Ilustrasi. pexel
Ilustrasi. pexel

Potensi Penyebaran Super Flu Usai Libur Nataru, Dinkes DKI Siapkan Langkah Ini

Adri Prima • 05 Januari 2026 21:31
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat kewaspadaan terhadap potensi penularan Super Flu meski hingga awal Januari 2026 belum ada kasus yang terdeteksi di wilayah Ibu Kota. Super Flu diketahui sebagai penyakit akibat virus influenza A (H3N2) subclade K.
 
Upaya antisipasi ini dilakukan menyusul tingginya mobilitas masyarakat setelah libur Natal dan Tahun Baru, serta memasuki musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.
 
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, Super Flu termasuk dalam kategori Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K dengan kemampuan penyebaran yang cukup cepat. 
 
Baca juga:
Ini Daftar Provinsi dengan Kasus Super Flu Terbanyak di Indonesia


“Disebut Super Flu karena penyebarannya lebih cepat. Aktivitas penularannya secara global mulai meningkat sejak Agustus 2025, namun data WHO tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit,” ujar Ani dikutip dari Media Indonesia.
 
Ani menambahkan, berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, Super Flu telah teridentifikasi di delapan provinsi di Indonesia. Meski demikian, DKI Jakarta hingga saat ini masih bebas dari kasus tersebut.
 
Sebagai langkah pencegahan, Pemprov DKI Jakarta terus mengoptimalkan kewaspadaan dini melalui sistem sentinel pemantauan kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diterapkan di lima puskesmas pada tiap kota serta satu rumah sakit rujukan.
 
“Kami memastikan deteksi dini berjalan untuk mencegah potensi penyebaran ISPA di Jakarta,” kata Ani.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan