FITNESS & HEALTH

Data: Warga Indonesia Semakin Bijak Melihat Komposisi Makanan

Aulia Putriningtias
Selasa 15 September 2026 / 18:47
Ringkasnya gini..
  • APAC IngredienTracker 2025, sebuah studi konsumen yang memberikan wawasan mengenai bahan makanan di Asia Pasifik, merilis data untuk Indonesia.
  • Studi ini mengkaji empat platform bahan makanan, yaitu Kakao dan Cokelat, Pemanis, Pengatur Tekstur, serta Lemak dan Minyak.
  • Studi IngredienTracker menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin memperhatikan bahan makanan. 

Jakarta: APAC IngredienTracker 2025, sebuah studi konsumen yang memberikan wawasan mengenai bahan makanan di Asia Pasifik, merilis data untuk Indonesia.

Studi ini mengkaji empat platform bahan makanan, yaitu Kakao dan Cokelat, Pemanis, Pengatur Tekstur, serta Lemak dan Minyak. Kemudian, faktoralnya melihat tingkat pengenalan konsumen terhadap bahan makanan, persepsi terkait kesehatan, pengaruh terhadap keputusan pembelian, serta keterkaitannya dengan berbagai kategori makanan dan minuman.

Studi IngredienTracker menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin memperhatikan bahan makanan. Tentunya ini turut memengaruhi produk yang mereka pilih serta percakapan mereka mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman. 

Hal ini termasuk terhadap empat platform bahan makanan di atas. Persepsi ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi produsen ketika mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. 

Menurut Stephanie Sajuti, Senior Director, Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia, Cargill Food SEA & ANZ, Di Fi Asia 2026, Cargill menghubungkan temuan ini dengan keahlian bahan makanan dan kemampuan aplikasinya di berbagai kategori makanan dan minuman. Dan juga menampilkan solusi yang dirancang untuk memenuhi harapan konsumen. 

 

GEMBIRA_20260921_121652_0000

Berdasarkan studi Cargill APAC IngredienTracker, di Indonesia, konsumen semakin memperhatikan informasi bahan makanan. Dengan lebih dari 80 persen memeriksa daftar bahan saat pertama kali membeli sebuah produk makanan dan minuman. 

Mereka juga menghargai transparansi dan bahan makanan yang sudah dikenal. Sementara banyak di antara mereka menghindari bahan makanan artifisial, bahan yang tidak dikenal, dan bahan yang dimodifikasi secara genetik. 

Studi ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen konsumen memilih produk yang diproduksi secara berkelanjutan. Hal ini tentunya dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Hasil studi juga menunjukkan bahwa pertimbangan terkait kesehatan juga relevan untuk konsumen Indonesia. Sebanyak 54 persen konsumen menyatakan mengikuti pola makan rendah gula, sementara lebih dari 80 persen bersedia membavar lebih untuk produk dengan bahan makanan yang lebih sehat. 

Selain itu, berdasarkan testimoni responden lebih dari 90 persen percaya bahwa makanan dan minuman yang mereka Konsumsi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Konsumen Indonesia juga aktif membicarakan aspek kesehatan makanan dan minuman. Hampir 80 persenmembagikan komentar atau saran mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman di media sosial. 

Sementara itu, lebih dari 80 persen sering dimintai pendapat oleh orang lain mengenal aspek kesehatan makanan dan minuman. Kategori makanan dan minuman yang paling sering dikaitkan konsumen Indonesia dengan bahan makanan tertentu. 
 

Formulasi stevia untuk menghasilkan rasa manis

 

Konsumen Indonesia paling sering mengaitkan stevia dengan minuman kemasan yang dibeli untuk dikonsumsi di rumah. Hal ini termasuk minuman teh dalam kemasan, dikuti oleh produk kembang gula dan produk kembang gula cokelat.

Lebih dari separuh konsumen Indonesia mengikuti pola makan rendah gula, yang menunjukkan relevansi pilihan dengan kadar gula lebih rendah. Namun, mengurangi gula tidak cukup hanya dengan mengganti gula, karena gula juga berperan dalam memberikan rasa, body, dan sensasi di mulut. 

Oleh karena itu, produsen perlu mempertimbangkan bagaimana berbagai bahan makanan dapat bekerja bersama dalam suatu formulasi Di Fi Asia, Cargill menghubungkan temuan ini dengan solusi pemanis Sweetmix TM dan solusi pemanis berbasis stevia untuk aplikasi minuman dan produk susu.

Hal ini dengan contoh aplikasi seperti teh rasa buah, sirup rasa madu, dan minuman pengganti makanan dengan rasa kopi. Tim Medcom.id pun turut mencoba hasil formulasi stevia ini pada produk susu dan yogurt. Hasilnya manis yang diberikan sama dengan yang ada di pasaran dengan gula pasir.

Solusi ini dirancang untuk membantu produsen mengeksplorasi formulasi dengan kadar gula yang lebih rendah. Hal ini sekaligus mendukung rasa, sensasi di mulut, dan kinerja produk yang dibutuhkan.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH