Jakarta: Berdasarkan analisis epidemiologi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu paling banyak ditemukan di Provinsi Jawa Timur.
"Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak," kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine dikutip pada Minggu, 4 Januari 2025.
Dari total 62 kasus tersebut, sebanyak 23 kasus tercatat di Jawa Timur. Sementara itu, Kalimantan Selatan menyumbang 18 kasus dan Jawa Barat 10 kasus. Adapun sisanya ditemukan di Sumatra Selatan sebanyak lima kasus, Sumatra Utara tiga kasus, serta masing-masing satu kasus di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Analisis Kemenkes juga menunjukkan bahwa mayoritas penderita merupakan perempuan, dengan proporsi mencapai sekitar 64,5 persen atau setara 40 kasus.
"Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada," ujar dia.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan. Vaksinasi terutama dianjurkan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta, mengingat vaksin influenza terbukti efektif mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian.
"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," pungkasnya.
Jakarta: Berdasarkan analisis epidemiologi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus
influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu paling banyak ditemukan di Provinsi Jawa Timur.
"Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak," kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine dikutip pada Minggu, 4 Januari 2025.
Dari total 62 kasus tersebut, sebanyak 23 kasus tercatat di Jawa Timur. Sementara itu, Kalimantan Selatan menyumbang 18 kasus dan Jawa Barat 10 kasus. Adapun sisanya ditemukan di Sumatra Selatan sebanyak lima kasus, Sumatra Utara tiga kasus, serta masing-masing satu kasus di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Analisis Kemenkes juga menunjukkan bahwa mayoritas penderita merupakan perempuan, dengan proporsi mencapai sekitar 64,5 persen atau setara 40 kasus.
"Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada," ujar dia.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan. Vaksinasi terutama dianjurkan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta, mengingat vaksin influenza terbukti efektif mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian.
"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)