FITNESS & HEALTH

Cek Tekanan Darah Bisa Jadi Rutinitas Kesehatan Keluarga, Ini Pentingnya

Elang Riki Yanuar
Rabu 07 Oktober 2026 / 18:00
Ringkasnya gini..
  • Pemeriksaan tekanan darah secara rutin didorong menjadi kebiasaan kesehatan keluarga untuk mengenali perubahan kondisi tubuh sejak dini.
  • Beurer memperkenalkan BM 21, alat pengukur tekanan darah produksi Indonesia yang dirancang praktis untuk pemantauan kesehatan di rumah.
  • Beurer memperkuat produksi alat kesehatan di Indonesia melalui BM 21 yang dibuat di Kendal dengan melibatkan tenaga kerja lokal.
Jakarta: Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang merasa pusing atau mengalami keluhan kesehatan. Kebiasaan memeriksa tekanan darah secara berkala dapat menjadi bagian dari rutinitas kesehatan keluarga untuk membantu mengenali kondisi tubuh sejak lebih awal.

Pesan tersebut turut didorong Beurer melalui kehadiran alat pengukur tekanan darah Beurer BM 21 dalam Indonesia International Hospital Expo ke-38 atau Hospital Expo XXXVIII 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada 7 hingga 10 Oktober 2026.

Hospital Expo 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), bersama Seminar Nasional PERSI XXII dan Seminar Tahunan Patient Safety XX. Tahun ini, acara mengangkat tema Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Buatan.

Ajang tersebut mempertemukan rumah sakit, tenaga kesehatan, pemerintah, pelaku industri, hingga penyedia teknologi dan perangkat kesehatan. Dalam kesempatan ini, Beurer memperkenalkan BM 21 yang dirancang untuk membantu masyarakat melakukan pemantauan tekanan darah secara lebih praktis di rumah.

Managing Director Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia, Aria Verdin, mengatakan kehadiran BM 21 menjadi salah satu tonggak bagi perusahaan karena perangkat tersebut diproduksi di Indonesia dengan mengacu pada teknologi dan standar Beurer dari Jerman.

“BM 21 merupakan milestone karena menghadirkan produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar Jerman,” ujar Aria.

BM 21 diproduksi di fasilitas PT Beurer Indonesia Technology yang berada di Kendal, Jawa Tengah. Proses produksinya turut melibatkan tenaga kerja lokal, mulai dari operator hingga jajaran manajemen.
 

Director Beurer Indonesia Technology, Akhmad Darsono, menyebut produksi lokal tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan kemampuan manufaktur alat kesehatan di Indonesia.

“BM 21 merupakan produk yang proudly made in Indonesia. Ini menjadi bukti komitmen Beurer untuk terus mengembangkan kemampuan produksi di Indonesia,” katanya.
 
WhatsApp Image 2026-10-07 at 12_35_25


Dari sisi penggunaan, BM 21 dibuat agar dapat digunakan dengan mudah dalam aktivitas sehari-hari. Pengoperasiannya menggunakan satu tombol dan hasil pengukuran ditampilkan melalui layar yang dirancang agar mudah dibaca.

Perangkat tersebut juga dapat menggunakan baterai maupun sumber daya melalui USB Type-C. Fleksibilitas ini membuat BM 21 dapat digunakan untuk pemantauan tekanan darah di rumah maupun ketika pengguna sedang bepergian.

BM 21 turut memiliki indikator deteksi aritmia yang dapat memberikan tanda apabila perangkat menemukan ketidakteraturan denyut jantung selama proses pengukuran. Selain itu, terdapat indikator berbasis zona warna untuk membantu pengguna memahami hasil pengukuran secara lebih sederhana.

Beurer juga memperhatikan faktor posisi tubuh dan lengan saat pengukuran. Fitur pendukung pada perangkat membantu pengguna memastikan posisi berada dalam kondisi yang sesuai, mengingat teknik pengukuran dan posisi tubuh dapat memengaruhi hasil tekanan darah.

Kebiasaan melakukan pemeriksaan secara rutin menjadi penting karena tekanan darah tinggi tidak selalu disertai gejala yang mudah dikenali. Dengan melakukan pengukuran secara berkala, keluarga dapat memiliki catatan kondisi tekanan darah dan mengetahui apabila terdapat perubahan yang perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis.

Head of Marketing Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia, Intan Wardhatun, mengatakan kemudahan penggunaan perangkat diharapkan dapat membuat pemeriksaan tekanan darah lebih mudah diterapkan dalam keseharian keluarga.

“Kami ingin semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap perangkat kesehatan yang praktis dan dapat digunakan secara rutin,” ujarnya.

Pemantauan juga dapat dilakukan dengan dukungan aplikasi Beurer HealthManager Pro. Hasil pengukuran dapat dicatat dan dipantau perkembangannya, bahkan diekspor untuk menjadi informasi tambahan ketika pengguna berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Upaya edukasi mengenai tekanan darah dan hipertensi juga dilakukan Beurer bersama tenaga medis serta komunitas. Salah satunya melalui kegiatan pemeriksaan tekanan darah gratis yang melibatkan sekitar 70 dokter dan menghasilkan sekitar 1.000 pemeriksaan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Beurer mendorong perubahan kebiasaan dalam memantau kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah diharapkan tidak hanya dilakukan saat muncul keluhan, tetapi menjadi rutinitas yang dilakukan secara berkala oleh anggota keluarga.

Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang lebih mengenal kondisi tekanan darahnya. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka yang tidak sesuai atau terdapat perubahan yang berulang, pengguna dapat menjadikannya sebagai informasi awal untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Beurer juga melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting sekaligus basis pengembangan produksi. Fasilitas produksinya memiliki kapasitas lebih dari satu juta unit per tahun, dengan BM 21 ditujukan untuk menjangkau rumah tangga, fasilitas kesehatan, apotek, toko alat kesehatan, sektor swasta, hingga institusi pemerintah.

Pada akhirnya, pemantauan tekanan darah tidak harus menunggu seseorang jatuh sakit. Menjadikan pemeriksaan tekanan darah sebagai rutinitas keluarga dapat membantu membangun kebiasaan hidup yang lebih sadar terhadap kondisi kesehatan dan mendorong konsultasi medis ketika ditemukan hasil yang perlu diperhatikan.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH