FITNESS & HEALTH

Biaya RS Naik Terus? Pake Proteksi Baru Ini Biar Kantong Gak Jebol!

Yatin Suleha
Minggu 19 April 2026 / 14:07
Ringkasnya gini..
  • Jujurly, biaya berobat yang makin mahal itu emang jadi tantangan banget buat tabungan keluarga.
  • Apalagi tiap tahun harganya naik terus, kan?
  • Kalau enggak diantisipasi dari sekarang, bisa-bisa rencana keuangan yang udah kita susun rapi jadi berantakan cuma gara-gara tagihan RS.
Jakarta: Jujurly, biaya berobat yang makin mahal itu emang jadi tantangan banget buat tabungan keluarga. Apalagi tiap tahun harganya naik terus, kan? 

Kalau enggak diantisipasi dari sekarang, bisa-bisa rencana keuangan yang udah kita susun rapi jadi berantakan cuma gara-gara tagihan RS.

Menurut data terbaru di Health Trends 2026 report dari Mercer Marsh Benefits (MMB), biaya medis diperkirakan akan meningkat sebesar 12,5% di Asia dan 17,8% di Indonesia, jauh lebih tinggi dari perkiraan inflasi umum sebesar 2,5%.

 


Salah satu pendorong kenaikan ini adalah inflasi medis yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan MMB, inflasi medis di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 15,9% dan pada 2025 telah meningkat hingga 17,9%.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan biaya pada sistem kesehatan dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Allianz menyadari bahwa kenaikan biaya medis telah menjadi perhatian yang semakin besar bagi masyarakat, termasuk risiko meningkatnya premi yang dapat mendorong nasabah untuk menghentikan perlindungan asuransi yang dimiliki. 

Menanggapi kondisi tersebut, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru, Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM), sebuah solusi perlindungan kesehatan yang dirancang untuk memberikan proteksi esensial dan membantu masyarakat menghadapi lonjakan biaya medis.

“Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari, Allianz ingin menghadirkan satu hal yang dapat diandalkan oleh nasabah, yaitu perlindungan kesehatan dengan peningkatan premi yang lebih stabil dan terukur,” ujar Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia. 

“Melalui APM, tujuan kami adalah membantu nasabah mempertahankan perlindungan kesehatannya secara berkelanjutan sepanjang hidup. Dengan mengelola kenaikan biaya secara cermat sejak saat ini, perlindungan dapat tetap terjangkau dan berkelanjutan hingga masa mendatang, ketika layanan kesehatan paling dibutuhkan.”

Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia juga menyampaikan, “Produk APM merupakan bentuk komitmen Allianz Syariah untuk membantu nasabah memiliki rasa tenang di tengah tingginya tantangan biaya kesehatan. Kami memahami kesulitan yang dihadapi nasabah dan ingin memberikan solusi yang sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah, yakni menjaga jiwa dan kesehatan untuk masa depan yang lebih terencana.”


(Solusi perlindungan kesehatan yang dirancang untuk memberikan proteksi esensial dan membantu masyarakat menghadapi lonjakan biaya medis. Foto: Dok. Istimewa)

Produk APM dihadirkan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang esensial dengan tiga (3) pilihan plan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah, yakni Plan Standar, Plan Extra, dan Plan Premier dengan wilayah pertanggungan hingga Asia dan Australia. 

Beragam pilihan ini memungkinkan nasabah untuk memilih perlindungan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga proteksi tetap terjangkau dan fleksibel untuk kebutuhan di masa mendatang.

Khusus untuk Plan Extra dan Plan Premier, tersedia pilihan risiko sendiri untuk mengurangi terjadinya potensi over-treatment dan over-utilisation sehingga akan membantu nasabah mendapatkan kestabilan peningkatan premi atau kontribusi di masa mendatang.

Selain itu, APM juga memberikan nasabah akses ke jaringan rumah sakit rekanan (Preferred Hospital Network) yang menawarkan layanan kesehatan berkualitas dan terjamin untuk membantu nasabah mendapatkan pengobatan yang diperlukan. 

Perusahaan global ini juga memahami bahwa nasabah merasa waswas akan biaya perawatan medis yang tinggi, khususnya ketika terjadi risiko penyakit tahap lanjut seperti kanker invasif, stroke, dan serangan jantung. 

Berdasarkan data internal Allianz, rata-rata biaya perawatan untuk ketiga penyakit tersebut mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. 

Sebagai contoh, dari 2020 hingga 2025, rata-rata biaya perawatan stroke mengalami kenaikan lebih dari 2,5 kali lipat. 

Sedangkan untuk kanker meningkat lebih dari 2 kali lipat dan bahkan untuk jantung melonjak hingga 3 kali lipat. Tentunya ini menjadi perhatian nasabah di tengah tantangan biaya kesehatan saat ini.

Untuk itu, APM memberikan Batas Manfaat Tahunan Tambahan (Double Annual Limit) untuk 3 penyakit tahap lanjut tersebut (kanker invasif, serangan jantung, dan stroke). 

Dengan manfaat tambahan yang baru ini, nasabah bisa mendapatkan perawatan yang lebih lengkap tanpa harus terlalu memikirkan biaya dan bisa fokus pada pemulihan ketika terkena penyakit tahap lanjut tersebut. 

Bukan hanya untuk penyakit tahap lanjut, APM juga memberikan manfaat tambahan rawat jalan untuk penyakit demam berdarah dan/atau demam tifoid (tipes) yang sering terjadi. 

Buat kamu yang sudah jadi nasabah yang terdiagnosa penyakit tersebut namun direkomendasikan oleh dokter dilakukan rawat jalan (tidak perlu rawat inap) akan tetap dapat terlindungi oleh APM. 

Salah satu perusahaan global ini juga ingin mendukung nasabah yang sudah mulai membangun gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit. 

 


Buat kamu yang memiliki proteksi APM, mereka akan memiliki akses ke ekosistem kesehatan Allianz yang berisi berbagai penawaran menarik, seperti, wearable tech untuk olahraga, katering sehat, telekonsultasi medis, hingga MCU di rumah sakit rekanan Allianz. Semuanya dikurasi untuk membantu nasabah mempertahankan gaya hidup sehat yang dimiliki.

Lewat fitur-fitur yang ada di APM, tujuannya jelas banget: pengin kasih proteksi kesehatan yang emang dibutuhin sekarang. Intinya, biar kita semua bisa lebih tenang dan ngerasa aman meskipun kondisi ke depan lagi enggak nentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH