FITNESS & HEALTH

Antisipasi Virus Nipah, Kemenkes Perkuat Screening dan Distribusi Reagen PCR

A. Firdaus
Sabtu 31 Januari 2026 / 09:13
Ringkasnya gini..
  • Metode pemeriksaan virus Nipah menggunakan teknologi PCR.
  • emerintah telah menyiapkan reagen yang diperlukan.
  • Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan imbauan.
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan surveilans, kesiapan laboratorium, serta penyediaan alat screening berbasis PCR di sejumlah wilayah.

Menkes Budi menjelaskan bahwa metode pemeriksaan virus Nipah menggunakan teknologi PCR, serupa dengan pemeriksaan Covid-19. Pemerintah telah menyiapkan reagen yang diperlukan dan mendistribusikannya ke beberapa laboratorium rujukan milik Kementerian Kesehatan di daerah.
“Kita udah siapin reagen-reagennya. Jadi kalau ada orang yang dicurigai, batuk nggak sembuh-sembuh, karena ini sama sama Covid yang menyerang paru-paru, kita screen,” kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam acara Doorstop Press Conference Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Surakarta, Kamis (29/01/26).

Ia mengatakan bahwa pemeriksaan ini penting untuk membedakan penyebab gejala pernapasan, apakah disebabkan oleh virus influenza, Covid-19, atau virus Nipah. Menkes menegaskan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan adanya kasus positif virus Nipah.

“Jadi surveilansnya kita perkuat. Kita belum melihat, dan itu sesuai juga rekomendasi WHO, untuk nutup border. Karena yang kita lihat, masih sangat sedikit yang terkena penyakit ini,” ujarnya.

Reagen PCR tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas Kementerian Kesehatan dan telah didistribusikan ke sejumlah laboratorium di berbagai wilayah, termasuk di Sulawesi. Dengan langkah ini, apabila ditemukan kasus yang dicurigai di daerah, pemeriksaan dapat dilakukan tanpa harus menunggu pengiriman ke pusat.

Terkait kebijakan perbatasan, Menkes menegaskan bahwa pemerintah belum berencana melakukan penutupan akses keluar-masuk negara. Hal ini sesuai dengan rekomendasi WHO yang menilai jumlah kasus virus Nipah secara global masih sangat sedikit.

Selain langkah teknis, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan virus Nipah. Informasi tersebut dapat diakses melalui situs resmi maupun media sosial Kemenkes.

“Kita sudah keluarkan imbauannya. Teman-teman bisa cek Google aja, harusnya ada atau di sosial medianya Kemenkes,” tutup Menkes. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH