FITNESS & HEALTH

5 Penyebab Menopause Dini: Genetik hingga Gaya Hidup

Fatha Annisa
Rabu 22 April 2026 / 17:57
Ringkasnya gini..
  • Sebagian besar perempuan mengalami menopause pada usia 45–55 tahun.
  • Menopause dini bisa terjadi sebelum usia 45 akibat sejumlah faktor.
  • Gejala menopause biasanya sudah muncul lebih awal pada fase perimenopause.
Jakarta: Sebagian besar perempuan mengalami menopause antara usia 45 hingga 55 tahun. Namun, ada beberapa kasus ketika menopause terjadi sebelum usia 45 tahun. Kondisi ini disebut menopause dini.
 
Menopause terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi sel telur, sehingga kadar estrogen menurun. Seseorang dianggap telah memasuki menopause ketika tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 12 bulan.
 
Tetapi, gejala yang menyertai menopause biasanya sudah muncul jauh sebelumnya dalam fase yang disebut perimenopause seperti menstruasi tidak teratur atau siklus yang jauh lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya.
 
Nah, menopause sendiri merujuk pada kondisi yang terjadi sebelum usia 45 tahun. Kondisi ini terjadi karena sejumlah faktor merusak ovarium atau menghentikan produksi estrogen. Apa saja faktor tersebut? Ini penjelasannya

 
Baca juga: Mood Swing + Haid Ngaco? Bisa Jadi Kamu Lagi di Fase Perimenopause

 

Penyebab Menopause Dini

Melansir Healthline, berikut penyebab menopause dini:
 

1. Genetik

Salah satu penyebab menopause dini adalah faktor genetik. Karena itu, mengetahui kapan orang tua kamu mengalami menopause dapat memberi petunjuk kapan kamu juga akan mengalaminya.
 
Anak dari orang tua yang mengalami menopause dini berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya juga.
 

2. Gaya Hidup

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perokok jangka panjang atau rutin cenderung mengalami menopause lebih cepat. Wanita yang merokok bisa mengalami menopause 1 hingga 2 tahun lebih awal dibandingkan yang tidak merokok.
 
Indeks massa tubuh (BMI) juga berperan. Pasalnya, estrogen disimpan dalam jaringan lemak. Perempuan yang sangat kurus memiliki cadangan estrogen lebih sedikit, sehingga bisa habis lebih cepat.
 
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan vegetarian, kurang olahraga, dan minim paparan sinar matahari sepanjang hidup dapat memicu menopause lebih awal.
 

3. Masalah Kromosom

Beberapa kelainan kromosom dapat menyebabkan menopause dini. Misalnya, Turner syndrome (monosomi X dan disgenesis gonad) terjadi ketika seseorang lahir dengan kromosom yang tidak lengkap.
 
Wanita dengan Turner syndrome memiliki ovarium yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga sering mengalami menopause lebih awal.

 
Baca juga: Nyeri Sendi saat Menopause? Ternyata Ini 5 Alasannya

 
Kelainan kromosom lain yang dapat menyebabkan menopause dini adalah disgenesis gonad murni. Dalam kondisi ini, ovarium tidak berfungsi, sehingga menstruasi dan karakteristik seksual sekunder harus dibantu dengan terapi penggantian hormon.
 
Wanita dengan Fragile X syndrome, atau pembawa genetik kondisi tersebut, juga dapat mengalami menopause dini.
 

4. Penyakit Autoimun

Menopause prematur (terjadi sebelum usia 40 tahun) bisa menjadi gejala penyakit autoimun, seperti gangguan tiroid atau rheumatoid arthritis. Pasalnya pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh keliru menganggap bagian tubuh sebagai ancaman dan menyerangnya. Peradangan akibat penyakit ini dapat memengaruhi ovarium.
 

5. Epilepsi

Epilepsi merupakan gangguan kejang yang berasal dari otak. Penderita epilepsi lebih mungkin mengalami insufisiensi ovarium primer, yang dapat menyebabkan menopause. Perubahan kadar hormon akibat menopause juga dapat memengaruhi kejang pada penderita epilepsi.
 
Sebuah studi lama pada 2001 menemukan bahwa dalam kelompok wanita dengan epilepsi, sekitar 14 persen mengalami menopause prematur, dibandingkan hanya 1 persen pada populasi umum.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH