FITNESS & HEALTH
Dari 4 Jenis Beras, Mana yang Paling Sehat? Yuk, Cari Tahu!
Mia Vale
Rabu 28 September 2022 / 07:00
Jakarta: Beras telah menjadi salah satu biji-bijian yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi di seluruh dunia, utamanya indonesia selama berabad-abad dan untuk alasan yang baik. Pasalnya, beras mengandung serat, karbohidrat, vitamin, mineral, bahkan beberapa protein dan lemak sehat.
Ini adalah biji-bijian serbaguna mudah ditemukan dan dapat digunakan di hampir semua hidangan. Ada berbagai jenis beras berdasarkan perbedaan seperti ukuran kernel, aromatik, pengolahan, dan warna.
Menukil dari Eat This Not That, ada empat jenis beras berdasarkan warna dan manfaatnya bagi tubuh kita, di antaranya:
Beras putih yang sudah menjadi nasi diperkaya dengan kandungan zat besi, thiamin (vitamin B1), niacin (vitamin B3), dan asam folat. Ini telah digiling untuk menghilangkan tidak hanya kulit luar, tetapi juga lapisan dedak dan benih kernel. Dalam satu cangkir nasi putih diperkirakan mengandung 160 kalori.

(Menurut studi, beras merah dapat menunjukkan efek antidiabetes. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
Beras hitam mengandung lebih banyak serat dan protein dibandingkan dengan beras merah. Bahkan, nasi hitam dianggap paling enak dinikmati dalam bentuk bubur, salad nasi, atau sebagai nasi goreng.
Studi ini menemukan peningkatan 2,3 hingga 2,7 kali lipat dalam penyerapan glukosa basal (penting untuk pengaturan gula darah yang tepat) dengan paparan ekstrak dedak beras merah. Analisis dari berbagai jenis beras juga cenderung menemukan bahwa beras merah memiliki kandungan tokotrienol yang lebih tinggi, suatu bentuk vitamin E, yang terkait dengan perlindungan saraf, aktivitas anti-kanker, dan kualitas penurun kolesterol.
Bila kamu ingin mencoba segala bentuk nasi untuk melengkapi makanan, camilan, atau ide makanan penutup, nasi hitam bisa dijadikan sebagai pilihan utama karena kandungan serat, protein, dan kemungkinan kemampuan melawan penyakit kronisnya yang mengesankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Ini adalah biji-bijian serbaguna mudah ditemukan dan dapat digunakan di hampir semua hidangan. Ada berbagai jenis beras berdasarkan perbedaan seperti ukuran kernel, aromatik, pengolahan, dan warna.
Menukil dari Eat This Not That, ada empat jenis beras berdasarkan warna dan manfaatnya bagi tubuh kita, di antaranya:
Beras putih
Yang paling umum dari semua varietas beras, beras putih paling mudah ditemukan di banyak tempat. Pun sering menjadi bahan inti dan muncul di banyak menu restoran populer. Beras merupakan makanan terjangkau yang menyerap rasa dan cocok dengan berbagai hidangan, mulai dari kari, sushi hingga jambalaya dan segala sesuatu di antaranya.Beras putih yang sudah menjadi nasi diperkaya dengan kandungan zat besi, thiamin (vitamin B1), niacin (vitamin B3), dan asam folat. Ini telah digiling untuk menghilangkan tidak hanya kulit luar, tetapi juga lapisan dedak dan benih kernel. Dalam satu cangkir nasi putih diperkirakan mengandung 160 kalori.
Beras cokelat
Beras cokelat adalah salah satu biji-bijian yang paling dikenal, di samping beberapa sepupunya seperti gandum, gandum utuh, dan quinoa. Menariknya, beras cokelat hanya memiliki berkisar 1,5 gram lebih banyak serat rata-rata per cangkir penyajian kering dibandingkan dengan nasi putih. Oleh karena itu, tidak membuat dampak serat yang sama seperti biji-bijian lain di pasaran terhadap rekan-rekan mereka yang lebih halus. Meskipun, beberapa gram ekstra serat, yang sebagian besar tidak larut, mungkin bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dengan bertindak sebagai pencahar lembut.
(Menurut studi, beras merah dapat menunjukkan efek antidiabetes. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
Beras hitam
Beras hitam, juga dikenal sebagai beras ungu, beras terlarang, atau beras Kaisar, telah populer di kalangan budaya Timur selama bertahun-tahun tetapi lebih lambat untuk masuk ke sisi barat dunia. Beras ini terlihat berwarna hitam saat kering, tetapi setelah dimasak, warnanya menjadi lebih ungu. Beras pusaka ini telah dipelajari untuk konsentrasi antosianin, pigmen flavonoid, yang mungkin terkait dengan penyakit kardiovaskular, kanker, dan perlindungan penyakit neurodegeneratif.Beras hitam mengandung lebih banyak serat dan protein dibandingkan dengan beras merah. Bahkan, nasi hitam dianggap paling enak dinikmati dalam bentuk bubur, salad nasi, atau sebagai nasi goreng.
Beras merah
Merupakan butiran berwarna merah tua/madu dengan rasa sedikit gurih dan pedas dengan tekstur kenyal. Beberapa penelitian telah menyelidiki efek penghambatan positif beras merah pada leukemia, sel kanker serviks, dan perut karena kandungan proanthocyanidinnya. Beras merah juga dapat menunjukkan efek antidiabetes seperti yang dipelajari dalam makalah 2016 dari Journal of Agricultural and Food Chemistry.Studi ini menemukan peningkatan 2,3 hingga 2,7 kali lipat dalam penyerapan glukosa basal (penting untuk pengaturan gula darah yang tepat) dengan paparan ekstrak dedak beras merah. Analisis dari berbagai jenis beras juga cenderung menemukan bahwa beras merah memiliki kandungan tokotrienol yang lebih tinggi, suatu bentuk vitamin E, yang terkait dengan perlindungan saraf, aktivitas anti-kanker, dan kualitas penurun kolesterol.
Bila kamu ingin mencoba segala bentuk nasi untuk melengkapi makanan, camilan, atau ide makanan penutup, nasi hitam bisa dijadikan sebagai pilihan utama karena kandungan serat, protein, dan kemungkinan kemampuan melawan penyakit kronisnya yang mengesankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)