FITNESS & HEALTH

Golongan Darah A Lebih Rentan Stroke Dini? Ini Fakta dari Studi Terbaru!

A. Firdaus
Jumat 17 April 2026 / 16:02
Ringkasnya gini..
  • Individu dengan golongan darah A, memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke.
  • Berkaitan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah.
  • Fokus utama adalah hubungan antara golongan darah dengan risiko stroke iskemik onset dini.
Jakarta: Banyak yang mengira risiko stroke hanya dipengaruhi oleh gaya hidup seperti pola makan, kurang olahraga, atau stres. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor genetik, seperti golongan darah juga bisa berperan penting. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Neurology, mengungkap adanya hubungan antara jenis golongan darah dengan risiko stroke. Khususnya yang terjadi di usia muda. 

Temuan ini menarik perhatian, karena membuka sudut pandang baru bahwa kondisi yang selama ini dianggap sederhana, seperti golongan darah, ternyata bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang. 
 
Dilansir dari Medical News Today, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai hubungan golongan darah dan risiko stroke, berdasarkan hasil penelitian tersebut.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, menemukan bahwa individu dengan golongan darah A, memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun, dibandingkan dengan pemilik golongan darah O.
 

Golongan darah yang memengaruhi risiko stroke


Para ahli selama ini telah mengidentifikasi berbagai faktor risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu. Namun, masih ada faktor lain yang belum sepenuhnya dipahami, salah satunya adalah peran golongan darah terhadap risiko stroke.

Dalam penelitian ini, fokus utama adalah hubungan antara golongan darah dengan risiko stroke iskemik onset dini (EOS), yaitu jenis stroke yang terjadi sebelum usia 60 tahun.

Penelitian dilakukan melalui metode meta-analisis, terhadap studi asosiasi genom skala besar. Data yang digunakan berasal dari 48 penelitian berbeda, dengan total 16.730 kasus stroke dan 599.237 peserta yang tidak mengalami stroke, sebagai kelompok pembanding.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan paling kuat terhadap risiko stroke ditemukan pada golongan darah A dan O.

1. Individu dengan golongan darah A, diketahui memiliki risiko paling tinggi mengalami stroke di usia muda.

2. Orang yang mengalami stroke juga lebih sering memiliki golongan darah B, dibandingkan kelompok yang tidak mengalami stroke.

3. Sebaliknya, golongan darah O menunjukkan risiko paling rendah terhadap stroke, termasuk stroke yang terjadi di usia muda.

Para peneliti menduga bahwa peningkatan risiko ini, berkaitan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah, yang lebih tinggi pada pemilik golongan darah A.

Dr. Braxton D. Mitchell, penulis studi sekaligus profesor, di Departemen Kedokteran serta Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Maryland, menjelaskan hasil temuan tersebut. 

“Kami membandingkan perbedaan genetik antara 16.730 orang dewasa muda, dengan stroke iskemik dan ~600.000 kelompok kontrol non-stroke, dan menemukan perbedaan signifikan antara kedua kelompok dalam frekuensi varian gen, yang mengkode golongan darah ABO. Secara spesifik, kasus lebih mungkin daripada kelompok kontrol memiliki varian, yang mengkode golongan darah A dan kurang mungkin memiliki varian yang mengkode golongan darah O,” kata Dr. Braxton.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan darah, mungkin menandakan peningkatan kerentanan terhadap stroke dini, mungkin dengan meningkatkan kerentanan terhadap trombosis,” tambahnya.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH