FITNESS & HEALTH

Survei Ungkap Warga RI Optimistis Banget soal Kesehatan dan Keuangan

A. Firdaus
Selasa 03 Februari 2026 / 15:34
Ringkasnya gini..
  • Ekonomi nasional akan tumbuh.
  • Responden Indonesia optimistis tentang kesehatan.
  • Meluangkan lebih banyak waktu untuk olahraga.
Jakarta: Memasuki tahun 2026, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mendominasi. Sejumlah ekonom dan lembaga keuangan memperkirakan ekonomi nasional akan tumbuh di kisaran 4,9% hingga 5,3%, sedikit lebih tinggi dibanding proyeksi pertumbuhan 5% pada 2025.

Keyakinan terhadap ekonomi nasional ini juga tercermin di tingkat individu. Hal tersebut terlihat dalam temuan Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan Herbalife, perusahaan kesehatan dan kebugaran global.

Hasil survei menunjukkan, lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia (81%) merasa optimistis kesejahteraan ekonomi mereka akan meningkat dalam 12 bulan mendatang.
   

Strategi Warga untuk Mencapai Target Finansial


Untuk mendukung tujuan ekonomi, responden di Indonesia berencana melakukan sejumlah langkah, seperti:

- Mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial (67%).

- Memulai usaha atau bisnis baru (47%).

Dalam pengambilan keputusan finansial, faktor yang paling memengaruhi adalah keluarga (76%) dan tujuan pribadi (66%).
 

Optimisme Kesehatan Juga Tinggi


Tak hanya soal ekonomi, survei ini juga menemukan bahwa 86% responden Indonesia optimistis kesehatan dan kesejahteraan mereka akan membaik dalam setahun ke depan.

Sebanyak 58% responden bahkan merasa cukup diberdayakan untuk mencapai hidup yang lebih sehat.

Langkah utama yang direncanakan meliputi:

- Meluangkan lebih banyak waktu untuk olahraga (64%).

- Menghentikan kebiasaan tidak sehat (61%).

- Menyiapkan makanan lebih sehat (45%).

Namun, survei juga mencatat hambatan terbesar adalah:

- Kurangnya disiplin (59%)

- Keterbatasan waktu (41%)
 

Herbalife: Indonesia Termasuk yang Paling Percaya Diri


Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menyebut responden Indonesia termasuk yang paling percaya diri dalam mencapai target kesehatan.

“Survei ini menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu negara di mana mayoritas (58%) menganggap pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah, disertai tingkat keyakinan ekonomi yang lebih tinggi di wilayah APAC,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kondisi ekonomi yang dinamis, banyak individu mencari sumber pendapatan tambahan.

“Herbalife tetap berkomitmen mendukung komunitas untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran, sekaligus menyediakan peluang membangun usaha independen sebagai Distributor Herbalife,” tambahnya.
 

Pengusaha Lebih Optimistis Dibanding Non-Pengusaha


Survei ini dilakukan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 8.505 responden, termasuk 2.245 pengusaha, di 11 negara Asia Pasifik.

Di Indonesia, pengusaha menunjukkan tingkat keyakinan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih tinggi (76%) dibanding non-pengusaha (66%).

Optimisme ekonomi juga lebih kuat di kalangan pengusaha:

- 84% pengusaha berharap kondisi finansial membaik

- Dibanding 76% non-pengusaha

Oktrianto menegaskan, hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara pemberdayaan ekonomi dan kesehatan.

“Individu yang merasa mampu mengambil keputusan finansial dengan baik juga cenderung lebih percaya diri dalam mengelola kesehatan pribadi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH