FITNESS & HEALTH

Ternyata Kebiasaan Makan Ini Bisa Bantu Panjang Umur!

A. Firdaus
Rabu 14 Oktober 2026 / 13:24
Ringkasnya gini..
  • Perbanyak sayur, buah, dan makanan tinggi serat setiap hari.
  • Variasikan sumber protein, termasuk ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  • Batasi gula, garam, dan makanan olahan untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Jakarta: Siapa sih yang nggak mau panjang umur dan tetap sehat sampai tua? Ternyata, kebiasaan makan sehari-hari bisa ikut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Jadi, nggak cuma olahraga atau tidur cukup, isi piringmu juga perlu diperhatikan.

Menurut World Health Organization (WHO), pola makan sehat membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Kuncinya bukan mencari satu makanan ajaib, melainkan membangun pola makan seimbang yang bisa dijalani secara konsisten.

Nah, kebiasaan makan apa saja yang bisa mulai kamu terapkan?

 

Fresh Salad Prep in a Cozy Kitchen
Seorang perempuan menyiapkan salad dan hidangan bergizi seimbang di dapur rumah. (Foto: AI Generated)

 

Rutin makan sayur dan buah

Jangan sampai sayur cuma jadi pelengkap di pinggir piring, ya! WHO merekomendasikan konsumsi minimal 400 gram buah dan sayuran per hari bagi orang berusia di atas 10 tahun.

Buah dan sayur mengandung serat, vitamin, mineral, serta zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh. Kamu bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan menambahkan sayur saat makan siang dan malam, lalu memilih buah sebagai camilan.

Nggak harus mahal, kok. Pepaya, pisang, bayam, kangkung, dan wortel bisa menjadi pilihan sehari-hari.

 

Pilih makanan tinggi serat

Selain buah dan sayur, biasakan mengonsumsi kacang-kacangan, oat, jagung, dan biji-bijian utuh seperti beras merah. WHO menyarankan karbohidrat terutama berasal dari biji-bijian utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Makanan tersebut membantu memenuhi kebutuhan serat sekaligus membuat pola makan lebih beragam. Kamu juga nggak harus langsung berhenti makan nasi putih. Cukup variasikan sumber karbohidrat sesuai kebutuhan dan selera.

 


 

Variasikan sumber protein

Protein penting untuk menjaga massa otot dan mendukung fungsi tubuh. Karena itu, jangan terpaku pada satu jenis lauk setiap hari.

Coba variasikan sumber protein dari ikan, telur, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Memperbanyak protein nabati juga bisa menjadi cara untuk mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan.

 

Kurangi gula dan garam berlebihan

Minuman manis, camilan asin, dan makanan olahan bisa membuat asupan gula atau garam harian berlebihan jika dikonsumsi terlalu sering.

WHO merekomendasikan konsumsi garam kurang dari 5 gram sehari bagi orang dewasa, setara sekitar satu sendok teh. Jumlah ini mencakup garam dari makanan kemasan maupun masakan sehari-hari.

Mulailah dengan mengurangi minuman manis, membatasi makanan tinggi natrium, dan memeriksa label gizi sebelum membeli produk kemasan.

 

Konsisten lebih penting daripada ekstrem

Pola makan sehat nggak berarti kamu harus berhenti menikmati makanan favorit. Kuncinya adalah mengatur porsi, memilih makanan beragam, dan membatasi asupan yang berlebihan.

Perlu diingat, kebiasaan makan sehat nggak menjamin seseorang pasti panjang umur. Namun, pola makan bergizi seimbang dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kronis dalam jangka panjang.



Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH