FITNESS & HEALTH
Pilates Bukan Sekadar Tren, tapi Kunci Biar Badan Tetap Balance
A. Firdaus
Sabtu 28 Februari 2026 / 18:21
- Pilates mengalami pertumbuhan pesat
- Pilates dikenal sebagai latihan yang lebih low impact, tapi jangan salah.
- Yang bikin pilates menarik, efeknya nggak cuma terasa saat latihan.
Jakarta: Gaya hidup sehat makin jadi bagian dari lifestyle, terutama buat Gen Z. Lari sebelum kerja, main padel sepulang kantor, sampai nge-gym di sela kesibukan sudah jadi rutinitas banyak orang.
Olahraga memang makin fleksibel dan mudah disesuaikan dengan aktivitas harian. Tapi di balik semangat itu, ada satu hal yang sering terlewat: fondasi kekuatan tubuh.
Banyak orang fokus ke latihan intensitas tinggi tanpa benar-benar memperkuat otot kecil dan otot stabilizer. Hasilnya? Badan gampang pegal, kaku, bahkan cedera ringan meski sudah rutin olahraga. Di sinilah pilates hadir sebagai solusi.
Pilates dikenal sebagai latihan yang lebih low impact, tapi jangan salah. Latihan ini menargetkan postur, keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan inti secara menyeluruh.
Menurut data dari Medical Wellness Indonesia, pilates mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi salah satu olahraga ritmik populer dengan tingkat partisipasi sekitar 11 persen. Tren ini terlihat jelas di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Head Coach Motion Pilates, Ramadhansyah Abdan Syaquro, menjelaskan bahwa pilates bukan soal gerakan ekstrem atau adu fleksibilitas.
“Pilates itu tentang memahami tubuh dan membangun fondasi yang kuat. Banyak orang aktif olahraga, tapi belum tentu punya stabilitas dan kontrol gerak yang baik. Pilates membantu mengembalikan keseimbangan itu,” ujar Ramadhansyah.
Yang bikin pilates menarik, efeknya nggak cuma terasa saat latihan. Duduk jadi lebih nyaman, badan nggak gampang tegang, gerakan lebih stabil, bahkan kualitas tidur bisa meningkat.
Durasi latihannya pun relatif singkat, sekitar 20–30 menit, tapi kalau konsisten justru lebih sustainable dibanding olahraga ekstrem yang susah dipertahankan dalam jangka panjang.
Menurut Ramadhansyah, tantangan terbesar hidup sehat bukan di programnya, tapi di konsistensi dan lingkungan.
“Komunitas yang suportif bikin orang nggak merasa sendirian dan lebih termotivasi. Semangat Pilates for Everyone itu tentang kebiasaan gerak yang realistis dan bisa dijalani jangka panjang,” tambahnya.
Masih ada stigma kalau pilates identik dengan perempuan. Padahal, latihan ini juga penting buat laki-laki, terutama untuk meningkatkan stabilitas, kekuatan inti, dan memperbaiki postur.
Motion Pilates sendiri menghadirkan studio inklusif di berbagai area Jabodetabek, seperti Bintaro, Alam Sutera, Fatmawati, Rawamangun, hingga Kelapa Gading.
Kelasnya pun beragam, mulai dari Beginner, Intermediate, sampai Advance. Ada juga program Private dan Semi Private yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, termasuk kehamilan atau skoliosis. Fasilitasnya lengkap, mulai dari Reformer, Chair, Spine Corrector, Barrel, hingga Cadillac.
Dengan pendekatan yang scientific, komunitas yang suportif, dan fasilitas lengkap, pilates kini bukan lagi sekadar tren musiman. Buat banyak orang, ini jadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran di tengah gaya hidup yang serba cepat.
Kalau selama ini kamu rajin olahraga tapi masih sering pegal atau merasa “nggak balance”, mungkin ini saatnya kasih kesempatan ke pilates.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Olahraga memang makin fleksibel dan mudah disesuaikan dengan aktivitas harian. Tapi di balik semangat itu, ada satu hal yang sering terlewat: fondasi kekuatan tubuh.
Banyak orang fokus ke latihan intensitas tinggi tanpa benar-benar memperkuat otot kecil dan otot stabilizer. Hasilnya? Badan gampang pegal, kaku, bahkan cedera ringan meski sudah rutin olahraga. Di sinilah pilates hadir sebagai solusi.
Low impact, tapi efeknya nggak main-main
Pilates dikenal sebagai latihan yang lebih low impact, tapi jangan salah. Latihan ini menargetkan postur, keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan inti secara menyeluruh.
Menurut data dari Medical Wellness Indonesia, pilates mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi salah satu olahraga ritmik populer dengan tingkat partisipasi sekitar 11 persen. Tren ini terlihat jelas di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Head Coach Motion Pilates, Ramadhansyah Abdan Syaquro, menjelaskan bahwa pilates bukan soal gerakan ekstrem atau adu fleksibilitas.
“Pilates itu tentang memahami tubuh dan membangun fondasi yang kuat. Banyak orang aktif olahraga, tapi belum tentu punya stabilitas dan kontrol gerak yang baik. Pilates membantu mengembalikan keseimbangan itu,” ujar Ramadhansyah.
Manfaatnya kerasa di kehidupan sehari-hari
Yang bikin pilates menarik, efeknya nggak cuma terasa saat latihan. Duduk jadi lebih nyaman, badan nggak gampang tegang, gerakan lebih stabil, bahkan kualitas tidur bisa meningkat.
Durasi latihannya pun relatif singkat, sekitar 20–30 menit, tapi kalau konsisten justru lebih sustainable dibanding olahraga ekstrem yang susah dipertahankan dalam jangka panjang.
Menurut Ramadhansyah, tantangan terbesar hidup sehat bukan di programnya, tapi di konsistensi dan lingkungan.
“Komunitas yang suportif bikin orang nggak merasa sendirian dan lebih termotivasi. Semangat Pilates for Everyone itu tentang kebiasaan gerak yang realistis dan bisa dijalani jangka panjang,” tambahnya.
Bukan cuma buat perempuan
Masih ada stigma kalau pilates identik dengan perempuan. Padahal, latihan ini juga penting buat laki-laki, terutama untuk meningkatkan stabilitas, kekuatan inti, dan memperbaiki postur.
Motion Pilates sendiri menghadirkan studio inklusif di berbagai area Jabodetabek, seperti Bintaro, Alam Sutera, Fatmawati, Rawamangun, hingga Kelapa Gading.
Kelasnya pun beragam, mulai dari Beginner, Intermediate, sampai Advance. Ada juga program Private dan Semi Private yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, termasuk kehamilan atau skoliosis. Fasilitasnya lengkap, mulai dari Reformer, Chair, Spine Corrector, Barrel, hingga Cadillac.
Dengan pendekatan yang scientific, komunitas yang suportif, dan fasilitas lengkap, pilates kini bukan lagi sekadar tren musiman. Buat banyak orang, ini jadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran di tengah gaya hidup yang serba cepat.
Kalau selama ini kamu rajin olahraga tapi masih sering pegal atau merasa “nggak balance”, mungkin ini saatnya kasih kesempatan ke pilates.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)