FITNESS & HEALTH
Kenali Lebih Dalam tentang Artritis dan Pencegahannya
Aulia Putriningtias
Jumat 13 Oktober 2023 / 07:10
Jakarta: Hari Artritis Sedunia diselenggarakan oleh Arthritis Foundation, dan jatuh pada tanggal 12 Oktoner 2023. Arthritis berasal dari kata Yunani yaitu 'arthros', yang berarti 'sendi', dan 'itis', yang berarti 'peradangan'.
Artritis adalah pembengkakan dan nyeri yang dirasakan pada satu sendi atau lebih. sendi. Gejala utamanya ditandai dengan nyeri dan kekakuan sendi, yang biasanya memburuk seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, selagi seseorang memiliki tulang. Usia lanjut biasanya lebih memburuk kondisinya. Artritis sendiri memiliki dua jenis, yakni artritis osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Osteoarthritis adalah penyakit yang menyebabkan tulang rawan rusak. Tulang rawan sendiri adalah jaringan keras dan licin yang menutupi tulang sendi. Penyakit ini biasanya mulai memburuk ketika seseorang menginjak usia 40-an.
Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada wanita dan orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Namun penyakit ini dapat terjadi pada semua usia akibat cedera atau berhubungan dengan kondisi sendi lainnya, seperti asam urat atau artritis reumatoid.
Osteoartritis awalnya memengaruhi lapisan tulang rawan halus pada sendi. Hal ini membuat gerakan menjadi lebih sulit dari biasanya, sehingga menyebabkan rasa sakit dan kaku.
Ketika lapisan tulang rawan mulai menjadi kasar dan menipis, tendon dan ligamen harus bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan dan pembentukan taji tulang yang disebut osteofit.
Osteoartritis sering timbul pada sendi tangan, tulang belakang, lutut, dan pinggul, yang ditandai dengan beberapa gejala berikut:
- Sendi kehilangan fleksibilitas gerak.
- Peningkatan rasa sakit dan kekakuan ketika tidak menggerakkan persendian sementara waktu.
- Sendi tampak sedikit lebih besar dari biasanya.
- Terdengar suara pada sendi setiap kali bergerak.
- Kelemahan dan kehilangan massa otot pada sendi.
Rheumatoid arthritis adalah penyakit ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sendi yang sehat, dimulai dari lapisan sendi terluar. Penyakit ini lebih jarang dialami seseorang.
Jika osteoartritis dialami mulai dari umur 40-an, untuk rheumatoid artritis seringkali dimulai ketika seseorang berusia antara 30 dan 50 tahun. Perempuan lebih mungkin terkena dampaknya dibandingkan laki-laki.
Pada rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh menargetkan sendi yang terkena, sehingga menyebabkan nyeri dan bengkak. Lapisan luar (sinovium) sendi adalah bagian pertama yang terkena dampaknya.
Hal ini kemudian dapat menyebar ke seluruh sendi, menyebabkan pembengkakan lebih lanjut dan perubahan bentuk sendi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan tulang dan tulang rawan. Penderita rheumatoid arthritis juga dapat mengalami masalah pada jaringan dan organ lain di tubuhnya.
Penyakit ini tidak bisa disepelekan, karena rheumatoid arthritis adalah yang menyebabkan pengidapnya tidak dapat melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Berikut gejala yang perlu segera mendapat penanganan:
- Sensasi rasa nyeri berdenyut pada sendiri yang lebih buruk di pagi.
- Kekakuan sendi yang menyebabkan jari tidak menekuk atau mengepalkan tangan.
- Pembengkakan, kehangatan dan kemerahan pada sendi akibat peradangan. Beberapa pengidap mengalami perkembangan gejala di area sekitar sendi.
- Merasa terus-menerus kelelahan dan kekurangan energi.
- Mengalami peningkatan suhu tubuh dan berkeringat.
- Mengalami penurunan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan.
Arthritis adalah penyakit yang membuat pengidapnya kesulitan bergerak dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut otomatis akan mengganggu aktivitas harian yang dilakukan.
Sayangnya, artritis hanya bisa ditangani oleh tenaga ahli. Namun, kamu bisa lakukan langkah pencegahan dengan beberapa langkah berikut:
Lakukan olahraga teratur dan ringan untuk menjaga fleksibilitas sendi. Pilihan olahraga yang baik untuk pengidap artritis adalah berenang karena tidak memberikan tekanan pada sendi.
Hindari melakukan aktivitas berlebihan dan terus-menerus, yang melibatkan persendian.
Makan makanan yang kaya antioksidan untuk mencegah dan mengurangi peradangan sendi.
Pertahankan diet yang sehat dan jaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko timbulnya artritis dan mengurangi gejala pada pengidapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Artritis adalah pembengkakan dan nyeri yang dirasakan pada satu sendi atau lebih. sendi. Gejala utamanya ditandai dengan nyeri dan kekakuan sendi, yang biasanya memburuk seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, selagi seseorang memiliki tulang. Usia lanjut biasanya lebih memburuk kondisinya. Artritis sendiri memiliki dua jenis, yakni artritis osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Jenis artritis osteoartritis
Osteoarthritis adalah penyakit yang menyebabkan tulang rawan rusak. Tulang rawan sendiri adalah jaringan keras dan licin yang menutupi tulang sendi. Penyakit ini biasanya mulai memburuk ketika seseorang menginjak usia 40-an.
Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada wanita dan orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Namun penyakit ini dapat terjadi pada semua usia akibat cedera atau berhubungan dengan kondisi sendi lainnya, seperti asam urat atau artritis reumatoid.
Osteoartritis awalnya memengaruhi lapisan tulang rawan halus pada sendi. Hal ini membuat gerakan menjadi lebih sulit dari biasanya, sehingga menyebabkan rasa sakit dan kaku.
Ketika lapisan tulang rawan mulai menjadi kasar dan menipis, tendon dan ligamen harus bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan dan pembentukan taji tulang yang disebut osteofit.
Osteoartritis sering timbul pada sendi tangan, tulang belakang, lutut, dan pinggul, yang ditandai dengan beberapa gejala berikut:
- Sendi kehilangan fleksibilitas gerak.
- Peningkatan rasa sakit dan kekakuan ketika tidak menggerakkan persendian sementara waktu.
- Sendi tampak sedikit lebih besar dari biasanya.
- Terdengar suara pada sendi setiap kali bergerak.
- Kelemahan dan kehilangan massa otot pada sendi.
Jenis artritis rheumatoid
Rheumatoid arthritis adalah penyakit ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sendi yang sehat, dimulai dari lapisan sendi terluar. Penyakit ini lebih jarang dialami seseorang.
Jika osteoartritis dialami mulai dari umur 40-an, untuk rheumatoid artritis seringkali dimulai ketika seseorang berusia antara 30 dan 50 tahun. Perempuan lebih mungkin terkena dampaknya dibandingkan laki-laki.
Pada rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh menargetkan sendi yang terkena, sehingga menyebabkan nyeri dan bengkak. Lapisan luar (sinovium) sendi adalah bagian pertama yang terkena dampaknya.
Hal ini kemudian dapat menyebar ke seluruh sendi, menyebabkan pembengkakan lebih lanjut dan perubahan bentuk sendi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan tulang dan tulang rawan. Penderita rheumatoid arthritis juga dapat mengalami masalah pada jaringan dan organ lain di tubuhnya.
Penyakit ini tidak bisa disepelekan, karena rheumatoid arthritis adalah yang menyebabkan pengidapnya tidak dapat melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Berikut gejala yang perlu segera mendapat penanganan:
- Sensasi rasa nyeri berdenyut pada sendiri yang lebih buruk di pagi.
- Kekakuan sendi yang menyebabkan jari tidak menekuk atau mengepalkan tangan.
- Pembengkakan, kehangatan dan kemerahan pada sendi akibat peradangan. Beberapa pengidap mengalami perkembangan gejala di area sekitar sendi.
- Merasa terus-menerus kelelahan dan kekurangan energi.
- Mengalami peningkatan suhu tubuh dan berkeringat.
- Mengalami penurunan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan.
Bagaimana pencegahan artritis?
Arthritis adalah penyakit yang membuat pengidapnya kesulitan bergerak dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut otomatis akan mengganggu aktivitas harian yang dilakukan.
Sayangnya, artritis hanya bisa ditangani oleh tenaga ahli. Namun, kamu bisa lakukan langkah pencegahan dengan beberapa langkah berikut:
1. Olahraga
Lakukan olahraga teratur dan ringan untuk menjaga fleksibilitas sendi. Pilihan olahraga yang baik untuk pengidap artritis adalah berenang karena tidak memberikan tekanan pada sendi.
2. Hindari aktivitas berlebihan
Hindari melakukan aktivitas berlebihan dan terus-menerus, yang melibatkan persendian.
3. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan
Makan makanan yang kaya antioksidan untuk mencegah dan mengurangi peradangan sendi.
4. Lakukan diet sehat
Pertahankan diet yang sehat dan jaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko timbulnya artritis dan mengurangi gejala pada pengidapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)