FITNESS & HEALTH
Gak Cuma Fisik, AAP Minta Dokter Anak Lebih Aware sama Mental Health
Yatin Suleha
Senin 01 Juni 2026 / 19:12
- Kesehatan fisik dan mental anak itu ibarat dua sisi koin yang gak bisa dipisahkan.
- Ini yang bikin American Academy of Pediatrics (AAP) meminta para dokter anak buat lebih peduli pada kesehatan mental.
- AAP minta dokter anak lebih peduli kesehatan mental, bukan cuma periksa fisik.
Jakarta: Kesehatan fisik dan mental anak itu ibarat dua sisi koin yang gak bisa dipisahkan. Ini yang bikin American Academy of Pediatrics (AAP) meminta para dokter anak buat lebih peduli pada kesehatan mental dan emosional pasien kecil mereka sejak dini, bukan cuma fokus nyembuhin batuk-pilek atau demam aja.
Karena dokter anak adalah orang yang paling sering mantau tumbuh kembang anak, peran mereka penting banget.
Lewat rekomendasi terbarunya, AAP mengajak para dokter menerapkan perawatan menyeluruh yang mendukung psikologis anak.
Tujuannya, supaya penanganan kesehatan mental bisa dilakukan secara maksimal di klinik atau rumah sakit setiap harinya.
.jpg)
(Selain membahas anak, laporan ini juga mengingatkan bahwa orang tua membutuhkan dukungan emosional, selama menjalani proses pengasuhan yang tidak mudah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
AAP meminta dokter anak untuk lebih aktif memerhatikan kondisi emosional anak melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga dukungan preventif sebelum masalah menjadi lebih serius.
Dilansir dari Parents, berikut adalah rekomendasi yang disarankan untuk dokter anak.
1. Memfokuskan perhatian pada perkembangan mental dan emosional lewat proses diagnosis, pengobatan, dan skrining
2. Menggunakan pendekatan berbasis kekuatan, untuk membantu anak menghadapi tantangan mental dan emosional
3. Bekerja sama dengan keluarga, sekolah, dan komunitas
4. Mengutamakan pencegahan dalam menjaga kesehatan mental anak
5. Menangani masalah emosional tanpa menghakimi
6. Mengatasi ketidaksetaraan, diskriminasi, dan rasisme dalam layanan kesehatan mental
7. Menggunakan pendekatan, yang peka terhadap trauma dan anti-rasisme dalam praktik medis
Menurut Sahar Rahim, DO, dokter anak di Tufts Medical Center laporan ini menjadi pengingat penting, bahwa dokter anak bukan hanya bertugas mengobati, tetapi juga membantu membangun kesejahteraan emosional anak sejak awal.
Ia juga menilai laporan tersebut sangat menekankan pentingnya pola asuh positif, yang saat ini semakin banyak diterapkan keluarga modern.
Dr. Rahim mengatakan pendekatan baru ini membantu mengubah cara pandang terhadap kesehatan mental anak.
Fokusnya bukan lagi hanya mencari masalah atau kekurangan anak, tetapi juga melihat kemampuan alami, yang dimiliki mereka untuk bertahan dan berkembang.
Pendekatan tersebut dianggap sebagai perubahan besar dari pola pikir “apa yang salah” menjadi “apa yang benar”, sehingga anak didorong untuk membangun ketahanan diri, lewat pengalaman positif dan dukungan yang sehat.
Selain membahas anak, laporan ini juga mengingatkan bahwa orang tua membutuhkan dukungan emosional, selama menjalani proses pengasuhan yang tidak mudah.
“Tekankan kekuatan orang tua. Mengasuh anak adalah salah satu pekerjaan tersulit di dunia, namun kita jarang mendengar pujian atas perjuangan tanpa henti ini."
"Sedikit pengakuan dari seorang profesional yang dipercaya dapat sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri dan memperkuat pola asuh yang baik di rumah,” kata dr. Rahim.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Karena dokter anak adalah orang yang paling sering mantau tumbuh kembang anak, peran mereka penting banget.
Lewat rekomendasi terbarunya, AAP mengajak para dokter menerapkan perawatan menyeluruh yang mendukung psikologis anak.
Tujuannya, supaya penanganan kesehatan mental bisa dilakukan secara maksimal di klinik atau rumah sakit setiap harinya.
Rekomendasi penting dari AAP untuk dokter anak
.jpg)
(Selain membahas anak, laporan ini juga mengingatkan bahwa orang tua membutuhkan dukungan emosional, selama menjalani proses pengasuhan yang tidak mudah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
AAP meminta dokter anak untuk lebih aktif memerhatikan kondisi emosional anak melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga dukungan preventif sebelum masalah menjadi lebih serius.
Dilansir dari Parents, berikut adalah rekomendasi yang disarankan untuk dokter anak.
1. Memfokuskan perhatian pada perkembangan mental dan emosional lewat proses diagnosis, pengobatan, dan skrining
2. Menggunakan pendekatan berbasis kekuatan, untuk membantu anak menghadapi tantangan mental dan emosional
3. Bekerja sama dengan keluarga, sekolah, dan komunitas
4. Mengutamakan pencegahan dalam menjaga kesehatan mental anak
5. Menangani masalah emosional tanpa menghakimi
6. Mengatasi ketidaksetaraan, diskriminasi, dan rasisme dalam layanan kesehatan mental
7. Menggunakan pendekatan, yang peka terhadap trauma dan anti-rasisme dalam praktik medis
Pendekatan baru, fokus pada kekuatan anak
Menurut Sahar Rahim, DO, dokter anak di Tufts Medical Center laporan ini menjadi pengingat penting, bahwa dokter anak bukan hanya bertugas mengobati, tetapi juga membantu membangun kesejahteraan emosional anak sejak awal.
Ia juga menilai laporan tersebut sangat menekankan pentingnya pola asuh positif, yang saat ini semakin banyak diterapkan keluarga modern.
Dr. Rahim mengatakan pendekatan baru ini membantu mengubah cara pandang terhadap kesehatan mental anak.
Fokusnya bukan lagi hanya mencari masalah atau kekurangan anak, tetapi juga melihat kemampuan alami, yang dimiliki mereka untuk bertahan dan berkembang.
Pendekatan tersebut dianggap sebagai perubahan besar dari pola pikir “apa yang salah” menjadi “apa yang benar”, sehingga anak didorong untuk membangun ketahanan diri, lewat pengalaman positif dan dukungan yang sehat.
Orang tua juga butuh dukungan
Selain membahas anak, laporan ini juga mengingatkan bahwa orang tua membutuhkan dukungan emosional, selama menjalani proses pengasuhan yang tidak mudah.
“Tekankan kekuatan orang tua. Mengasuh anak adalah salah satu pekerjaan tersulit di dunia, namun kita jarang mendengar pujian atas perjuangan tanpa henti ini."
"Sedikit pengakuan dari seorang profesional yang dipercaya dapat sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri dan memperkuat pola asuh yang baik di rumah,” kata dr. Rahim.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)