FITNESS & HEALTH
Superflu Kian Mengganggu, Ini Cara Sederhana Mencegahnya
A. Firdaus
Sabtu 03 Januari 2026 / 11:43
Jakarta: Istilah 'superflu' belakangan ramai muncul di media dan percakapan publik. Meski bukan istilah medis resmi, sebutan ini merujuk pada infeksi influenza yang terasa lebih berat, dengan gejala yang lebih intens dan penyebaran yang cepat. Fenomena ini kembali mengingatkan bahwa flu bukan penyakit sepele.
Influenza merupakan salah satu penyakit pernapasan paling umum sekaligus mudah menular. Gejalanya bisa ringan, tetapi pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, bahkan berujung fatal. Risiko ini lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Meski flu datang hampir setiap tahun, cara kamu menyikapinya bisa membuat perbedaan besar. Pencegahan yang tepat terbukti mampu menurunkan risiko tertular sekaligus memutus rantai penularan.
Berikut langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan untuk melindungi diri dari influenza, termasuk yang kerap disebut sebagai 'superflu':
Vaksin flu tahunan masih menjadi langkah paling efektif dalam mencegah influenza. Vaksin ini direkomendasikan untuk semua orang berusia di atas enam bulan, terutama mereka yang berisiko mengalami komplikasi berat.
Setiap tahun, vaksin flu diformulasikan berdasarkan prediksi strain virus yang berpotensi dominan beredar. Meski tidak selalu 100 persen cocok, vaksin tetap terbukti menurunkan keparahan gejala, risiko rawat inap, hingga angka kematian akibat influenza.
Karena virus influenza terus bermutasi, vaksinasi perlu dilakukan secara rutin setiap tahun untuk memberikan perlindungan optimal.
Superflu menyebar terutama melalui droplet yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, kebiasaan kebersihan dasar memiliki peran besar dalam mencegah penularan.
Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir menjadi langkah sederhana namun efektif. Jika tidak memungkinkan, hand sanitizer berbasis alkohol bisa menjadi alternatif. Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, dengan tangan yang belum bersih.
Selain itu, biasakan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.
Saat tubuh menunjukkan gejala flu, risiko menularkan virus meningkat drastis. Jika memungkinkan, sebaiknya beristirahat di rumah dan menghindari aktivitas di luar hingga setidaknya 24 jam setelah demam mereda tanpa obat penurun panas.
Tidak berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi saat sakit juga membantu mencegah penularan, terutama di lingkungan keluarga. Menjaga jarak fisik sementara waktu adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan orang lain.
Virus influenza lebih mudah menyebar di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk. Membuka jendela, memperbaiki ventilasi, atau menggunakan air purifier dapat membantu mengurangi konsentrasi virus di udara.
Bila memungkinkan, lakukan aktivitas di luar ruangan karena udara terbuka membantu mengurai droplet lebih cepat. Selain itu, membersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan meja, dengan disinfektan juga penting untuk menekan risiko penularan.
Sistem kekebalan tubuh yang kuat menjadi benteng utama dalam melawan infeksi influenza. Tidur cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta mengelola stres berperan besar dalam menjaga imunitas.
Asupan cairan yang cukup dan menghindari rokok juga membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan, yang menjadi jalur utama masuknya virus influenza ke dalam tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Influenza merupakan salah satu penyakit pernapasan paling umum sekaligus mudah menular. Gejalanya bisa ringan, tetapi pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, bahkan berujung fatal. Risiko ini lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Meski flu datang hampir setiap tahun, cara kamu menyikapinya bisa membuat perbedaan besar. Pencegahan yang tepat terbukti mampu menurunkan risiko tertular sekaligus memutus rantai penularan.
Berikut langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan untuk melindungi diri dari influenza, termasuk yang kerap disebut sebagai 'superflu':
1. Vaksinasi tahunan, perlindungan paling efektif
Vaksin flu tahunan masih menjadi langkah paling efektif dalam mencegah influenza. Vaksin ini direkomendasikan untuk semua orang berusia di atas enam bulan, terutama mereka yang berisiko mengalami komplikasi berat.
Setiap tahun, vaksin flu diformulasikan berdasarkan prediksi strain virus yang berpotensi dominan beredar. Meski tidak selalu 100 persen cocok, vaksin tetap terbukti menurunkan keparahan gejala, risiko rawat inap, hingga angka kematian akibat influenza.
Karena virus influenza terus bermutasi, vaksinasi perlu dilakukan secara rutin setiap tahun untuk memberikan perlindungan optimal.
2. Terapkan kebiasaan sehat sehari-hari
Superflu menyebar terutama melalui droplet yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, kebiasaan kebersihan dasar memiliki peran besar dalam mencegah penularan.
Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir menjadi langkah sederhana namun efektif. Jika tidak memungkinkan, hand sanitizer berbasis alkohol bisa menjadi alternatif. Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, dengan tangan yang belum bersih.
Selain itu, biasakan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.
3. Kurangi kontak saat sedang sakit
Saat tubuh menunjukkan gejala flu, risiko menularkan virus meningkat drastis. Jika memungkinkan, sebaiknya beristirahat di rumah dan menghindari aktivitas di luar hingga setidaknya 24 jam setelah demam mereda tanpa obat penurun panas.
Tidak berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi saat sakit juga membantu mencegah penularan, terutama di lingkungan keluarga. Menjaga jarak fisik sementara waktu adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan orang lain.
4. Perhatikan kualitas udara dan kebersihan lingkungan
Virus influenza lebih mudah menyebar di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk. Membuka jendela, memperbaiki ventilasi, atau menggunakan air purifier dapat membantu mengurangi konsentrasi virus di udara.
Bila memungkinkan, lakukan aktivitas di luar ruangan karena udara terbuka membantu mengurai droplet lebih cepat. Selain itu, membersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan meja, dengan disinfektan juga penting untuk menekan risiko penularan.
5. Perkuat daya tahan tubuh dengan gaya hidup sehat
Sistem kekebalan tubuh yang kuat menjadi benteng utama dalam melawan infeksi influenza. Tidur cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta mengelola stres berperan besar dalam menjaga imunitas.
Asupan cairan yang cukup dan menghindari rokok juga membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan, yang menjadi jalur utama masuknya virus influenza ke dalam tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)