FITNESS & HEALTH
Mau Mudik? Pastikan Anak Sudah Vaksin Campak
A. Firdaus
Jumat 13 Maret 2026 / 14:08
- Campak sendiri termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui udara.
- Satu pasien campak bisa menularkan virus kepada belasan orang lain.
- KIPI yang paling sering terjadi biasanya berupa demam ringan.
Jakarta: Menjelang libur Lebaran dan musim mudik, fasilitas vaksin campak gratis mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak orang tua memanfaatkan layanan ini untuk melindungi anak-anak mereka dari risiko penyakit menular selama perjalanan.
Direktur Rumah Vaksinasi Pusat, Elsa Hufaidah, mengatakan meningkatnya mobilitas saat Lebaran membuat risiko penularan penyakit, termasuk campak, perlu diwaspadai.
“Sebentar lagi hari raya, pasti banyak orang mudik dan bertemu banyak orang. Penyakit menular seperti campak tentu menjadi perhatian karena penularannya sangat cepat,” ujar Elsa melansir Antara.
Menurut Elsa, anak-anak, terutama balita, akan lebih sering berinteraksi dengan banyak orang selama perjalanan mudik maupun saat berkumpul bersama keluarga besar. Kondisi ini meningkatkan potensi penularan penyakit.
Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk memastikan vaksinasi anak sudah lengkap sebelum berangkat mudik.
Campak sendiri termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui udara, terutama dari percikan batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Bahkan satu pasien campak bisa menularkan virus kepada belasan orang lain. Kelompok yang paling rentan adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.
Selain menyebabkan demam dan ruam pada kulit, campak juga dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Elsa menjelaskan beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Pneumonia atau radang paru.
- Radang otak.
- Diare berkepanjangan.
“Kalau hanya demam dan ruam mungkin terlihat ringan. Tapi jika muncul komplikasi seperti pneumonia atau radang otak, kondisinya bisa menjadi sangat serius,” jelas Elsa.
Pada anak yang belum divaksin, gejala biasanya muncul 2–4 hari berupa demam, diikuti ruam kulit, batuk, pilek, dan mata merah selama sekitar empat hari. Ruam kemudian menyebar dari wajah hingga seluruh tubuh sebelum perlahan menghilang.
"Penularan dapat terjadi dalam rentang 2 hingga 10 hari setelah anak terpapar virus," terangnya/
Elsa juga mengingatkan orang tua untuk tidak ragu memberikan vaksin kepada anak karena khawatir terhadap kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Menurutnya, efek samping vaksin umumnya ringan dan jauh lebih kecil risikonya dibandingkan penyakit campak itu sendiri.
KIPI yang paling sering terjadi biasanya berupa demam ringan yang muncul sekitar hari kelima setelah vaksinasi dan dapat diatasi dengan obat penurun panas. Elsa menegaskan bahwa semua anak berisiko tertular campak, terutama jika kondisi gizi kurang, daya tahan tubuh rendah, atau vaksinasi belum lengkap.
Karena itu, memastikan anak mendapatkan vaksin sebelum mudik menjadi langkah penting agar perjalanan Lebaran tetap aman dan sehat bagi seluruh keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Direktur Rumah Vaksinasi Pusat, Elsa Hufaidah, mengatakan meningkatnya mobilitas saat Lebaran membuat risiko penularan penyakit, termasuk campak, perlu diwaspadai.
“Sebentar lagi hari raya, pasti banyak orang mudik dan bertemu banyak orang. Penyakit menular seperti campak tentu menjadi perhatian karena penularannya sangat cepat,” ujar Elsa melansir Antara.
Mobilitas Tinggi Tingkatkan Risiko Penularan
Menurut Elsa, anak-anak, terutama balita, akan lebih sering berinteraksi dengan banyak orang selama perjalanan mudik maupun saat berkumpul bersama keluarga besar. Kondisi ini meningkatkan potensi penularan penyakit.
Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk memastikan vaksinasi anak sudah lengkap sebelum berangkat mudik.
Campak sendiri termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui udara, terutama dari percikan batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Bahkan satu pasien campak bisa menularkan virus kepada belasan orang lain. Kelompok yang paling rentan adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.
Risiko Komplikasi Campak
Selain menyebabkan demam dan ruam pada kulit, campak juga dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Elsa menjelaskan beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Pneumonia atau radang paru.
- Radang otak.
- Diare berkepanjangan.
“Kalau hanya demam dan ruam mungkin terlihat ringan. Tapi jika muncul komplikasi seperti pneumonia atau radang otak, kondisinya bisa menjadi sangat serius,” jelas Elsa.
Pada anak yang belum divaksin, gejala biasanya muncul 2–4 hari berupa demam, diikuti ruam kulit, batuk, pilek, dan mata merah selama sekitar empat hari. Ruam kemudian menyebar dari wajah hingga seluruh tubuh sebelum perlahan menghilang.
"Penularan dapat terjadi dalam rentang 2 hingga 10 hari setelah anak terpapar virus," terangnya/
Orang tua tak perlu takut KIPI
Elsa juga mengingatkan orang tua untuk tidak ragu memberikan vaksin kepada anak karena khawatir terhadap kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Menurutnya, efek samping vaksin umumnya ringan dan jauh lebih kecil risikonya dibandingkan penyakit campak itu sendiri.
KIPI yang paling sering terjadi biasanya berupa demam ringan yang muncul sekitar hari kelima setelah vaksinasi dan dapat diatasi dengan obat penurun panas. Elsa menegaskan bahwa semua anak berisiko tertular campak, terutama jika kondisi gizi kurang, daya tahan tubuh rendah, atau vaksinasi belum lengkap.
Karena itu, memastikan anak mendapatkan vaksin sebelum mudik menjadi langkah penting agar perjalanan Lebaran tetap aman dan sehat bagi seluruh keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)