FITNESS & HEALTH
Suka Emosi saat Teman Batal Janji? Coba Terapkan Trik Pause Sejenak
A. Firdaus
Sabtu 22 Agustus 2026 / 11:10
- Penelitian terbaru ungkap trik sederhana kelola emosi: berhenti sejenak dan nilai kembali responsmu sebelum bertindak. Simak penjelasan lengkapnya!
- Kemampuan untuk berhenti sejenak (pause) dan menilai kembali respons sebelum bertindak bisa membantu seseorang mengelola emosi dengan jauh lebih baik.
- Mengelola emosi ternyata enggak selalu butuh teknik yang rumit.
Jakarta: Pernah enggak refleks ngamuk atau langsung kirim pesan bernada emosi pas teman mendadak membatalkan janji? Nah, sebelum jempolmu bertindak lebih jauh, ada trik sederhana yang bisa menyelamatkan situasi.
Penelitian terbaru dari University of Sydney mengungkapkan bahwa kemampuan untuk berhenti sejenak (pause) dan menilai kembali respons sebelum bertindak bisa membantu seseorang mengelola emosi dengan jauh lebih baik.
Riset yang dipimpin oleh Riley Leckie ini menyoroti pentingnya metakognisi, alias kemampuan untuk memantau dan mengevaluasi proses berpikir kita sendiri, dalam mendukung kecerdasan emosional.
Lewat kemampuan metakognitif, kamu jadi lebih peka terhadap perubahan perasaan, bisa mengukur seberapa intens emosi tersebut, dan tahu kapan saat yang tepat untuk meredamnya.
Dalam studinya, tim peneliti meminta para peserta untuk menilai tingkat keyakinan mereka terhadap pilihan respons saat menghadapi situasi penuh emosi. Hasilnya menarik:
- Dorongan Berpikir Dalam: Proses menilai ulang bikin seseorang berpikir lebih jernih dan memperhatikan isyarat emosional yang relevan.
- Evaluasi Strategi: Kamu jadi punya waktu untuk menimbang apakah respons yang dipilih sudah cocok dengan situasi atau belum.
- Mencegah Keputusan Impulsif: Memberi jeda waktu sebelum bereaksi membantu mengecek ulang apakah tindakanmu sudah merupakan pilihan terbaik.
Bayangkan saat kamu lagi kesal setengah mati karena rencana acara berantakan. Daripada langsung meluapkan kekecewaan secara emosional lewat chat, coba tahan diri sebentar.
Gunakan jeda beberapa detik itu untuk memikirkan kemungkinan lain, misalnya, temanmu memang punya urusan mendadak yang sangat mendesak. Dari situ, kamu bisa memilih kata-kata yang lebih tenang dan bijak untuk menyampaikan rasa kecewamu.
Mengelola emosi ternyata enggak selalu butuh teknik yang rumit. Cukup biasakan diri untuk berhenti, cek respons, lalu bertindak. Langkah kecil ini efektif bikin kamu mengambil keputusan yang lebih cerdas saat situasi makin memanas.
(FIR)
Penelitian terbaru dari University of Sydney mengungkapkan bahwa kemampuan untuk berhenti sejenak (pause) dan menilai kembali respons sebelum bertindak bisa membantu seseorang mengelola emosi dengan jauh lebih baik.
Riset yang dipimpin oleh Riley Leckie ini menyoroti pentingnya metakognisi, alias kemampuan untuk memantau dan mengevaluasi proses berpikir kita sendiri, dalam mendukung kecerdasan emosional.
Kenapa jeda sejenak itu penting?
Lewat kemampuan metakognitif, kamu jadi lebih peka terhadap perubahan perasaan, bisa mengukur seberapa intens emosi tersebut, dan tahu kapan saat yang tepat untuk meredamnya.
Dalam studinya, tim peneliti meminta para peserta untuk menilai tingkat keyakinan mereka terhadap pilihan respons saat menghadapi situasi penuh emosi. Hasilnya menarik:
- Dorongan Berpikir Dalam: Proses menilai ulang bikin seseorang berpikir lebih jernih dan memperhatikan isyarat emosional yang relevan.
- Evaluasi Strategi: Kamu jadi punya waktu untuk menimbang apakah respons yang dipilih sudah cocok dengan situasi atau belum.
- Mencegah Keputusan Impulsif: Memberi jeda waktu sebelum bereaksi membantu mengecek ulang apakah tindakanmu sudah merupakan pilihan terbaik.
Gimana praktiknya di kehidupan sehari-hari?
Bayangkan saat kamu lagi kesal setengah mati karena rencana acara berantakan. Daripada langsung meluapkan kekecewaan secara emosional lewat chat, coba tahan diri sebentar.
Gunakan jeda beberapa detik itu untuk memikirkan kemungkinan lain, misalnya, temanmu memang punya urusan mendadak yang sangat mendesak. Dari situ, kamu bisa memilih kata-kata yang lebih tenang dan bijak untuk menyampaikan rasa kecewamu.
Mengelola emosi ternyata enggak selalu butuh teknik yang rumit. Cukup biasakan diri untuk berhenti, cek respons, lalu bertindak. Langkah kecil ini efektif bikin kamu mengambil keputusan yang lebih cerdas saat situasi makin memanas.
(FIR)