FITNESS & HEALTH

Full! Wawancara Lengkap Menkes di Program Z Minded Medcom.id

A. Firdaus
Kamis 20 Agustus 2026 / 21:18
Ringkasnya gini..
  • Budi Gunadi Sadikin, atau yang populer disapa publik sebagai BGS (Budi Gemar Sharing) lewat konten-konten edukasi kesehatannya di media sosial.
  • Di balik konten-konten relatable seperti ajakan makan kimpul, lari, hingga mengurangi kopi susu gula tinggi, Menkes BGS membeberkan alasan besar di baliknya.
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin (BGS) bicara soal target usia harapan hidup Indonesia 76 tahun, pentingnya Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga kesehatan mental Gen Z.
Jakarta: Ada yang beda di studio Medcom dalam program Z Minded kali ini. Host Citra Larasati kedatangan tamu VVIP yang penampilannya super humble dan gaya bicaranya asik layaknya seorang influencer.

Siapa lagi kalau bukan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, atau yang populer disapa publik sebagai BGS (Budi Gemar Sharing) lewat konten-konten edukasi kesehatannya di media sosial.

Di balik konten-konten relatable seperti ajakan makan kimpul, lari, hingga mengurangi kopi susu gula tinggi, Menkes BGS membeberkan alasan besar di baliknya. Semua itu berangkat dari instruksi langsung Presiden untuk mendongkrak rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.

Berikut rangkuman petikan wawancara santai dan mendalam bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin:
 

1. Target Utama: Usia Harapan Hidup Naik Jadi 76 Tahun


Medcom: Pak Menteri kan sering bikin konten tips sehat di Instagram dan TikTok. Sebenarnya apa sih ide awal di balik akun 'BGS' ini?

Budi Gunadi Sadikin: "Sebenarnya mulai dari target Bapak Presiden. Saya diberi target untuk menaikkan rata-rata usia hidup Indonesia dari 72 ke 76 tahun. Kalau masih ada yang meninggal di bawah 76, berarti Menkes-nya belum berhasil.

Nah, strateginya harus hidup sehat lewat jalur promotif-preventif, diedukasi sebelum sakit. Karena orang bosan kalau diajari pakai bahasa peresmian atau pidato formal, saya panggil tim dokter muda. Diaturlah kontennya biar bicara apa adanya, pakai istilah yang dipahami anak muda, kayak FOMO, doom scrolling, sampai red flag."

Medcom: Penyakit apa saja yang paling banyak mengancam usia harapan hidup masyarakat kita, Pak?

BGS: "Ada empat pembunuh utama: stroke, jantung, kanker, dan ginjal. Keempat penyakit ini bukan timbul ujuk-ujuk. Kuncinya ada di pencegahan sejak muda. Kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, kematian akibat empat penyakit itu bisa dicegah atau ditunda jauh lebih lama."
 

2. Tren Lari vs Party dan Sensasi Pace 8


Medcom: Di salah satu konten, Bapak sempat sebut anak muda sekarang lebih milih lari pagi daripada party sampai pagi. Menurut Bapak gimana?

BGS: "Saya kagum banget. Saya sendiri sudah lari sekitar 7–8 tahun. Sekarang kalau lari di Sudirman atau GBK itu ramai luar biasa sama anak muda. Daripada party sampai pagi, mending lari. Bikin gaya hidup sehat itu jadi sesuatu yang cool dan FOMO."




Medcom: Spill dong Pak, Pace lari Bapak berapa nih sekarang?

BGS: "(Tertawa) Untuk usia 62 tahun (Gen X), pace lari saya di bawah 8,3 (8 menit 30 detik per km). Yang penting konstan dan napasnya panjang karena saya masih persiapan buat maraton."
3. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG): Kunci Early Warning System

Medcom: Terkait program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes, kenapa program ini jadi begitu krusial?

BGS: "Prinsipnya, jangan tunggu sakit baru disembuhkan, itu sudah telat. CKG ini fokus mengukur empat parameter dasar dulu:

-    Tekanan darah: di bawah 120/80 mmHg.

-    Gula darah (HbA1c): di bawah 5,7%.

-    Kolesterol: di bawah 200 mg/dL.

-    BMI (Indeks Massa Tubuh): di bawah 24 untuk cegah obesitas.

"Tahun lalu target screening kita tembus 60 juta orang, dan tahun ini kita kejar target 130 juta. Fokus tahun ini bukan cuma cek saja, tapi juga pengobatan gratis di Puskesmas kalau rapor kesehatannya merah."

Medcom: Banyak anak muda merantau yang bingung, apakah CKG bisa dipakai walau KTP-nya beda domisili?

BGS: "Sekarang sudah dipastikan Bisa! Di mana pun KTP-nya, mau mahasiswa atau pekerja merantau, selama punya NIK KTP yang valid, bisa datang langsung ke Puskesmas terdekat untuk memanfaatkan layanan CKG ini."
 

4. Menjawab Isu Mental Health dan Obesitas Gen Z


Medcom: Isu kesehatan mental kan lagi relatable banget nih di kalangan Gen Z. Apakah CKG juga mencakup pemeriksaan mental health?

BGS: "Betul, di CKG ada modul pemeriksaan kesehatan mental mulai dari anak sekolah hingga lansia. Di dunia, rasio masalah mental itu sekitar 1 banding 10. Gangguan seperti anxiety (kecemasan) dan depresi itu terakumulasi bertahun-tahun. Kalau terdeteksi di tahun pertama lewat CKG, bisa langsung ditangani sebelum terlambat.

Selain itu, dari data CKG pada anak muda, kita juga menemukan masalah tingginya kasus kesehatan gigi, hipertensi di usia muda karena kurang gerak (mager), serta peningkatan kasus obesitas saat memasuki usia SMA/dewasa muda."
 

5. Pesan Menkes untuk Gen Z: Self Love yang Sebenarnya


Medcom: Terakhir Pak, apa pesan untuk Sobat Medcom dan Gen Z soal menjaga kesehatan sebagai bentuk real 'self-love'?

BGS: "Buat teman-teman Gen Z yang pengin hidup panjang, ngumpulin duit, menikah, punya anak-cucu sampai usia minimal 76 tahun: rutinlah Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Ceknya gratis, pengobatannya pun ditanggung pemerintah.

Kalau rapotnya ada yang merah, jangan takut. Ubah lifestyle: olahraga minimal 45 menit sehari (5 kali seminggu), jaga pola makan (seimbangkan kalori in dan out), dan kurangi gula tinggi. Mari kita bikin fomo baru: Hidup sehat itu keren!"

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH