FITNESS & HEALTH
Keren! IDEC 2027 Gandeng Sektor Medical Tourism & Inovasi Kedokteran Gigi Indonesia
Yatin Suleha
Sabtu 24 Oktober 2026 / 20:41
- Ajang industri kedokteran gigi terbesar di Tanah Air, Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC), bakal kembali hadir.
- Pameran bergengsi ini siap mempertemukan para dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, tenaga kesehatan dan lainnya.
- Tema ini sejalan banget sama langkah Indonesia yang lagi gencar membangun infrastruktur kesehatan.
Jakarta: Ajang industri kedokteran gigi terbesar di Tanah Air, Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC), bakal kembali hadir buat kelima kalinya pada 19–21 November 2027 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Pameran bergengsi ini siap mempertemukan para dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, tenaga kesehatan, produsen, distributor, hingga mahasiswa buat mengeksplorasi teknologi dan peluang bisnis terbaru di industri kedokteran gigi.
Kolaborasi antara Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan PT Nine Koeln Indonesia ini mengusung tema “Where Dental Trade Meets Dental Health Tourism – Connect. Innovate. Grow.”
Tema ini sejalan banget sama langkah Indonesia yang lagi gencar membangun infrastruktur kesehatan, salah satunya lewat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan The Sanur di Bali pada 25 Juni 2025 lalu.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan domestik sekaligus meminimalkan warga yang berobat ke luar negeri.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, mengungkapkan kalau fasilitas medis berkualitas dan update ilmu pengetahuan jadi kunci utama buat ngebangun destinasi wisata kesehatan yang tangguh.
Menurutnya, IDEC menjadi wadah penting buat membawa inovasi kedokteran gigi global langsung ke Indonesia.
Sukses menggaet lebih dari 200 brand dan 5.600 profesional pada edisi 2025, IDEC 2027 menargetkan skala yang jauh lebih besar.
Penyelenggara membidik kehadiran 250 brand dari 10 negara lebih, area pameran seluas 5.000 meter persegi, serta 7.000 pengunjung profesional.
Ketua Umum PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, menegaskan bahwa ketersediaan layanan kesehatan gigi yang mumpuni masih jadi tantangan nasional.
Berdasarkan data PDGI, Indonesia saat ini punya 58.154 dokter gigi—terdiri dari 51.970 dokter gigi umum dan 6.184 dokter gigi spesialis—yang tersebar di berbagai daerah.
Lewat IDEC 2027, para dokter gigi di seluruh Indonesia bisa mengakses program pendidikan berkelanjutan (Continuing Professional Development/CPD) serta mendengarkan langsung pemaparan dari pembicara internasional.
"Melalui partisipasi konferensi yang terjangkau, pembicara internasional, dan kesempatan mengikuti CPD, kami ingin memperluas akses dokter gigi di seluruh Indonesia terhadap pengetahuan dan inovasi global," ujar Ketua Steering Committee IDEC dari PDGI, Dr. drg. Himawan Halim, DMD, MS, Sp.Ort.
Managing Director & Regional President Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kuepper, menambahkan bahwa IDEC 2027 bakal jadi jembatan utama yang menghubungkan inovator internasional dengan praktisi kesehatan lokal di tengah melesatnya sektor wisata kesehatan Indonesia.
Untuk para pelaku industri yang enggak mau ketinggalan, registrasi booth pameran IDEC 2027 sudah mulai dibuka.
Sementara itu, pendaftaran pengunjung profesional (trade visitor) bakal dibuka pada Juli 2027, disusul pendaftaran konferensi pada September 2027.
(TIN)
Pameran bergengsi ini siap mempertemukan para dokter gigi umum, dokter gigi spesialis, tenaga kesehatan, produsen, distributor, hingga mahasiswa buat mengeksplorasi teknologi dan peluang bisnis terbaru di industri kedokteran gigi.
Kolaborasi antara Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan PT Nine Koeln Indonesia ini mengusung tema “Where Dental Trade Meets Dental Health Tourism – Connect. Innovate. Grow.”
Tema ini sejalan banget sama langkah Indonesia yang lagi gencar membangun infrastruktur kesehatan, salah satunya lewat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan The Sanur di Bali pada 25 Juni 2025 lalu.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan domestik sekaligus meminimalkan warga yang berobat ke luar negeri.
Sinergi industri kedokteran gigi dan potensi health tourism
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, mengungkapkan kalau fasilitas medis berkualitas dan update ilmu pengetahuan jadi kunci utama buat ngebangun destinasi wisata kesehatan yang tangguh.
(Ajang IDEC 2027 di Jakarta siap dorong inovasi kedokteran gigi dan wisata kesehatan Indonesia. Foto: Dok. Istimewa)
Menurutnya, IDEC menjadi wadah penting buat membawa inovasi kedokteran gigi global langsung ke Indonesia.
Sukses menggaet lebih dari 200 brand dan 5.600 profesional pada edisi 2025, IDEC 2027 menargetkan skala yang jauh lebih besar.
Penyelenggara membidik kehadiran 250 brand dari 10 negara lebih, area pameran seluas 5.000 meter persegi, serta 7.000 pengunjung profesional.
Wadah edukasi dan inovasi buat puluhan ribu dokter gigi
Ketua Umum PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, menegaskan bahwa ketersediaan layanan kesehatan gigi yang mumpuni masih jadi tantangan nasional.
Berdasarkan data PDGI, Indonesia saat ini punya 58.154 dokter gigi—terdiri dari 51.970 dokter gigi umum dan 6.184 dokter gigi spesialis—yang tersebar di berbagai daerah.
Lewat IDEC 2027, para dokter gigi di seluruh Indonesia bisa mengakses program pendidikan berkelanjutan (Continuing Professional Development/CPD) serta mendengarkan langsung pemaparan dari pembicara internasional.
"Melalui partisipasi konferensi yang terjangkau, pembicara internasional, dan kesempatan mengikuti CPD, kami ingin memperluas akses dokter gigi di seluruh Indonesia terhadap pengetahuan dan inovasi global," ujar Ketua Steering Committee IDEC dari PDGI, Dr. drg. Himawan Halim, DMD, MS, Sp.Ort.
Managing Director & Regional President Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kuepper, menambahkan bahwa IDEC 2027 bakal jadi jembatan utama yang menghubungkan inovator internasional dengan praktisi kesehatan lokal di tengah melesatnya sektor wisata kesehatan Indonesia.
Untuk para pelaku industri yang enggak mau ketinggalan, registrasi booth pameran IDEC 2027 sudah mulai dibuka.
Sementara itu, pendaftaran pengunjung profesional (trade visitor) bakal dibuka pada Juli 2027, disusul pendaftaran konferensi pada September 2027.
(TIN)