FITNESS & HEALTH

Keren Banget! Sekarang Ada Bus yang Bisa Periksa Gigi dengan AI

Aulia Putriningtias
Minggu 04 Oktober 2026 / 15:10
Ringkasnya gini..
  • Tahu gak sih, masalah gigi tuh ternyata relate banget sama kehidupan kita sehari-hari?
  • Mulai dari penumpukan karang gigi, gigi berlubang, sampai urusan gigi bungsu miring.
  • Bahkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kemenkes nyatet sekitar 57% penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas punya masalah gigi dan mulut.
Jakarta: Tahu gak sih, masalah gigi tuh ternyata relate banget sama kehidupan kita sehari-hari? Mulai dari penumpukan karang gigi, gigi berlubang, sampai urusan gigi bungsu miring. 

Bahkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kemenkes mencatat sekitar 57% penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas punya masalah gigi dan mulut—dengan kasus gigi berlubang sebagai "langganan" utama.
 

Hal ini diakui langsung sama Founder & CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS. Beliau spill kalau urusan karang gigi dan gigi berlubang emang paling sering bikin orang datang buat konsultasi dan perawatan.

Nah, buat memangkas rasa mager masyarakat yang malas periksa gigi, FDC ngeluncurin inovasi kece bernama FDC Smile Bus!

Bus klinik gigi keliling ini hadir buat ngebawa pengalaman periksa gigi jadi makin dekat dan praktis. Gak kaleng-kaleng, armada ini udah dilengkapi dental chair dan peralatan medis lengkap.

Jadi, berbagai perawatan gigi bisa langsung dieksekusi di mana aja tanpa harus repot-repot datang ke klinik gedung.

Yang makin bikin level up, Smile Bus ini dibekali teknologi pintar FDC Tooth Analyzer. Ini adalah AI yang siap bantu bikin analisis awal kondisi gigimu dan ngasih gambaran perawatan apa aja yang kamu butuhin secara cepat. 

 
1000056094
(FDC hadirkan Smile Bus berteknologi AI serta gaet YARSI demi mendekatkan layanan kesehatan gigi masyarakat. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

Walau AI yang deteksi awal, tenang aja, diagnosis akhir dan penanganan medisnya tetap dieksekusi profesional oleh dokter gigi!

"Permasalahan seperti karang gigi, gigi berlubang sering terjadi di sini," kata drg. Ita saat diwawancarai langsung di FDC Playgroud, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

"Teknologì memiliki nilai kebermanfaatan ketika membuat pengalaman pasien menjadi lebih mudah, cepat dan informatif. Melalui Smile Bus dan Tooth Analyzer, kami ingin memperpendek jarak masyarakatdengan layanan kesehatan gigi, membantu pasien mengenali kondisi gigi lebih awal, lalu mendapatkan rekomendasi yang tepat dari tenaga medis," jelas drg. Ita.

Gak cuma berhenti di Smile Bus, FDC juga makin serius ngelangkah dengan merangkul Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI lewat penandatanganan MoU. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Dekan FKG, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM(K), MM.

 

Kolaborasi ini fokus mengusung nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengembangan edukasi dan skill, riset medis, sampai aksi nyata pengabdian ke masyarakat.

Inisiatif ini jadi bukti kalau model pelayanan kesehatan gigi zaman now emang lagi next level—makin mengutamakan pencegahan sejak dini (preventive care), makin gampang dijangkau di mana aja (accessibility & mobility), dan pastinya serba berbasis teknologi (technology-enabled)!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH