FITNESS & HEALTH
Nyeri Sendi saat Menopause? Ternyata Ini 5 Alasannya
Aulia Putriningtias
Selasa 10 Maret 2026 / 11:15
- Nyeri sendi selama menopause itu nyata dan umum.
- Penurunan kadar estrogen secara langsung.
- Terjadi penambahan berat badan.
Jakarta: Bagi banyak wanita, menopause datang dengan perubahan sudah mereka antisipasi. Namun, biasanya para wanita tidak sadar perihal nyeri sendi.
Lutut yang sakit saat menaiki anak tangga, kekakuan pada jari di pagi hari, atau nyeri tumpul di punggung bawah adalah keluhan yang hampir setiap hari didengar klinik ortopedi dari wanita di usia akhir 40-an dan 50-an.
Menurut dr. Akhilesh Rathi selaku Ahli Bedah Penggantian Sendi, Robotika, dan Ortopedi dalam Healthshots, nyeri sendi selama menopause itu nyata dan umum. Namun, seringkali disalahpahami.
Lantas, apa alasan wanita yang menopause mengalami nyeri sendi? Inilah beberapa alasannya, antara lain:
Estrogen bukan hanya hormon reproduksi; ia melindungi tulang, persendian, dan tulang rawan. Selama menopause, kadar estrogen menurun tajam.
Ketika kadar estrogen menurun, peradangan sendi meningkat. Memahami hubungan antara hormon, gaya hidup, dan kesehatan sendi adalah langkah pertama menuju pemulihan.
Kekakuan sesekali tidak masalah, tetapi kekakuan harian yang berlangsung 20-30 menit atau lebih perlu diperhatikan. Ini bisa mengindikasikan artritis dini atau degenerasi sendi yang dipicu oleh ketidakseimbangan hormon.
Menopause sering memperlambat metabolisme. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan berat badan secara bertahap, terutama di sekitar perut.
Mengelola berat badan melalui diet seimbang dan olahraga ringan dapat mengurangi tekanan dan nyeri sendi.
Nyeri sendi seringkali membuat wanita menghindari gerakan, tetapi hal ini justru memperburuk masalah. Sendi dirancang untuk bergerak.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, peregangan, yoga, atau olahraga ringan membantu meningkatkan aliran darah, memperkuat otot, dan mengurangi rasa sakit. Konsistensi lebih penting daripada intensitas.
Banyak wanita mengandalkan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan nyeri dengan cepat. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyembunyikan masalah sebenarnya.
Evaluasi yang tepat dapat membantu mengidentifikasi apakah nyeri tersebut disebabkan oleh perubahan hormonal, radang sendi dini, kekurangan vitamin D, atau stres terkait postur tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Lutut yang sakit saat menaiki anak tangga, kekakuan pada jari di pagi hari, atau nyeri tumpul di punggung bawah adalah keluhan yang hampir setiap hari didengar klinik ortopedi dari wanita di usia akhir 40-an dan 50-an.
Menurut dr. Akhilesh Rathi selaku Ahli Bedah Penggantian Sendi, Robotika, dan Ortopedi dalam Healthshots, nyeri sendi selama menopause itu nyata dan umum. Namun, seringkali disalahpahami.
Lantas, apa alasan wanita yang menopause mengalami nyeri sendi? Inilah beberapa alasannya, antara lain:
1. Penurunan kadar estrogen secara langsung
Estrogen bukan hanya hormon reproduksi; ia melindungi tulang, persendian, dan tulang rawan. Selama menopause, kadar estrogen menurun tajam.
Ketika kadar estrogen menurun, peradangan sendi meningkat. Memahami hubungan antara hormon, gaya hidup, dan kesehatan sendi adalah langkah pertama menuju pemulihan.
2. Kaku di pagi hari adalah tanda
Kekakuan sesekali tidak masalah, tetapi kekakuan harian yang berlangsung 20-30 menit atau lebih perlu diperhatikan. Ini bisa mengindikasikan artritis dini atau degenerasi sendi yang dipicu oleh ketidakseimbangan hormon.
3. Terjadi penambahan berat badan
Menopause sering memperlambat metabolisme. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan berat badan secara bertahap, terutama di sekitar perut.
Mengelola berat badan melalui diet seimbang dan olahraga ringan dapat mengurangi tekanan dan nyeri sendi.
4. Kurang bergerak
Nyeri sendi seringkali membuat wanita menghindari gerakan, tetapi hal ini justru memperburuk masalah. Sendi dirancang untuk bergerak.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, peregangan, yoga, atau olahraga ringan membantu meningkatkan aliran darah, memperkuat otot, dan mengurangi rasa sakit. Konsistensi lebih penting daripada intensitas.
5. Hanya andalkan obat
Banyak wanita mengandalkan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan nyeri dengan cepat. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyembunyikan masalah sebenarnya.
Evaluasi yang tepat dapat membantu mengidentifikasi apakah nyeri tersebut disebabkan oleh perubahan hormonal, radang sendi dini, kekurangan vitamin D, atau stres terkait postur tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)