FAMILY

No More Berantakan! Tips 'Menjinakkan' Balita yang Suka Lempar Makanan

Yatin Suleha
Minggu 29 Maret 2026 / 15:30
Ringkasnya gini..
  • Waktu makan bersama balita sering kali berubah menjadi momen penuh kejutan.
  • Baru saja meja dibersihkan, tiba-tiba potongan sayur melayang ke lantai, nasi berhamburan, atau mangkuk hampir terbalik.
  • Berikut adalah lima cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi aksi lempar makanan sekaligus menjaga waktu makan tetap positif.
Jakarta: Waktu makan bersama balita sering kali berubah menjadi momen penuh kejutan. Baru saja meja dibersihkan, tiba-tiba potongan sayur melayang ke lantai, nasi berhamburan, atau mangkuk hampir terbalik.

Fase melempar makanan memang umum terjadi pada balita dan sering membuat orang tua merasa lelah sekaligus kesal.

Namun di balik kekacauan itu, sebenarnya ada proses belajar yang sedang berlangsung. Balita sedang mengeksplorasi sebab-akibat, menguji batasan, sekaligus menunjukkan bahwa mereka mungkin sudah kenyang atau bosan.




Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah lima cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi aksi lempar makanan balita sekaligus menjaga waktu makan tetap positif:
 

1. Dampingi saat waktu makan


Duduk bersama balita selama makan dapat membantu mengurangi aksi lempar-lempar makanan. Ketika terlihat tanda-tanda ingin melempar, berikan respons tegas namun tenang seperti mengatakan bahwa makanan tidak untuk dilempar. Jika perlu, tahan piring dengan lembut agar tidak terangkat.

Kebiasaan makan bersama juga memberi manfaat lain, seperti membantu perkembangan bahasa, komunikasi, serta membiasakan cara makan yang aman. Anak bisa diajak mengunyah dengan baik sebelum menelan agar tidak tersedak.
 

2. Gunakan peralatan makan yang ramah balita




(Pilih sendok dan garpu dengan gagang tebal/pendek yang mudah digenggam tangan mungil, serta ujung tumpul untuk keamanan. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Hindari penggunaan piring atau mangkuk berbahan mudah pecah. Pilih peralatan khusus balita yang lebih aman, misalnya piring dengan alas cangkir hisap yang menempel di meja atau nampan kursi makan. Ini membantu mencegah piring mudah terangkat.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa alat tersebut tidak sepenuhnya mencegah balita yang penasaran untuk mencoba melepaskannya.

Untuk minuman, gunakan gelas bertutup dengan sedotan agar tumpahan lebih minim. Gelas bisa diberikan saat ingin minum lalu disimpan kembali di luar jangkauan setelahnya.
 

3. Sajikan dalam porsi kecil


Memberikan makanan dalam jumlah sedikit membantu mengurangi potensi makanan terbuang dan membatasi “amunisi” untuk dilempar. Tambahkan porsi secara bertahap setelah makanan sebelumnya habis.

Sebagian besar balita mulai melempar makanan saat sudah kenyang atau bosan. Jadi, aksi melempar bisa menjadi tanda bahwa waktu makan sudah selesai.

Sebelum mengakhiri makan, ingatkan dengan kalimat sederhana seperti bahwa makanan untuk dimakan, bukan dilempar. Setelah itu, akhiri waktu makan dengan tenang.

Jika sudah dinyatakan selesai, hindari memberikan makanan tambahan hingga jadwal makan atau camilan berikutnya. Konsistensi membantu balita memahami bahwa melempar bukan cara untuk meminta makanan baru atau mengakhiri makan.
 

4. Berikan makan saat benar-benar lapar


Waktu makan akan lebih efektif ketika balita memang sedang merasa lapar. Jika terlalu banyak camilan sebelumnya, kemungkinan bosan dan bermain makanan bisa meningkat. Menjaga jadwal makan yang teratur membantu mengurangi perilaku tersebut.



 

5. Tetap tenang saat makanan jatuh


Potongan roti atau serpihan keju yang jatuh ke lantai memang menyebalkan, tetapi kejadian kecil seperti itu masih wajar dalam tahap belajar makan mandiri.

Melihat situasi dengan sudut pandang yang lebih santai membantu menjaga suasana tetap positif. Semua orang, termasuk orang dewasa, pernah menjatuhkan makanan.

 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH