidak memiliki ujung yang longgar.
 

Cara memakai masker juga penting


Dalam hal melindungi diri dari covid-19, flu, atau virus pernapasan lainnya, memakai masker saja tidak cukup. Pastikan kalau masker terpasang dengan baik, menutupi hidung dan mulut, bersih dan tidak basah. Selain itu, jangan memakai masker yang membuat sulit bernapas.

Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk memakai masker dengan benar:

- Pastikan masker tidak bocor, tidak boleh ada area terbuka di bagian atas, bawah, atau samping masker
- Bersihkan tangan sebelum menyentuh masker
- Hanya menyentuh lapisan luar masker
- Dorong bagian hidung logam ke bawah agar pas dengan hidung
 

Kapan membuang masker?


Menurut para ahli, masker medis jika dipakai dengan benar akan efektif selama delapan jam. Masker apa pun yang kotor, basah, atau telah dipakai oleh orang lain, dengan atau tanpa infeksi, tidak boleh dipakai lagi. 

Jika masker masih utuh dan tidak sobek, dapat digunakan kembali selama tiga hari. Jika menggunakan masker N95, dapat disimpan dalam kantong kertas atau plastik dan menggunakannya kembali. Namun, jika tidak dapat menghirup masker bekas pakai, segera buang.
(TIN)

MOST SEARCH