FITNESS & HEALTH

Ini Beberapa Alasan Laju Vaksinasi Lansia Berjalan Lambat

Raka Lestari
Rabu 16 Februari 2022 / 18:18
Jakarta: Seseorang yang sudah memasuki lanjut usia (Lansia) merupakan kelompok masyarakat yang sangat rentan jika terinfeksi covid-19. Sekalipun itu adalah Covid-19 Varian Omicron yang dianggap lebih ringan dibandingkan varian lainnya.

Untuk itu, vaksinasi pada lansia harus segera dipercepat. Namun sayangnya, laju vaksinasi untuk kelompok lansia masih tergolong lambat.

“Lansia ini sudah dimulai vaksinasinya sejak Februari 2021. Berbagai upaya telah dilakukan,” kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., dalam Keterangan Pers pada Rabu 16 Februari 2022.

Mulai dari penjemputan lansia, kemudian mendorong lansia untuk bisa mendapatkan vaksinasi bersama dengan anggota keluarganya yang non lansia, lalu melakukan vaksinasi door-to-door, melaksanakan vaksinasi berbasis adat, hingga melakukan vaksinasi secara mobile.

“Kami juga mengajak berbagai organisasi keagamaan untuk mendorong para lansia mendapatkan vaksinasi. Bahkan pelaksanaan vaksinasi saat malam hari pada lansia setelah melakukan aktivitas ibadah Ramadan juga sudah dilakukan,” tutur dr. Nadia.

Hanya saja memang, menurut dr. Nadia masih banyak lansia yang memiliki persepsi yang salah. Seperti misalnya, keyakinan bahwa lansia punya komorbid maka sebaiknya tidak perlu divaksinasi karena nanti akan meningkatkan risiko. Hal ini sebenarnya merupakan persepsi yang salah.

“Kemudian ada banyak juga ternyata lansia yang takut disuntik. Jadi bukan hanya anak-anak saja tapi ada juga lansia yang memang tidak mau disuntik. Ada beberapa hal yang menjadi tantangan,” ungkap dr. Nadia.

Walaupun memang, menurut dr. Nadia, pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi pada lansia. Kemudian meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan vaksinasi pada lansia ini, serta mencari inovasi-inovasi atau terobosan untuk percepatan vaksinasi lansia.

Selain itu, mengenai kenaikan kasus covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini, pemerintah juga sampai saat ini masih belum memutuskan kebijakan apakah akan melakukan pengetatan atau tidak. Pada prinsipnya, kebijakan yang diambil adalah sesuai dengan situasi yang ada.

“Jadi kita akan terus melakukan evaluasi dan perkembangan selanjutnya dengan memonitor kondisi-kondisi berikutnya sehingga betul-betul kebijakan itu akan mengendalikan laju penularan dan mencegah kematian,” tutup dr. Nadia.
(FIR)

MOST SEARCH