FITNESS & HEALTH

Penyebab Terjadinya TBC

Sunnaholomi Halakrispen
Kamis 08 Oktober 2020 / 15:43
Jakarta: Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit yang menyerang paru-paru, mengganggu pernapasan. Ada sejumlah penyebab terjadinya penyakit ini.

Dikutip dari Mayo Clinic, tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari orang ke orang, melalui tetesan mikroskopis yang dilepaskan ke udara. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang (dengan bentuk tuberkulosis aktif yang tidak diobati) batuk, berbicara, bersin, meludah, tertawa, atau bernyanyi.

Meski tuberkulosis menular, penyakit ini tidak mudah tertular. Kamu jauh lebih mungkin tertular tuberkulosis dari seseorang yang tinggal denganmu atau bekerja dengan kamu daripada dari orang asing.

Akan tetapi ada hal menarik lainnya. Kebanyakan orang dengan TB aktif yang telah menjalani pengobatan yang tepat selama setidaknya dua minggu, tidak lagi menular.

Di sisi lain, sejak tahun 1980-an, jumlah kasus tuberkulosis meningkat drastis karena penyebaran HIV, virus penyebab AIDS. Infeksi HIV menekan sistem kekebalan, sehingga tubuh sulit mengontrol bakteri TBC.

Akibatnya, orang dengan HIV lebih mungkin terkena TB dan berkembang dari penyakit laten menjadi penyakit aktif. Tentunya, dibandingkan dengan orang yang tidak HIV positif.

Alasan lain mengapa tuberkulosis tetap menjadi pembunuh utama adalah peningkatan strain bakteri yang resistan terhadap obat. Sejak antibiotik pertama digunakan untuk melawan tuberkulosis lebih dari 60 tahun yang lalu, beberapa kuman TBC telah mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup. Meskipun sudah diobati, kemampuan itu diteruskan ke keturunannya.

Jenis tuberkulosis yang kebal obat muncul ketika antibiotik gagal membunuh semua bakteri yang menjadi targetnya. Bakteri yang bertahan menjadi resisten terhadap obat tertentu dan seringkali juga antibiotik lain.

Beberapa bakteri TB telah mengembangkan resistansi terhadap pengobatan yang paling umum digunakan, seperti isoniazid dan rifampisin. Beberapa jenis TB juga telah mengembangkan resistansi terhadap obat yang jarang digunakan dalam pengobatan TB.

Di antaranya, antibiotik yang dikenal sebagai fluoroquinolon, dan obat suntik termasuk amikasin dan kapreomisin (Capastat). Obat-obatan ini sering digunakan untuk mengobati infeksi yang resisten terhadap obat yang lebih umum digunakan.
(FIR)

MOST SEARCH