Sebelum membahas lebih jauh soal kebiasaan-kebiasaan unik yang mencerminkan kecerdasan, yuk kenalan dulu dengan apa itu IQ dan bagaimana cara mengukurnya.
Apa Itu IQ?
Melansir laman Britannica, Intelligence Quotient (IQ) merupakan angka yang dipakai sebagai pengukur tingkat kecerdasan seseorang secara relatif. Ini adalah salah satu dari berbagai jenis tes kecerdasan yang tersedia. Secara historis, skor IQ dihitung berdasarkan perbandingan antara usia mental dan usia kronologis seseorang, lalu dikalikan 100.Untuk lebih mudah memahaminya, seorang anak usia 10 tahun dengan usia mental 12 tahun akan mendapat skor IQ 120, sedangkan anak yang usia mentalnya baru setara 8 tahun akan memperoleh skor 80. Angka 100 pun ditetapkan sebagai nilai rata-rata, yaitu kondisi ketika usia mental seseorang sejajar dengan usia kronologisnya.
Meski begitu, metode perhitungan berbasis usia mental ini kini sudah jarang digunakan dalam tes IQ modern. Nah, setelah mengenal apa itu IQ, saatnya kita menyelami kebiasaan-kebiasaan yang ternyata sering dimiliki oleh orang-orang dengan kecerdasan tinggi. Berikut daftarnya.
Mengutip laman The Healthy, kecerdasan memang sulit untuk didefinisikan secara tunggal. Menurut pakar dari Cornell University, Robert J. Sternberg PhD, kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalaman, beradaptasi dengan situasi baru, memahami konsep abstrak. Selain itu juga memanfaatkan pengetahuan untuk berinteraksi dengan lingkungannya.
Menariknya, sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak biasa saja ternyata telah dikaitkan secara ilmiah dengan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Berikut daftarnya:
12 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi
1. Meja kerja berantakan
Orang cerdas kerap diidentikkan dengan kerapian, namun faktanya justru sebaliknya. Sebuah eksperimen dari University of Minnesota menemukan bahwa orang yang bekerja di lingkungan yang tidak tertata justru menghasilkan ide-ide yang lebih kreatif.Menurut peneliti, Kathleen Vohs PhD, lingkungan yang berantakan mendorong seseorang untuk berpikir di luar kebiasaan dan melahirkan gagasan segar. Sementara itu, Jonathan Wai PhD dari Duke University menambahkan bahwa orang kreatif cenderung begitu tenggelam dalam pikirannya sehingga urusan kerapian jadi prioritas terakhir.
2. Suka begadang
Stereotip jenius yang bekerja larut malam rupanya ada dasarnya. Studi dari London School of Economics and Political Science menemukan bahwa orang yang terbiasa tidur lebih larut cenderung memiliki IQ lebih tinggi.Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan evolusi manusia, di mana leluhur yang berani beraktivitas di malam hari membutuhkan tingkat kecerdasan lebih tinggi untuk bertahan. Selain itu, malam hari yang sunyi juga dinilai cocok bagi para pemikir introvert yang butuh ketenangan untuk berkonsentrasi.
3. Sering mengumpat
Kebiasaan mengucapkan kata-kata kasar selama ini identik dengan kurangnya pendidikan, padahal penelitian justru menunjukkan sebaliknya. Pakar di bidang linguistik, Timothy Jay PhD, menemukan bahwa orang yang mampu menghasilkan lebih banyak kata-kata tabu juga cenderung memiliki kosakata yang lebih luas secara keseluruhan. Kefasihan verbal, termasuk dalam penggunaan kata-kata kasar, berkorelasi positif dengan kemampuan bahasa secara umum yang merupakan salah satu ciri kecerdasan tinggi.4. Suka mandi air dingin
Kebiasaan mandi air dingin ternyata juga bisa menjadi penanda kecerdasan. Sebuah studi dari Finlandia, negara yang populer dengan tradisi berenang di musim dingin, mencatat bahwa adaptasi terhadap air dingin berhubungan dengan berkurangnya rasa tegang dan lelah, serta peningkatan suasana hati dan daya ingat. Semua manfaat ini secara langsung mendukung fungsi otak dan produktivitas seseorang.5. Mudah terganggu suara kunyahan
Jika suara orang mengunyah di sebelahmu terasa sangat mengganggu, bisa jadi itu pertanda kecerdasanmu. Penelitian dari Northwestern University menemukan bahwa orang dengan kemampuan berpikir kreatif yang tinggi cenderung lebih sulit menyaring informasi sensoris yang tidak relevan.Kondisi ini disebut leaky sensory gating, yang membuat otak menyerap lebih banyak rangsangan dari sekitar. Meski terasa menjengkelkan, kemampuan ini justru membantu dalam mengintegrasikan beragam ide secara lebih kreatif.
6. Gemar mencoret-coret (doodle)
Kebiasaan menggambar asal-asalan saat rapat atau mendengarkan penjelasan ternyata bukan tanda ketidakfokusan. Menurut Penulis The Doodle Revolution, Sunni Brown, doodle adalah alat berpikir yang memengaruhi cara seseorang memproses informasi. Hal ini didukung penelitian dari Inggris yang menunjukkan bahwa orang yang mencoret-coret sambil mendengarkan mampu mengingat 29 persen lebih banyak informasi dibandingkan yang tidak.Aktivitas ini memberi otak cara visual untuk mengekspresikan konsep dan emosi.
7. Sering mengkritik diri sendiri
Orang cerdas tidak selalu percaya diri berlebihan. Justru sebaliknya, studi ikonik dari Cornell University tahun 1999 menemukan fenomena yang dikenal sebagai Dunning-Kruger effect, di mana orang yang kurang kompeten cenderung melebih-lebihkan kemampuan mereka sendiri. Sebaliknya, orang yang benar-benar kompeten justru kerap meremehkan kemampuannya karena mereka sadar betul betapa luasnya pengetahuan yang belum mereka kuasai.8. Suka melamun
Melamun kerap dianggap membuang waktu, padahal riset dari University of California menunjukkan hal sebaliknya. Peserta yang diberikan jeda untuk melakukan aktivitas ringan dan membiarkan pikiran mengembara ternyata mampu menyelesaikan tugas utama dengan lebih baik. Para peneliti meyakini bahwa memberi otak semacam periode inkubasi melalui lamunan dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.9. Suka bicara sendiri
Kebiasaan bergumam atau berbicara sendiri mungkin terlihat aneh, namun penelitian dari University of Wisconsin dan University of Pennsylvania mengungkap manfaatnya.Peserta yang mengucapkan nama benda yang mereka cari dengan suara keras terbukti lebih mudah mengingatnya. Menurut Peneliti, Gary Lupyan PhD, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana yang dapat memperkuat persepsi dan proses berpikir seseorang.
10. Lebih nyaman menyendiri
Sebuah survei terhadap 15.000 responden berusia 18 hingga 28 tahun yang dilakukan oleh peneliti dari Inggris dan Singapura menemukan bahwa orang dengan IQ lebih tinggi cenderung tidak merasa lebih bahagia ketika sering bersosialisasi. Para peneliti menduga ini berkaitan dengan gesekan evolusioner antara otak manusia dan lingkungan sosial modern.Orang yang lebih cerdas dinilai lebih mampu memusatkan perhatian pada tujuan jangka panjang, sehingga interaksi sosial yang terlalu sering justru terasa kurang relevan bagi mereka.
11. Suka meditasi setiap hari
Mengawali atau mengakhiri hari dengan meditasi selama 12 hingga 15 menit ternyata memberikan manfaat nyata bagi kecerdasan. Mengutip New England Journal of Medicine, banyak penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan fluid intelligence, yaitu kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan visioner. Bahkan, satu penelitian menemukan bahwa penggunaan brainwave training, salah satu bentuk meditasi, mampu meningkatkan skor IQ rata-rata hingga 23 persen, dengan efek yang masih terasa satu tahun kemudian.12. Malas bergerak
Ternyata, kebiasaan rebahan pun bisa jadi pertanda kecerdasan. Sebuah studi tahun 2016 dari Florida Gulf Coast University membagi 60 mahasiswa ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pemikir dan bukan pemikir, berdasarkan survei yang mengukur seberapa besar kesenangan mereka terhadap aktivitas berpikir.Hasilnya cukup mengejutkan: kelompok bukan pemikir jauh lebih aktif secara fisik dibandingkan kelompok pemikir. Para peneliti menduga hal ini terjadi karena para pemikir sudah merasa cukup terstimulasi secara mental, sehingga tidak membutuhkan banyak aktivitas fisik untuk mengusir kebosanan.
Itulah 12 kebiasaan orang dengan IQ tinggi yang jarang disadari. Apakah Sobat Medcom termasuk?
| Baca juga: Pak Menteri Abdul Mu'ti Sarankan Gen Z Jadi Generasi '3 Bel', Apaan Tuh? |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News