FITNESS & HEALTH
Masih Meningkat, Flu Super atau Hanya Pilek Biasa? Inilah Gejala Utama yang Perlu Diketahui
Mia Vale
Minggu 11 Januari 2026 / 14:07
Jakarta: Istilah superflu sedang marak diperbincangkan, di mana adanya gelombang kasus influenza musiman yang meningkat dan disebabkan oleh varian virus influenza A(H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, sedikitnya ada 62 kasus super flu influenza A (H3N2) subclade K yang sudah terkonfirmasi. Faktanya, tak hanya Indonesia, di Inggris pun kasus superflu ini terus meningkat.
Dan mereka sulit untuk membedakan superflu dengan pilek biasa. Nah, dengan memahami perbedaan utama dalam gejala, sangat penting untuk melindungi kesehatan kamu selama bulan-bulan cuaca dingin atau musim penghujan. Berikut yang perlu kamu ketahui!
Pilek dan flu sama-sama penyakit pernapasan, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. “Pilek disebabkan oleh virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab paling umum,” jelas dr Naveed Asif, dokter umum di The London General Practice, kepada Independent.
Sedangkan, flu secara khusus disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B. Artinya, mungkin saja seseorang terkena pilek dan flu secara bersamaan.
Keduanya mencapai puncaknya selama cuaca dingin dan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat kamu rentan terhadap infeksi lebih lanjut.
Pada prinsipnya, pilek atau flu merupakan penyakit pernapasan yang sangat menular dan menyebar melalui kontak langsung atau tetesan pernapasan.
Penularan terjadi ketika tetesan yang mengandung virus dikeluarkan saat batuk, bersin, atau berbicara, dan mendarat di mulut atau hidung orang di dekatnya. Infeksi juga dapat terjadi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.
.jpg)
(Istilah 'Super Flu' menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kasus influenza dalam waktu singkat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
“Pilek biasanya menyebabkan hidung berair atau tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, batuk ringan, dan kelelahan ringan,” ujar dr Claire Agathou, dokter umum dan salah satu pendiri A–Z General Practice di Rumah Sakit Wellington, bagian dari HCA Healthcare UK.
Sementara flu biasa menyebabkan demam mendadak, kelelahan dan lemas yang parah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, batuk kering, menggigil (merasa kedinginan dan berkeringat), kehilangan nafsu makan, dan terkadang diare.
“Perbedaan utamanya adalah flu cenderung muncul tiba-tiba dan jauh lebih parah, sedangkan gejala pilek lebih ringan dan berkembang lebih bertahap," tambah dr Agathou.
Sedangkan untuk penyembuhan, pilek biasanya sembuh dalam tujuh hingga 10 hari, tetapi pemulihan flu seringkali memakan waktu satu hingga dua minggu, dengan kelelahan terkadang berlangsung lebih lama.
Memang, pilek biasanya ringan dan sembuh sendiri,. Namun, baik pilek maupun flu dapat menyebabkan komplikasi seperti sinusitis, infeksi telinga, infeksi dada, dan memburuknya kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Flu bisa menyebabkan pneumonia, rawat inap di rumah sakit, dan penyakit serius pada kelompok rentan. Jadi, penting untuk segera menghubungi dokter dan mendiskusikan gejala jika kamu merasa tidak enak badan atau khawatir tentang gejala yang dirasakan.
Namun ada baiknya kamu mencegah sakit flu. Perlindungan paling efektif terhadap flu adalah vaksin flu tahunan, terutama untuk kelompok rentan.
Tapi langkah pencegahan utamaa yang tidak bisa diabaikan adalah mencuci tangan secara teratur dan tetap di rumah saat sakit.
Hindari menyentuh wajah, menutup mulut saat batuk dan bersin, dan memastikan ruang dalam ruangan berventilasi baik. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Di Indonesia sendiri, sedikitnya ada 62 kasus super flu influenza A (H3N2) subclade K yang sudah terkonfirmasi. Faktanya, tak hanya Indonesia, di Inggris pun kasus superflu ini terus meningkat.
Dan mereka sulit untuk membedakan superflu dengan pilek biasa. Nah, dengan memahami perbedaan utama dalam gejala, sangat penting untuk melindungi kesehatan kamu selama bulan-bulan cuaca dingin atau musim penghujan. Berikut yang perlu kamu ketahui!
Penyebab flu dan pilek, serta penyebarannya
Pilek dan flu sama-sama penyakit pernapasan, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. “Pilek disebabkan oleh virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab paling umum,” jelas dr Naveed Asif, dokter umum di The London General Practice, kepada Independent.
Sedangkan, flu secara khusus disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B. Artinya, mungkin saja seseorang terkena pilek dan flu secara bersamaan.
Keduanya mencapai puncaknya selama cuaca dingin dan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat kamu rentan terhadap infeksi lebih lanjut.
Pada prinsipnya, pilek atau flu merupakan penyakit pernapasan yang sangat menular dan menyebar melalui kontak langsung atau tetesan pernapasan.
Penularan terjadi ketika tetesan yang mengandung virus dikeluarkan saat batuk, bersin, atau berbicara, dan mendarat di mulut atau hidung orang di dekatnya. Infeksi juga dapat terjadi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.
Cara membedakan pilek dan flu
.jpg)
(Istilah 'Super Flu' menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kasus influenza dalam waktu singkat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
“Pilek biasanya menyebabkan hidung berair atau tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, batuk ringan, dan kelelahan ringan,” ujar dr Claire Agathou, dokter umum dan salah satu pendiri A–Z General Practice di Rumah Sakit Wellington, bagian dari HCA Healthcare UK.
Sementara flu biasa menyebabkan demam mendadak, kelelahan dan lemas yang parah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, batuk kering, menggigil (merasa kedinginan dan berkeringat), kehilangan nafsu makan, dan terkadang diare.
“Perbedaan utamanya adalah flu cenderung muncul tiba-tiba dan jauh lebih parah, sedangkan gejala pilek lebih ringan dan berkembang lebih bertahap," tambah dr Agathou.
Sedangkan untuk penyembuhan, pilek biasanya sembuh dalam tujuh hingga 10 hari, tetapi pemulihan flu seringkali memakan waktu satu hingga dua minggu, dengan kelelahan terkadang berlangsung lebih lama.
Awas berisiko komplikasi
Memang, pilek biasanya ringan dan sembuh sendiri,. Namun, baik pilek maupun flu dapat menyebabkan komplikasi seperti sinusitis, infeksi telinga, infeksi dada, dan memburuknya kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Flu bisa menyebabkan pneumonia, rawat inap di rumah sakit, dan penyakit serius pada kelompok rentan. Jadi, penting untuk segera menghubungi dokter dan mendiskusikan gejala jika kamu merasa tidak enak badan atau khawatir tentang gejala yang dirasakan.
Namun ada baiknya kamu mencegah sakit flu. Perlindungan paling efektif terhadap flu adalah vaksin flu tahunan, terutama untuk kelompok rentan.
Tapi langkah pencegahan utamaa yang tidak bisa diabaikan adalah mencuci tangan secara teratur dan tetap di rumah saat sakit.
Hindari menyentuh wajah, menutup mulut saat batuk dan bersin, dan memastikan ruang dalam ruangan berventilasi baik. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)